preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

JANGAN MENINDAS ORANG LEMAH

8 Sep 2026

[Yes. 5 & 6] [1Kor. 13:1-13] [Mzm. 62] [Ams. 22:22-29]

"Janganlah merampasi orang lemah, karena ia lemah, dan janganlah menginjak-injak orang yang berkesusahan di pintu gerbang" (Amsal 22:22)

Kehidupan sering kali memperlihatkan ketidakadilan: orang yang kuat memiliki lebih banyak kesempatan, sementara mereka yang lemah dan miskin sering tidak memiliki ruang untuk menyuarakan haknya. Dalam situasi seperti ini, manusia mudah tergoda menggunakan kekuatan, jabatan, pengetahuan, atau kekayaan untuk mengambil keuntungan dari mereka yang tidak berdaya. Amsal 22:22 mengingatkan kita bahwa bagaimana kita memperlakukan orang lemah merupakan bagian penting dari kehidupan yang berkenan kepada Tuhan.

Secara teologis, ayat ini berkata, “Janganlah merampasi orang yang lemah, karena ia lemah, dan janganlah menginjak-injak orang yang sengsara di pintu gerbang.” Kata “merampasi” menunjukkan tindakan mengambil keuntungan atau merampas hak orang lain karena mereka berada dalam posisi yang tidak mampu melawan. Sementara “pintu gerbang” pada zaman itu merupakan tempat berlangsungnya urusan hukum dan sosial. Dengan demikian, ayat ini bukan hanya berbicara tentang belas kasihan pribadi, tetapi juga tentang keadilan sosial. Tuhan berpihak kepada mereka yang tertindas dan menghendaki umat-Nya menggunakan kekuatan bukan untuk menindas, melainkan untuk melindungi. Kelemahan seseorang tidak pernah menjadi alasan yang sah untuk memperlakukannya secara tidak adil.

Karena itu, marilah kita memeriksa cara kita memperlakukan orang lain, terutama mereka yang memiliki posisi lebih lemah daripada kita. Jangan memanfaatkan kelemahan seseorang demi keuntungan pribadi. Jangan menggunakan jabatan untuk menekan bawahan, pengetahuan untuk memperdaya orang yang kurang tahu, atau kekayaan untuk mengambil hak mereka yang berkekurangan. Sebaliknya, gunakan apa yang Tuhan percayakan untuk menolong, membela, dan menguatkan sesama. Ukuran keberhasilan hidup bukan hanya seberapa tinggi kita berada, tetapi juga seberapa banyak orang yang menjadi lebih kuat karena kehadiran kita. (YS)