preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

TAKUTLAH AKAN TUHAN

25 Jun 2026

[1Taw. 13 & 14] [Kis. 1:1-26] [Mzm. 143] [Ams. 28:9-18]

"Berbahagialah orang yang senantiasa takut akan TUHAN, tetapi orang yang mengeraskan hatinya akan jatuh ke dalam malapetaka" (Amsal 28:14)

Ketakutan sering kali dipandang negatif, tetapi dalam Alkitab, “takut akan Tuhan” adalah sesuatu yang harus dilakukan. Bukan ketakutan seperti terhadap hantu, tetapi sebuah sikap hati yang penuh hormat, tunduk, dan sadar bahwa Allah adalah kudus, adil, dan berdaulat penuh atas hidup kita.

Kitab Amsal menyebutkan orang yang takut akan Tuhan sebagai orang yang  “berbahagia”. Ini menunjukkan bahwa hidup yang berjalan dalam kesadaran akan hadirat dan kehendak Tuhan akan dipenuhi oleh damai sejahtera dan perlindungan ilahi. Orang seperti ini tidak sembrono, tetapi berhati-hati dalam perkataan dan tindakannya. Ia mudah ditegur, cepat bertobat, dan tidak mengandalkan kekuatannya sendiri.

Sebaliknya, orang yang mengeraskan hatinya menolak nasihat, merasa benar sendiri, dan tidak mau diubah. Orang seperti ini tidak hanya menutup diri terhadap suara Tuhan, tetapi juga membuka diri terhadap kehancuran. Hati yang keras adalah awal dari kejatuhan.

Mari kita periksa hati kita: Apakah kita masih peka terhadap suara Tuhan?  Apakah kita cepat bertobat saat Roh Kudus menegur? Atau justru kita mulai terbiasa dengan dosa dan menganggapnya biasa saja? Waspada lahhh. (EN)