preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

TETAP TEGUH SAAT LAYU

25 Apr 2026

[Hak. 18 & 19] [Luk. 14:1-14] [Mzm. 103] [Ams. 10:1-11]

"Tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan" (Mazmur 102:28)

Mazmur 102 adalah potret kejujuran jiwa yang remuk. Pemazmur tidak memakai "topeng rohani"; ia mengaku hatinya layu seperti rumput (ay. 5). Dalam bahasa Ibrani, ia menyebut dirinya sebagai ’anî (orang yang tertindas). Ia merasa hidupnya kalah (ay. 4: habis/lenyap).  

Namun, ia bangkit saat mengakui bahwa Allah itu "Yashab" (ay. 13: bertahta tetap) dan "Ve Attah Hu" (ay. 28: Engkau tetap sama). Saat dunia berguncang, Allah adalah satu-satunya objek yang tidak berubah.  

Pemazmur mengajarkan beberapa langkah praktis agar kita dapat berpaling pada Allah dan tetap teguh di saat kita merasa hancur, tidak berharga, lelah tak berdaya: 

Pertama, Lakukan Buang Sampah Emosi: Jangan berdoa dengan kata-kata yang "rapi". Jadilah jujur seperti pemazmur yang merinci rasa sedihnya, rasa kehancurannya. Tuliskan atau ucapkan secara detail setiap beban kita —mulai dari tagihan yang membebani hingga  kelelahan fisik. Mengeluarkan "sampah emosi" adalah langkah awal memberi ruang untuk merasakan ketenangan bersama Tuhan.  

Kedua, Grounding pada "Apa yang Tetap": Saat cemas akan masa depan, "paksa" pikiran kita kembali pada satu janji Tuhan yang sudah terbukti. Katakan: "Perasaanku  
berantakan, tapi kasih setia Tuhan ("Ve-Attah Hu") tidak berubah hari ini." Fokuslah hanya pada kekuatan untuk satu hari ini, bukan setahun ke depan. 
 
Ketiga, Berhenti Menjadi "Tuhan" bagi Diri Sendiri: Kelelahan sering muncul karena kita merasa harus mengendalikan segalanya. Akuilah keterbatasan kita sebagai "rumput"  
yang fana. Tidurlah atau beristirahatlah tanpa rasa bersalah; itu adalah tindakan iman yang mengakui bahwa Tuhanlah yang bertahta ("Yashab"), bukan kontrol kita. 
 
Keempat, Terhubung dengan Sesama: Pemazmur mengingat "angkatan yang akan datang" (ay.  
19). Jangan mengisolasi diri. Seringkali, cara praktis Tuhan memulihkan kita adalah melalui dukungan fisik atau telinga yang mendengarkan dari sahabat dan komunitas iman. 
 
Di tengah dunia yang menuntut kesempurnaan dan penuh ketidakpastian, ingatlah bahwa  
Tuhan tidak sedang ikut panik. Ia tetap bertahta. Janji dan kasih setiaNya tetap sampai selama-lamanya. Hari ini pun Dia menyertaimu, mengasihimu dan memeliharamu! Amen, Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua. (JPT)