preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

JUST THE WAY YOU ARE

5 Nov 2026

[Rat. 3 & 4] [Tit. 3:1-15] [Mzm. 110] [Ams. 13:9-17]

"Ada orang yang berlagak kaya, tetapi tidak mempunyai apa-apa, ada pula yang berpura-pura miskin, tetapi hartanya banyak" (Amsal 13:7)

Firman Tuhan hari ini mengingatkan tentang orang yang berpura-pura dalam menjalani hidupnya, ada yang berpura-pura kaya, ada pula yang berpura-pura miskin. Mereka yang hidup dengan cara seperti ini tidak akan tenang dalam hidupnya, mereka takut dinilai oleh orang tentang keadaan mereka yang sesungguhnya. Mereka hidup dengan memakai topeng agar tampak seperti yang mereka inginkan tentang cara orang melihat mereka. Sebenarnya menjalani peran yang demikian tentunya akan melelahkan karena berupaya untuk menentang keadaan yang sebenarnya, lebih jauh lagi mereka tidak dapat menerima diri sendiri dan bersembunyi dibalik topeng itu. Banyak hal yang menjadi alasan untuk hidup dengan cara demikian, trauma, doktrin dari orang tua, kesombongan, takut realita , bisa menjadi penyebabnya.

Orang yang berlagak kaya ingin dipandang sebagai orang kaya, padahal sebenarnya tidak mempunyai apa-apa. Ada kemungkinan ia sering direndahkan oleh karena keadaaan ekonominya sehingga ia ingin keluar dari situasi itu. Ia ingin dipandang kaya dan dikagumi oleh orang lain. Akibatnya ia menutupinya dengan memamerkan “kekayaan”nya. Apalagi sekarang media sosial sangat marak, ini dapat menjadi sarana untuk pamer, apalagi banyak followers dan likersnya, bisa membuat hati berbunga-bunga. Ada pula yang suka mentraktir, ada yang suka membual, dan sebagainya.

Sebaliknya orang yang berpura-pura miskin, takut ketahuan kalau sebenarnya memiliki banyak harta. Mereka tidak ingin dipandang sebagai orang kaya bukan karena rendah hati. Mereka ikut menikmati fasilitas yang sebenarnya diperuntukkan kepada orang miskin padahal mereka mampu untuk membayar fasilitas yang lebih baik. Mereka hidup seperti orang yang tidak punya uang, akhirnya tidak menggunakan uang yang sudah mereka kumpulkan dengan susah payah dengan sepantasnya. Mereka takut hartanya dimanfaatkan oleh orang lain.

Dari kedua kondisi di atas, orang yang hidup seperti itu memiliki keterikatan yang perlu dilepaskan. Bawalah ketakutan yang bercokol di dalam diri kepada Yesus, Ia sanggup melepaskan, membebaskan ikatan itu dan menjadikan kita ciptaan baru di dalam Dia, jika kita bersedia. 

Janganlah keterikatan terhadap hal-hal duniawi menghalangi rencana Tuhan dalam hidup ini. Jalanilah hidup sebagaimana adanya yang Tuhan sudah berikan untuk kita, just the way you are.  Bersyukurlah selalu bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia. (AD)