preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

MENABUR KEBAIKAN, MENUAI BERKAT

2 Oct 2026

[Yes. 53 & 54] [Gal. 6:1-18] [Mzm. 81] [Ams. 31:10-31]

"Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah" (Galatia 6:9)

Kehidupan orang percaya tidak pernah dimaksudkan untuk dijalani seorang diri. Galatia 6:1–10 memperlihatkan bahwa iman kepada Kristus seharusnya menghasilkan kepedulian terhadap sesama. Ketika seseorang jatuh dalam kesalahan, orang percaya dipanggil untuk menolong memulihkannya dengan kelemahlembutan, bukan mempermalukannya. Hal ini menunjukkan bahwa kasih tidak hanya berbicara tentang perasaan, tetapi juga tentang kesediaan untuk hadir, menolong, menopang, dan membawa seseorang kembali kepada jalan yang benar.

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang memiliki pergumulan yang berbeda. Ada yang sedang menghadapi masalah keluarga, tekanan pekerjaan, persoalan ekonomi, kekecewaan, atau pergumulan rohani yang tidak terlihat oleh orang lain. Karena itu, Galatia 6:2 mengajarkan pentingnya saling menanggung beban. Menanggung beban bukan berarti mengambil alih seluruh persoalan orang lain, melainkan memberikan dukungan, perhatian, doa, waktu, dan pertolongan yang sesuai dengan kemampuan. Kepedulian sederhana dapat menjadi alat Tuhan untuk memberikan kekuatan kepada seseorang yang hampir menyerah.

Sebatang pohon yang masih muda sering kali membutuhkan penyangga agar dapat bertumbuh tegak ketika diterpa angin. Penyangga tersebut tidak menggantikan proses pertumbuhan pohon, tetapi membantu pohon melewati masa yang rapuh sampai akarnya semakin kuat. Demikian pula kehadiran orang percaya dalam kehidupan sesama. Ada saatnya seseorang membutuhkan dukungan untuk dapat berdiri kembali. Pertolongan yang diberikan dengan kasih dapat menjadi penyangga yang membuat seseorang mampu bertahan sampai kekuatannya kembali.

Galatia 6 juga mengingatkan bahwa kehidupan memiliki prinsip tabur dan tuai. Setiap tindakan, perkataan, keputusan, dan sikap merupakan benih yang sedang ditaburkan. Orang yang menabur dalam Roh akan menuai kehidupan yang berasal dari Roh, sedangkan kejahatan yang terus dipelihara akan membawa konsekuensinya sendiri. Karena itu, hidup tidak seharusnya dikendalikan oleh hasil yang segera terlihat. Kebaikan yang dilakukan dengan tulus terkadang tampak seperti tidak menghasilkan apa-apa, tetapi Tuhan melihat setiap benih yang ditaburkan.

Aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari adalah membangun kebiasaan untuk tetap melakukan kebaikan sekalipun tidak selalu mendapatkan penghargaan. Kesediaan mengampuni, membantu seseorang yang membutuhkan, memberikan perhatian kepada mereka yang kesepian, mendoakan orang lain, serta menggunakan kesempatan untuk melakukan kebaikan merupakan bentuk nyata dari kehidupan yang menabur dalam Roh. Galatia 6:10 menegaskan agar kesempatan untuk berbuat baik tidak disia-siakan, terutama kepada mereka yang hidup dalam keluarga yang seiman.

Pada akhirnya, perjalanan iman bukan hanya tentang seberapa banyak yang telah diterima dari Tuhan, tetapi juga tentang seberapa banyak kehidupan menjadi berkat bagi orang lain. Tidak semua benih kebaikan akan langsung terlihat hasilnya. Ada benih yang membutuhkan waktu untuk bertumbuh sebelum menghasilkan buah. Karena itu, jangan membiarkan kekecewaan membuat hati berhenti berbuat baik. Tuhan mengetahui setiap pengorbanan, setiap pertolongan, setiap doa, dan setiap kebaikan yang dilakukan dengan hati yang tulus.

Sahabat HBC yang Tuhan Yesus kasihi,tetaplah menabur kebaikan. Tetaplah menguatkan yang lemah. Tetaplah memulihkan yang jatuh dengan kasih. Jangan menyerah hanya karena hasil belum terlihat. Waktu Tuhan selalu tepat, dan tidak ada kebaikan yang dilakukan di dalam Tuhan yang sia-sia. Ketika kehidupan terus dipakai untuk menjadi berkat, pada waktunya Tuhan sendiri yang akan menghadirkan tuaian yang indah….tetap semangat dan Tuhan Yesus memberkati. (DSP)