Back   
KEHORMATAN YANG SALAH TEMPAT
"Seperti salju pada musim panas dan hujan pada waktu panen, demikian kehormatan tidak layak bagi orang bebal" (Amsal 26:1)
Kita semua pasti menyukai suasana yang sesuai dengan musimnya. Bayangkan jika tiba-tiba salju turun di musim panas atau hujan deras mengguyur saat panen, semuanya menjadi kacau. Amsal 26:1 memakai gambaran ini untuk menyampaikan kebenaran moral: ada hal-hal yang tidak pada tempatnya, dan salah satunya adalah memberi kehormatan kepada orang bebal. Dalam dunia yang sering membingungkan antara popularitas dan kebijaksanaan, firman Tuhan mengajak kita untuk melihat lebih dalam.
Penulis Amsal menggunakan dua ilustrasi alam: salju di musim panas dan hujan di musim panen. Kedua fenomena itu tidak hanya tidak cocok, tetapi juga merusak. Salju bisa membunuh tanaman musim panas, dan hujan saat panen bisa merusak hasil kerja keras petani. Dengan cara yang sama, memberi kehormatan kepada orang bebal (orang yang menolak hikmat dan kebenaran) adalah tindakan yang berbahaya.
Dalam konteks Amsal, “orang bebal” bukan hanya orang bodoh secara intelektual, tetapi mereka yang menolak didikan, sombong, dan tidak takut akan Tuhan. Ketika mereka diberi kehormatan, yang terjadi bukanlah berkat, melainkan kekacauan. Mereka dapat menyalahgunakan posisi dan merusak komunitas di sekitarnya.
Renungan ini menantang kita untuk bijak dalam memberi pujian, tanggung jawab, atau posisi kepada seseorang. Jangan tergoda oleh penampilan luar atau kepopuleran, tetapi lihatlah hati dan hikmat hidupnya. Apakah orang itu hidup dalam takut akan Tuhan? Apakah dia bisa dipercaya untuk membawa berkat, bukan kerusakan? Sebaliknya, marilah kita juga bercermin. Apakah hidup kita layak menerima kepercayaan dan kehormatan dari Tuhan dan sesama? Mari terus bertumbuh dalam kerendahan hati dan hikmat dari firman Tuhan, agar ketika Tuhan mempercayakan kehormatan, kita menggunakannya untuk kebaikan dan kemuliaan-Nya. (YS)