preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

RAHASIA HIDUP BERKEMENANGAN

15 Jun 2026

[2Raj. 18 & 19] [Yoh. 14:15-31] [Mzm. 131-132] [Ams. 24:15-22]

(2 Raja-Raja 18:1-12)

Hidup di dunia ini penuh dengan tantangan, ancaman dan godaan yang dapat menggoyahkan iman. Namun, Alkitab memberikan banyak teladan tentang bagaimana seseorang dapat hidup dalam kemenangan di tengah situasi sulit. Salah satu figur yang patut diteladani adalah Raja Hizkia. Dalam 2 Raja-Raja 18:1-12, kita melihat bagaimana Hizkia mampu membawa Yehuda mengalami kemenangan rohani meski berada di zaman yang penuh penyimpangan. Ada dua prinsip penting yang dapat kita pelajari untuk meraih hidup berkemenangan.

Pertama, Mengandalkan Tuhan Sepenuh Hati: "Ia percaya kepada TUHAN, Allah Israel, sehingga di antara semua raja-raja Yehuda sesudah dan sebelumnya, tidak ada yang sama seperti dia" (2 Raja-Raja 18:5). 

Rahasia utama kemenangan Hizkia adalah keberaniannya untuk sepenuhnya mengandalkan Tuhan. Di tengah ancaman Asyur yang kuat dan ketidaksetiaan banyak raja sebelumnya, Hizkia memilih jalan iman. Ia tidak bersandar pada kekuatan militer, kekayaan, atau aliansi politik, tetapi kepada Allah yang hidup. Dalam 2 Raja-Raja 18:6 dikatakan, “Ia berpaut kepada TUHAN dan tidak menyimpang daripada-Nya, dan ia berpegang pada segala perintah yang telah diperintahkan TUHAN kepada Musa.” Keteguhan hatinya ini menunjukkan bahwa kemenangan sejati tidak berasal dari kekuatan manusia, melainkan dari ketetapan hati yang berpaut kepada Allah.

Aplikasi bagi kita saat ini, dalam menghadapi berbagai persoalan — baik di pelayanan, keluarga, maupun pekerjaan — janganlah kita mengandalkan kekuatan diri sendiri. Mazmur 20:8 mengingatkan, “Orang ini memegahkan kereta, orang itu kuda, tetapi kita menyebut nama TUHAN, Allah kita”. Kemenangan orang percaya ditentukan oleh seberapa teguh hati kita bergantung kepada Tuhan. Saat kita menjadikan Allah sebagai sandaran utama, maka pertolongan-Nya akan nyata, dan kita mampu melewati badai hidup dengan kemenangan.

Kedua, Berani Melakukan Pembaharuan Rohani: "Ia menjauhkan bukit-bukit pengorbanan, menghancurkan tugu-tugu berhala dan menebang tiang-tiang berhala, bahkan menghancurkan ular tembaga yang dibuat Musa, sebab orang Israel sampai waktu itu membakar korban kepadanya" (2 Raja-Raja 18:4). 

Hizkia tidak hanya beriman, tetapi juga bertindak nyata dengan melakukan reformasi rohani di Yehuda. Ia membersihkan bangsa itu dari praktik-praktik penyembahan berhala yang telah mendarah daging. Bahkan benda keagamaan yang dulu dipakai Allah seperti ular tembaga pun dihancurkan, karena telah disalahgunakan umat. Tindakan Hizkia menunjukkan bahwa kemenangan tidak akan terjadi jika dosa masih dibiarkan dan kompromi masih dipelihara. Pembaharuan rohani adalah langkah wajib untuk membuka jalan bagi pertolongan dan pemulihan Tuhan.

Dalam kehidupan kita, sering kali kekalahan rohani terjadi karena kita membiarkan kebiasaan dosa kecil tetap bertahan. Ibrani 12:1 menasihati, “Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita.” Setiap anak Tuhan perlu berani mengevaluasi diri dan membereskan segala hal yang menghambat pertumbuhan rohani. Saat hati kita bersih dan kembali murni di hadapan Allah, maka kuasa-Nya akan bekerja dengan dahsyat, dan kemenangan demi kemenangan akan menjadi bagian hidup kita.

Hidup berkemenangan bukanlah sekadar slogan, tetapi hasil nyata dari keputusan untuk berpaut kepada Allah sepenuh hati dan berani melakukan pembaharuan rohani. Raja Hizkia adalah bukti bahwa di tengah situasi gelap sekalipun, kemenangan tetap mungkin asalkan kita setia berjalan bersama Tuhan. 

Mari jadikan kehidupan kita sebagai wadah di mana kuasa Tuhan dinyatakan, dan biarlah setiap langkah kita membawa kemenangan yang memuliakan nama-Nya: “Tetapi syukur kepada Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya” (2 Korintus 2:14). (LKH)