preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

ANTENA HATI

7 Sep 2026

[Yes. 3 & 4] [1Kor. 12:1-31] [Mzm. 61] [Ams. 22:17-21]

Bagi kita yang mengalami jaman radio, tentu kita mengerti bahwa radio hanya bisa menangkap siaran dengan jernih kalau antenanya diarahkan dengan tepat. Salah sedikit saja posisinya, suara yang keluar hanya ‘kemesrek’. Banyak orang hidup seperti radio yang antenanya salah arah, telinga mereka terbuka, tetapi tidak benar-benar mengarah kepada sumber yang tepat, sehingga yang tertangkap hanyalah kebisingan dunia, bukan suara hikmat. 

Amsal 22:17-19 mengajak kita untuk mengarahkan kembali "antena" hati kita kepada perkataan orang bijak. Dari ayat-ayat ini, kita bisa belajar:
 
Pertama: Dengarkan dengan sungguh-sungguh.  Ayat 17 berkata, "Condongkanlah telingamu dan dengarkanlah perkataan orang bijak." Mendengar di sini bukan sekadar mendengar sambil lalu, melainkan sikap hati yang mau berhenti dan memberi perhatian penuh. Di tengah dunia yang penuh distraksi: notifikasi, berita, opini yang saling bersahutan, mendengarkan hikmat dengan sungguh-sungguh adalah tindakan yang butuh perencanaan dan keputusan.

 
Kedua: Simpan dalam hati, bukan hanya di kepala.  Ayat 18 menegaskan bahwa firman itu harus disimpan "dalam hatimu" agar selalu siap "pada bibirmu." Pengetahuan yang hanya berhenti di kepala mudah menguap ketika ujian datang. Tetapi kebenaran yang tersimpan dalam hati akan keluar secara alami saat dibutuhkan, seperti seseorang yang sudah lama berlatih akan bergerak refleks tanpa perlu berpikir panjang.
 
Ketiga: Arahkan kepercayaan kepada TUHAN.  Ayat 19 menutup dengan tujuan utamanya: "supaya engkau menaruh kepercayaanmu kepada TUHAN." Semua hikmat, nasihat, dan pengajaran sejatinya bukan tujuan akhir, melainkan jalan yang mengarahkan hati kembali kepada Tuhan sebagai sumber kebenaran dan kekuatan yang sesungguhnya.

 
Seperti antena yang perlu terus disetel ulang agar tetap menangkap siaran dengan jernih, hati kita pun perlu terus-menerus diarahkan kembali kepada hikmat Tuhan. Bukan sekali untuk selamanya, tetapi sebuah kebiasaan harian: mendengar, menyimpan, dan mempercayakan hidup sepenuhnya kepada-Nya, AMIN.  (ES)