preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

DIUBAH OLEH ANUGERAH

5 Oct 2026

[Yes. 59 & 60] [Ef. 3:1-21] [Mzm. 84] [Ams. 1:20-33]

(Galatia 1:11-24) 

Dalam dunia psikologi, orang dengan "growth mindset" (pola pikir berkembang) percaya bahwa karakter dan masa depan seseorang tidaklah permanen. Melalui proses,  kegagalan, dan kemauan untuk belajar, seseorang selalu bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Bagi kita orang percaya, pola pikir ini memiliki dasar yang jauh lebih kuat.  

Jika psikologi dunia mengandalkan kekuatan tekad manusia, maka kita mengandalkan charis (χάρις)—yaitu kasih karunia dan kuasa Allah yang sanggup mengubah hidup kita dari  
dalam secara luar biasa. Rasul Paulus adalah contoh nyata dari transformasi radikal ini. 

Dalam Galatia 1:13-14, ia secara jujur mengakui masa lalunya yang kelam. Ia adalah seorang penganiaya jemaat yang kejam. Secara manusiawi, orang-orang saat itu pasti memiliki "fixed mindset" terhadap Paulus dan berpikir: "Orang ini sudah mati hati nuraninya, ia tidak akan pernah berubah." 

Namun, Tuhan melihat Paulus dengan cara pandang yang beda. Tuhan memanggilnya oleh kasih karunia untuk memimpin sebuah misi yang baru (ayat 15-16). Hasilnya sangat luar biasa. Paulus yang tadinya membawa kehancuran, berubah menjadi pembawa berita damai. Jemaat yang dahulu ketakutan akhirnya bersaksi: "Ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman yang pernah hendak dibinasakannya" (ayat 23).  

Melalui kisah Paulus, kita belajar dua hal penting untuk membangun "growth mindset" rohani:  
1. Lepaskan Label Masa Lalu: Jangan biarkan kegagalan, dosa masa lalu, atau cap buruk dari orang lain menghentikan langkah kita. Di dalam Kristus, lembaran hidup kita selalu bisa ditulis ulang. 

2. Hargai Proses Belajar: Setelah bertobat, Paulus tidak langsung tampil di depan umum. Ia pergi ke Arab untuk menyendiri, merenung, dan mematangkan imannya (ayat 17). Pertumbuhan membutuhkan waktu dan kerendahan hati untuk dididik (Baca Ams.3:11-12). 

"Fixed mindset" berkata: "Saya memang sudah begini dari sananya, tidak bisa diubah lagi." Namun, "growth mindset" bersama Kristus berkata: "Masa lalu saya mungkin buruk, tetapi oleh anugerah-Nya, Tuhan belum selesai memproses saya."  

Hari ini, mari buka hati untuk dibentuk menjadi pribadi yang baru demi kemuliaan nama-Nya. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua! (JPT)