preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

Menjaga Hati dan Iman di Tengah Ujian Hidup

9 Aug 2026

[Ayb. 5 & 6] [Kis. 28:17-31] [Mzm. 35:1-10] [Ams. 14:10-17]

Dari Bacaan Alkitab hari ini kita dapat belajar bahwa hidup sering membawa kita ke situasi yang sulit: penderitaan fisik (Ayub), ketidakadilan dari sesama (Daud), pembatasan ruang gerak (Paulus), atau kebingungan arah (Amsal). 

Bagaimana kita meresponinya?  

Pertama, Menguji Jalan dengan Hikmat Tuhan (Amsal 14 & Ayub 5–6).
Amsal 14:12 menyebut derek (ך ֶר ֶדּ - jalan) yang disangka lurus tetapi berujung maut. Jangan bersandar pada logika sendiri atau penghakiman dangkal seperti Elifas kepada Ayub. Saat menderita, Ayub mengekspresikan "mar" (bhs. Ibrani dari kepahitan/sakit hati) secara jujur  kepada Allah (Ayb. 6:2-4).  
Aplikasi: Jangan memendam luka atau berpura-pura kuat. Bawa rasa sakit kita secara jujur dalam doa, bukan sekadar mengeluh di media sosial.  

Kedua, Menyerahkan Pembelaan kepada Tuhan (Mazmur 35).
Saat difitnah, Daud berdoa: "Peganglah perisai besar dan perisai kecil" (Mzm. 35:2). Kata "tsinnah" (הָנִּצ) merujuk pada perisai besar yang melindungi seluruh tubuh. Daud memilih mundur dari balas dendam dan membiarkan Tuhan menjadi pelindung totalnya.  
Aplikasi: Ketika nama baik kita difitnah, dijatuhkan, diamlah. Jangan membalas fitnah dengan fitnah. Biarkan keadilan Tuhan bekerja pada waktu-Nya.  

Ketiga, Tetap Setia bagi Kerajaan Allah (Kisah Para Rasul 28)
Paulus menjadi tahanan rumah di Roma, namun ia tetap mengajar dengan parrēsia (παρρησία: keberanian/kemerdekaan penuh) tanpa rintangan (Kis. 28:31). Secara fisik ia dipenjara, tetapi roh dan misinya tidak pernah terbelenggu.  
Aplikasi: Keterbatasan ekonomi, fisik, atau intimidasi lingkungan bukanlah alasan untuk berhenti berdampak. Tetaplah bagikan kasih Kristus kepada orang-orang di sekitar kita  
melalui tindakan nyata.  

Kesimpulan :  
Ujian dalam kehidupa kita dirancang bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk memurnikan iman kita. Mari jaga hati dengan hikmat-Nya, serahkan pembelaan pada kuasa-Nya, dan terus melangkah bagi kemuliaan-Nya, Amen.  

Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua! (JPT)