preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

PILIHLAH HARI INI

16 Apr 2026

[Yos. 24 & Hak. 1] [Luk. 9:43b-62] [Mzm. 94] [Ams. 6:1-11]

"Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!" (Yosua 24:15)

Kata-kata ini diucapkan pada akhir hidup Yosua, ketika bangsa Israel sudah tinggal di tanah yang Tuhan janjikan. Mereka telah melihat banyak mukjizat Tuhan, seperti pembebasan dari Mesir, perjalanan di padang gurun, dan kemenangan di tanah Kanaan. Namun Yosua tahu bahwa semua pengalaman itu tidak otomatis membuat seseorang setia kepada Tuhan. Karena itu ia menantang bangsa itu untuk membuat keputusan yang jelas, yaitu siapa yang sebenarnya mereka layani.

Iman bukan sekadar identitas atau kebiasaan. Seseorang bisa saja lahir di keluarga Kristen, rajin ke gereja, bahkan terbiasa dengan hal-hal rohani, tetapi tetap belum sungguh-sungguh memilih Tuhan dalam hidupnya. Yosua tidak memaksa bangsa Israel, tetapi ia menunjukkan sikapnya dengan tegas: “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.” Ia lebih dulu mengambil keputusan pribadi untuk hidup setia kepada Tuhan, apa pun pilihan orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari, keputusan untuk mengikuti Tuhan sering muncul dalam hal-hal kecil. Ketika kita punya kesempatan untuk berbuat curang, kita memilih jujur karena takut akan Tuhan. Ketika kita sibuk dengan banyak pekerjaan, kita tetap meluangkan waktu untuk berdoa dan membaca firman Tuhan. Ketika lingkungan sekitar tidak hidup benar, kita tetap memilih hidup dalam kekudusan. Setiap hari sebenarnya adalah kesempatan untuk kembali memilih Tuhan.

Karena itu, pertanyaan dari Yosua tetap relevan bagi kita hari ini. Kepada siapa kita akan beribadah? Iman yang sejati bukan hanya keputusan yang pernah kita buat di masa lalu, tetapi keputusan yang terus kita perbarui setiap hari. Kiranya kita dapat berkata dengan keyakinan yang sama seperti Yosua, yaitu aku dan seisi rumahku akan beribadah kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. (EZ)