preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

MENEBUS WAKTU

7 Oct 2026

[Yes. 63 & 64] [Ef. 5:1-33] [Mzm. 86] [Ams. 2:10-22]

Di sebuah desa di lereng gunung, hiduplah seorang petani bernama Pak Sigap. Setiap tahun, ia menantikan datangnya musim hujan pertama, yaitu saat tanah cukup basah untuk ditanami padi. Ada satu hal penting pada masa ini, yaitu: jendela waktu itu tidak lama. Hanya sekitar dua minggu sejak hujan pertama turun, tanah berada dalam kondisi ideal untuk ditanami. Lewat dari masa itu, tanah akan terlalu basah atau justru mengeras kembali, sehingga hasil panen akan jauh berkurang. 

Lain halnya dengan tetangganya, Pak Tunda , ia senang menunda-nunda. "Masih ada waktu," katanya, sambil sibuk dengan urusan lain yang kelihatan penting namun sebenarnya bisa ditunda. Ia menanam juga, tapi terlambat. Hasilnya, panennya jauh lebih sedikit dari Pak Sigap, bukan karena bibitnya buruk atau tanahnya kurang subur, tetapi karena ia gagal mengenali bahwa waktu yang tepat itu terbatas dan tidak akan terulang kembali.

Realita inilah yang ditegaskan Paulus dalam Efesus 5:15-16: "Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat." Kata Yunani yang diterjemahkan "mempergunakan waktu" adalah istilah yang berarti "membeli kembali" atau "menebus." Ini adalah gambaran seorang pedagang yang melihat kesempatan langka dan segera mengambil kesempatan itu sebelum berlalu, sebab ia tahu kesempatan seperti itu tidak datang dua kali.

Seperti musim tanam Pak Sigap, hidup kita pun memiliki jendela kesempatan yang terbatas: waktu untuk memperbaiki hubungan yang retak, waktu untuk melayani sesama, waktu untuk bertumbuh dalam iman, waktu untuk menyatakan kasih kepada orang terkasih. Semuanya memiliki musimnya, dan musim itu tidak menunggu kita untuk siap. 

Paulus mengingatkan bahwa zaman ini jahat, penuh distraksi, dan alasan yang tampak masuk akal untuk menunda hal yang benar-benar penting. Namun orang yang bijak, seperti Pak Sigap, tidak menunggu kondisi sempurna. Ia mengenali musimnya, lalu bertindak.

Pertanyaannya bagi kita hari ini: musim kesempatan apa yang sedang terbuka di hadapan kita sekarang? dan apakah kita akan menebusnya, atau membiarkannya berlalu seperti Pak Tunda? AMIN (ES)