MENGEJAR HIKMAT, BUKAN SEKADAR PENGETAHUAN
12 Jul 2026
[2Taw. 18 & 19] [Kis. 10:24-48] [Mzm. 10] [Ams. 4:1-9]
"Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian"
(Amsal 4:7)
Dalam Amsal pasal 4, Salomo menasihati anak-anaknya untuk menjadikan hikmat sebagai harta yang paling berharga. Di tengah dunia yang menghargai pengetahuan, kekayaan, dan kedudukan, firman Tuhan mengajarkan bahwa yang paling utama adalah memiliki hikmat yang berasal dari Allah. Hikmat bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan sesuatu yang harus dicari, dihargai, dan dimiliki. Dari Amsal 4:7, kita menemukan tiga kebenaran penting tentang hikmat.
Pertama, Hikmat adalah kebutuhan utama dalam hidup.
Salomo berkata, "Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat." Ini menunjukkan bahwa prioritas utama orang percaya bukanlah harta, jabatan, atau kepandaian, melainkan hikmat dari Tuhan. Hikmat memampukan seseorang membedakan yang benar dan yang salah, serta mengambil keputusan yang sesuai dengan kehendak Allah. Tanpa hikmat, pengetahuan saja tidak cukup untuk menjalani hidup dengan benar.
Kedua, Hikmat harus dicari dengan sungguh-sungguh.
Firman Tuhan berkata, "dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian." Kalimat ini menunjukkan bahwa memperoleh hikmat memerlukan usaha, kerinduan, dan komitmen. Hikmat Allah diperoleh melalui rasa takut akan Tuhan, belajar firman-Nya, doa, dan ketaatan. Semakin seseorang hidup dekat dengan Tuhan, semakin ia dibentuk menjadi pribadi yang berhikmat.
Ketiga, Hikmat menghasilkan kehidupan yang benar.
Hikmat bukan hanya memenuhi pikiran, tetapi mengubah cara hidup. Orang yang berhikmat akan berbicara dengan bijaksana, mengambil keputusan dengan benar, dan hidup yang memuliakan Tuhan. Karena itu, hikmat selalu terlihat melalui karakter dan tindakan, bukan hanya melalui banyaknya pengetahuan yang dimiliki.
Amsal 4:7 mengingatkan kita untuk menjadikan hikmat sebagai prioritas utama dalam hidup. Di tengah dunia yang menawarkan banyak pengetahuan, marilah kita terus mencari hikmat yang berasal dari Tuhan melalui firman-Nya dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Sebab orang yang memiliki hikmat ilahi akan mampu menjalani hidup sesuai kehendak Allah dan menjadi berkat bagi sesamanya, Amin. Tuhan Yesus Memberkati. (SG)