preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

KETIKA KETAATAN DIUJI OLEH KETERIKATAN

2 May 2026

[1Sam. 7 & 8] [Luk. 17:20-37] [Mzm. 107:1-22] [Ams. 12:1-9]

(Lukas 17:20-37) 

"Ingatlah akan istri Lot"
(Lukas 17:32) 

Dalam konteks kedatangan Anak Manusia, Yesus mengingatkan kita: "Ingatlah akan istri Lot". Istri Lot sudah taat, ketika kedua malaikat itu mendesak Lot: "Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada disini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini"  [Kejadian 19:15]. 

Waktu itu dia bersama kedua anaknya sudah ikut bersama-sama Lot keluar dari kota Sodom yang akan dihukum Allah. Tetapi istri Lot tidak taat terhadap pesan malaikat Tuhan bahwa mereka tidak boleh menoleh kebelakang [Kejadian 19:17]. 
Istri Lot berjalan mengikutinya, menoleh kebelakang, lalu menjadi tiang garam [Kejadian 19:26]

Yang membuat istri Lot gagal sebenarnya karena hatinya masih mencintai Sodom, sehingga jiwanya masih terikat dengan harta kekayaan dan kenyamanan hidup disana, sehingga ketika ketaatannya diuji oleh keterikatan pada hal-hal duniawi, istri Lot gagal.

Untuk itu, supaya kita tetap taat dan setia sampai akhir dan tidak mengalami apa yang dialami istri Lot, maka kita harus melepaskan keterikatan kita itu. Ketaatan kita juga sedang diuji oleh keterikatan kita kepada hal-hal duniawi

Sebab kedatangan Anak Manusia sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung yang lain [ayat 24], sama seperti terjadi pada zaman Nuh [ayat 25]. "Demikian juga di zaman Lot, di mana mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanan dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah api dan hujan belirang dari langit dan membinasakan mereka semua.
Demikianlah halnya kelak  pada hari, dimana Anak Manusia menyatakan diri-Nya" [ayat 28-30]. 

Untuk itu pesan-Nya bagi kita: "Barangsiapa pada hari itu sedang diperanginan diatas rumah dan barang-barangnya ada didalam rumah, janganlah turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang diladang janganlan kembali" [ayat 31]. Pesan itu mengandung makna dimana Dia sedang mengajak kita supaya hidup kita tidak terikat kepada hal-hal duniawi, tetapi hanya fokus untuk Kristus, dan melepaskan keterikatan kita terhadap perkara-perkara dunia.

Oleh sebab itu supaya kita siap, jika kelak pada hari di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya, yang digambarkan begitu cepat seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu keujung yang lain, maka:  
"Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada didalam orang itu. Sebab semua yang ada didalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa melainkan dari dunia. 
Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya" [1 Yohanes 2:16-18], AMIN. Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. (SS)