preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

KUNCI KEBERHASILAN DAUD

24 Jun 2026

[1Taw. 11 & 12] [Yoh. 21:1-25] [Mzm. 142] [Ams. 28:1-8]

(1 Tawarikh 11:1-3)

Perjalanan Daud menjadi raja Israel tidaklah instan. Meskipun Samuel telah mengurapinya sejak muda, Daud tidak langsung menduduki tahta. Ia harus hidup dalam pelarian dari Saul, tinggal di padang gurun, memimpin pasukan buangan, dan menghadapi banyak masalah. 

Namun, semua proses itu membentuk Daud menjadi pribadi yang berkenan di hadapan Tuhan. 1 Tawarikh 11:1-3 mencatat puncak perjalanan panjang itu: Daud akhirnya diangkat dan diurapi menjadi raja atas seluruh Israel sesuai dengan firman Tuhan. Apa kunci keberhasilan Daud? Apa yang dapat kita teladani untuk meraih keberhasilan sejati dalam hidup, keluarga, pekerjaan, dan pelayanan? Setidaknya ada tiga kunci penting yang ditunjukkan melalui kehidupan Daud.

Pertama, Daud memiliki visi ilahi. 1 Tawarikh 11:2b menuliskan: “Dan TUHAN, Allahmu, telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas umat-Ku Israel.” Sejak awal, Daud hidup dengan tujuan yang jelas — bukan keinginan pribadi atau ambisi diri melainkan visi dari Tuhan. Karena visi inilah Daud tetap fokus, kuat, dan rela berkorban meski melewati banyak tantangan. 

Sayangnya, tidak sedikit orang hidup tanpa arah karena tidak tahu apa visi Tuhan bagi dirinya. Teladan Daud mengingatkan kita untuk terus mendoakan apa visi Tuhan bagi hidup kita. Setelah mengetahui visi itu, Daud juga didukung orang-orang yang satu visi. 1 Tawarikh 11:1 menunjukkan bahwa seluruh Israel datang kepada Daud dengan satu hati, mendukungnya sebagai raja sesuai kehendak Tuhan. Setelah mengetahui visi Tuhan, kita juga perlu didukung orang-orang yang satu visi. 

Kedua, Daud hidup dalam integritas. 1 Tawarikh 11:2a menuliskan: “Telah lama, ketika Saul memerintah, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel...”. Frasa “telah lama” menunjukkan bahwa Daud adalah sosok yang teruji. Bahkan sebelum resmi menjadi raja, ia sudah dipercaya memimpin gerakan orang Israel dengan setia. Integritas Daud terlihat dari kesetiaannya mengemban tugas, kejujurannya, dan ketaatannya pada prinsip benar meski ada peluang untuk bertindak licik. 

Salah satu contoh nyata integritas Daud adalah saat ia menolak membunuh Saul, padahal ia punya kesempatan. Integritas bukan hanya tentang reputasi baik, tetapi keteguhan memegang kebenaran, kesetiaan dalam tanggung jawab, dan hidup jujur di mana pun berada. Tanpa integritas, visi sebesar apa pun akan mudah runtuh.

Ketiga, Daud memelihara komitmen di hadapan Tuhan. 1 Tawarikh 11:3 menuliskan: “Lalu semua tua-tua Israel datang kepada raja di Hebron, lalu Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan TUHAN; mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel, sesuai dengan firman TUHAN.” Setelah diurapi, Daud bersama tua-tua Israel mengikat perjanjian di hadapan Tuhan. Ini menunjukkan bahwa kepemimpinan Daud bukan hanya soal politik atau kekuasaan, tetapi lahir dari komitmen rohani di hadapan Tuhan. 

Komitmen inilah yang membuat Daud terus berpegang pada kebenaran, setia memimpin, dan hidup selaras dengan kehendak Tuhan meski menghadapi banyak tekanan. Dalam hidup kita, komitmen rohani juga penting. Kita harus setia memelihara janji, hidup benar, dan tidak goyah meski godaan datang. Komitmen menjaga langkah kita tetap sesuai dengan visi Tuhan.

Sebagai kesimpulan, dari kehidupan Daud, kita belajar tiga kunci keberhasilan sejati: pertama, memiliki visi ilahi; kedua, hidup dalam integritas; dan ketiga, memelihara komitmen di hadapan Tuhan. Sudahkah kita memiliki ketiga kunci ini? 

Mari meneladani Daud: temukan dan jalankan visi Tuhan, bangun hidup yang berintegritas, dan pegang teguh komitmen kita di hadapan-Nya. Itulah rahasia keberhasilan sejati yang memuliakan Tuhan. Tuhan Yesus memberkati. (YAS)