preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

MENGHORMATI KEHADIRAN DAN KEKUDUSAN TUHAN

17 May 2026

[2Sam. 6 & 7] [Luk. 24:36-53] [Mzm. 119:25-32] [Ams. 16:8-15]

"Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu" (2 Samuel 6:7)

Tabut Allah adalah tanda kehadiran Allah yang kudus di tengah umat-Nya. Pada saat itu di mana ada Tabut Allah maka di situ akan tercurah berkat dan kemenangan. Di mana Allah hadir, di situ ada kekudusan Allah yang tidak dapat diperlakukan sembarangan. Karena itu Allah sudah memberikan perintah tentang cara memindahkan Tabut Allah ke tempat lain.

Firman Tuhan yang kita baca hari ini terkesan keras. Bukankah Uza bermaksud baik? Agar Tabut Allah tidak jatuh terguling?
Apa yang dapat kita pelajari dari kasus ini? 

Pertama, Daud tidak meminta petunjuk Tuhan saat akan memindahkan Tabut. Daud mengatur semuanya sendiri dan bertindak menurut pikirannya sendiri dengan mengabaikan kehadiran Tuhan. Bukankah Tabut itu adalah tanda kehadiran Tuhan (Ay. 1 dan 2). 

Kedua, Tujuan atau niat yang baik tapi dilakukan dengan cara yang salah (Ay 3). Tuhan sudah menetapkan bahwa Tabut Allah itu seharusnya diangkut dengan kayu pengusung (Kel. 25:12-15). Bukan ditarik dengan kereta dan disamakan dengan barang yang lain. Dan yang mengangkut-Nya seharusnya adalah kaum Lewi dan tanpa menyentuh-Nya (Bil. 4:15). 

Ketiga, Menganggap caranya sendiri lebih baik dari perintah Tuhan.
Uza berpikir apa yang diperbuatnya benar. Dan mungkin kita juga berpikir demikian. Padahal di mata Tuhan itu tidak menghargai kekudusan-Nya. Tuhan ingin kita taat kepada Firman-Nya melebihi pikiran kita (Ay. 6). 

Dari ketiga kesalahan di atas, point utamanya adalah tidak menghormati kehadiran Tuhan dan kekudusan Tuhan.

Kita juga sering melakukan kesalahan seperti ini. Kita sering tidak peka dan mengabaikan hadirat Tuhan dan kekudusan-Nya. Contohnya adalah saat kita beribadah. Sering kita tidak bersungguh-sungguh dalam persiapan dan ibadah kita. Misalnya cara berpakaian saat ke gereja, terlambat hadir dalam ibadah, sikap di dalam berdoa, memuji menyembah Tuhan dan saat mendengarkan Kotbah dan sebagainya.

Bukankah Firman-Nya mengatakan satu dua orang berkumpul Tuhan hadir? Tuhan bertahta di atas pujian penyembahan kita? Firman Tuhan yang disampaikan adalah isi hati Tuhan?

Demikian juga dengan para pelayan Tuhan karena terlalu sering berhubungan dengan perkara-perkara rohani, seringkali hatinya mulai menganggap biasa. Dan semuanya itu hanya rutinitas atau seperti acara-acara biasa. Seseorang bisa aktif di dalam pelayanan, aktif ibadah tapi sering mengabaikan Firman Tuhan, tidak ada waktu untuk berdoa dan saat teduh serta kehilangan rasa hormat pada hadirat Tuhan.

Marilah kita bersama-sama belajar untuk peka dan menghormati kehadiran dan kekudusan Tuhan baik dalam ibadah maupun dalam kehidupan kita sehari-hari. Membersihkan dan menjaga hati kita dari hal-hal yang jahat dan tidak benar, karena ada Roh Kudus yang bertahta di hati kita. Bukan hanya dekat dengan hal-hal yang rohani tapi dekat dengan hati Tuhan.
Belajar untuk lebih menaati perintah Tuhan daripada kebenaran diri sendiri dan dunia. Menaati perintah Tuhan adalah bukti kasih kita kepada Tuhan.

Mari kita senantiasa meminta petunjuk dan hikmat Tuhan agar kita tidak salah melangkah.  Jangan melakukan apa yang kelihatan benar, tapi lakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan, Amin. (VG)