preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

TAAT TANPA TAPI DAN JIKALAU

4 Mar 2026

[Bil. 8 & 9] [Mrk. 6:1-29] [Mzm. 57] [Ams. 21:20-31]

"Demikianlah diperbuat Harun. Di sebelah depan kandil dipasangnyalah lampu-lampunya, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa" (Bilangan 8:3)

Ketaatan tanpa "tapi dan jikalau" sudah mulai jarang akhir-akhir ini. Dengan semakin kritisnya pola pikir manusia, ketaatan yang ditunjukkan juga selalu dilakukan dengan aksesoris "tapi dan jikalau". Yang berujung pada ketaatan yang tidak sempurna.

Dari Bilangan 8:3, kita dapat mempelajari esensi dari ketaatan yang ditunjukkan Harun.

​Pertama, ketaatan dalam detail kecil. Tugas Harun saat itu adalah menyalakan kandil/menorah/kaki dian. Bagi seorang Imam Besar, tugas menyalakan lampu mungkin terasa seperti "pekerjaan rutin" atau hal kecil dibandingkan ritual kurban yang besar. Namun, Alkitab mencatat bahwa Harun melakukannya tepat seperti yang diperintahkan Tuhan kepada Musa. Ketaatan yang sejati diuji dalam ketelitian kita melakukan hal-hal kecil yang Tuhan percayakan setiap hari.

​Kedua, ketaatan tanpa improvisasi. Harun tidak mencoba mengubah posisi lampu agar terlihat "lebih artistik" menurut pendapat atau pemikirannya sendiri. Ia mengikuti instruksi secara detail dan spesifik. Seringkali, kita tergoda untuk "membantu" Tuhan dengan menambahkan ide atau pendapat kita sendiri ke dalam perintah-Nya. Namun, ketaatan sejati seyogianya adalah melakukan kehendak-Nya dengan cara-Nya, bukan cara kita.

​Ketiga, ketaatan sebagai bentuk penghormatan. Dengan melakukan apa yang diperintahkan Tuhan kepada Musa, Harun menunjukkan dua hal, yaitu: 1) hormat kepada Tuhan, Harun mengakui otoritas tertinggi Allah; 2) hormat kepada pemimpin. Harun tidak merasa gengsi atau malu untuk mengikuti detail instruksi yang disampaikan melalui Musa yang adalah adiknya.

​Apakah hari ini kita masih memilah perintah mana yang mau kita taati? Apakah kita hanya taat jika perintah itu masuk akal atau terlihat menguntungkan diri kita? 

Tetaplah setia, ikuti setiap detail perintah Tuhan, konsisten dalam rutinitas yang sehat (baca firman, doa, jaga sikap dan perkataan), dan buang jauh gengsi atau senioritas yang menghalangi kita untuk bekerja sama demi tujuan yang lebih besar, yaitu visi Tuhan.

Ketaatan bukanlah tentang melakukan hal-hal luar biasa yang dilihat manusia, melainkan kesetiaan melakukan hal-hal kecil dan sederhana dengan hati yang tulus, tanpa "tapi" dan tanpa "jikalau".

Budayakan Membaca, Merenungkan dan Melakukan Firman Tuhan setiap hari [Yosua 1:8]. (DYTM)