preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

KETAATAN YANG MEMBAWA PERUBAHAN

9 Jul 2026

[2Taw. 12 & 13] [Kis. 9:1-19a] [Mzm. 7] [Ams. 3:1-10]

(Kisah Para Rasul 9:1-19a)

Di dalam kisah pertobatan Saulus yang pada akhirnya menjadi Paulus, yang adalah salah satu Rasul yang paling berdampak besar bagi pengabaran Injil, tidak lepas dari satu sosok yaitu Ananias.

Apa yang dapat kita pelajari dari kisah ini ? 

Pertama, Tuhan dapat memakai orang yang sederhana. Tuhan dalam melakukan rencana-Nya seringkali memakai orang-orang yang sederhana. Yang mungkin tidak diperhitungkan manusia.  Contohnya adalah Maria, ibu Yesus, dan Ananias.
Ananias adalah seorang yang sederhana. Bukan nabi besar atau terkenal. Tapi Ananias dipakai Tuhan untuk suatu pekerjaan yang dapat berdampak besar. Yaitu berperan penting di dalam pertobatan Paulus.

Kedua, Iman yang mengalahkan ketakutan. Pada saat Tuhan menyuruh Ananias untuk menjumpai Saulus, seseorang yang terkenal keras, membunuh dan menganiaya murid Yesus, pasti ada ketakutan di dalam diri Ananias. Hal ini terlihat di dalam Kisah Rasul 9:13-14. 

Namun, Tuhan memberitahukan rencana-rencana-Nya dan apa yang sedang dan akan terjadi dalam pribadi Saulus, yaitu bahwa :
* Saulus sedang berdoa (ay. 11)
* Saulus mendapat penglihatan bahwa Ananias akan datang, menumpangkan tangan atasnya dan ia dapat melihat kembali (ay. 12)
* Saulus akan menjadi alat pilihan Tuhan untuk memberitakan nama-Nya (ay. 15).

Setelah mendengar perkataan yang Tuhan berikan, Ananias memiliki iman percaya kepada Tuhan yang luar biasa. Ia pergi menemui Saulus mengalahkan ketakutannya. Ia menyaksikan apa yang dikatakan Tuhan dan imannya diteguhkan. 

Ketiga, Ketaatan yang mengubahkan. 
Walaupun Saulus adalah orang yang sudah berbuat kejahatan terhadap pengikut Yesus, tapi Ananias taat kepada Firman Tuhan untuk mengampuni, menerima dan menyebut Saulus dengan sebutan "saudaraku", serta melakukan perintah Tuhan untuk menumpangkan tangannya agar Saulus dapat melihat kembali dan penuh Roh Kudus. Hal ini juga sangat mempengaruhi Saulus yang pasti punya ketakutan yaitu ditolak dan dibenci akibat dari perbuatannya di masa lalu. Tapi ternyata diterima sebagai seorang saudara, sehingga kekuatannya dipulihkan. 

Keempat, Hanya orang yang taat yang dipakai Tuhan. Ketaatan Ananias secara manusia mungkin adalah sebuah kebodohan, yaitu mendatangi orang yang sudah terkenal dan terbukti melakukan kejahatan. Kedatangan Saulus ke Damsyik ini pun untuk mencari pengikut Yesus. Jadi ada risiko Ananias dianiaya atau dibunuh. Tapi karena iman percayanya kepada Tuhan dan ketaatannya membuat rencana Tuhan dapat berjalan dengan baik.

Sebelum alami perjumpaan secara pribadi dengan Yesus, Saulus berpikir bahwa ia sedang menjalani hidup yang taat membela Allah, yaitu dengan menganiaya pengikut Yesus. Dulu, ia memiliki pengertian tentang kebenaran yang salah. Kemudian ia mengalami transformasi total percaya Yesus Kristus sebagai Tuhan. Keputusannya penuh dengan risiko. Ia menjadi sasaran para ahli Taurat dan orang Farisi untuk dibunuh. Di sisi lain, Saulus juga mengambil risiko bila ada pembalasan dari pengikut Yesus yang dulu dianiaya. Ketaatannya mau mengikut Yesus membuat Saulus diubah menjadi Paulus yang dipakai Tuhan secara luar biasa.

Ketaatan adalah bukti iman kita kepada Tuhan. Di dalam ketaatan biasanya ada harga yang harus dibayar. Ketaatan itu dinyatakan dalam perbuatan/tindakan. Iman tanpa perbuatan adalah mati (Yak. 2:26). Dan di dalam Yakobus 2:20 dikatakan bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong.

Ketaatan untuk melakukan perintah Tuhan adalah bukti kasih kita kepada Tuhan. Seperti tertulis di dalam kitab Yohanes 14:15: "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku."

Ketaatan kita kepada kebenaran, membuat orang lain dapat memuliakan Tuhan dan dapat saling mengasihi satu sama lain dengan tulus. Hal ini tertulis di dalam 1 Petrus 1:22: "Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu."

Setiap kita diciptakan Tuhan dengan tujuan, yaitu untuk ikut ambil bagian dalam rencana Tuhan dan memuliakan nama-Nya. Marilah kita memiliki iman percaya yang dinyatakan dengan ketaatan kita akan perintah Tuhan. Dengan demikian, kita dapat melakukan perbuatan baik yang sudah dipersiapkan Tuhan sebelumnya (Ef. 2:20). Karena hanya orang-orang yang taat yang dapat dipakai Tuhan untuk melakukan rencana-Nya. Mari kita mengikuti teladan ketaatan yang sudah Tuhan Yesus lakukan yaitu tertulis di dalam surat Filipi 2:8-11: "Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!"
Amin. (VG)