preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

DARI KETAKUTAN MENJADI PUJIAN

6 Mar 2026

[Bil. 12 & 13] [Mrk. 7:1-23] [Mzm. 59] [Ams. 22:7-16]

(Mazmur 59)

“Ya kekuatanku, bagi-Mu aku mau bermazmur; sebab Allah adalah kota bentengku, Allahku dengan kasih setia-Nya" (Mazmur 59:18)

Mazmur 59 ditulis dalam situasi genting ketika Daud dikejar dan hendak dibunuh oleh orang-orang suruhan Saul (bdk. 1 Sam. 19). Di tengah ancaman nyata, Daud tidak hanya bersembunyi secara fisik, tetapi juga berlindung secara rohani. Ayat 18 menjadi puncak pengakuannya: “Ya kekuatanku, bagi-Mulah aku mau bermazmur, sebab Allah adalah kota bentengku, Allahku dengan kasih setia-Nya.” Saat hidup terasa terjepit oleh masalah pelayanan, tekanan keluarga, atau pergumulan batin; kita sering fokus pada besarnya musuh. Namun Daud justru mengarahkan matanya kepada kebesaran Allah. Ia mengubah ketakutan menjadi pujian, dan kecemasan menjadi penyembahan.

Secara teologis, seruan “Ya kekuatanku” menunjukkan pengakuan personal bahwa sumber daya utama Daud bukan strategi, melainkan Tuhan sendiri. Kata “kota benteng” menggambarkan tempat perlindungan yang kokoh, bukan sekadar tempat singgah sementara. Dalam konteks Ibrani, benteng adalah simbol keamanan total dari serangan musuh. Lebih jauh, frasa “Allahku dengan kasih setia-Nya” ("hesed") menekankan perjanjian kasih Allah yang setia dan tidak berubah. Artinya, perlindungan Tuhan bukan sekadar tindakan sesaat, tetapi lahir dari relasi perjanjian yang penuh kasih. Daud menyanyi bukan karena masalahnya selesai, tetapi karena ia percaya pada karakter Allah yang setia. Iman sejati tidak menunggu situasi berubah; iman memuliakan Allah di tengah badai.

Secara praktis, ayat ini mengajar kita tiga hal: 
Pertama, jadikan Tuhan sebagai sumber kekuatan utama, bukan kemampuan diri.

Kedua, latih hati untuk memuji sebelum kemenangan terlihat. Pujian adalah pernyataan iman bahwa Allah tetap memegang kendali.

Ketiga, bangun relasi yang intim dengan Tuhan sehingga kita dapat berkata “Allahku,” bukan sekadar “Allah.” Ketika tekanan datang dalam pelayanan atau kehidupan pribadi, jangan biarkan ketakutan menjadi lagu hati kita. Biarlah pengakuan iman menjadi nyanyian kita: Tuhan adalah kekuatan dan kota benteng kita. (YS)