preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

BAHAYA BIBIR BERDUSTA

2 Nov 2026

[Yer. 49 & 50] [2Tim. 4:1-22] [Mzm. 107:23-43] [Ams. 12:10-19]

“Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata” (Amsal 12:19 i_TB)

Mengapa bibir dusta itu berbahaya? Karena bisa menelan sendiri pemiliknya. Mari kita bedah. Ada tiga bahaya laten. 

Pertama, bibir yang berdusta menghancurkan kepercayaan. Ada pepatah Indonesia yang ciamik, “Sekali lancung dalam ujian seumur hidup orang tidak percaya.” Ingat kisah ‘Bocah Serigala’? Dalam cerita rakyat ini seorang bocah sering berteriak, “Awas ada serigala.” Begitu mendengar teriakan itu, penduduk langsung berhenti bekerja dan berlari ke arahnya sambil membawa senapan, pedang, tongkat dan apa saja untuk menyerang binatang berbahaya itu. Begitu mereka datang dan tidak  menemukan apa-apa, bocah nakal itu tertawa terbahak-bahak.

Namun, suatu kali, ketika ada serigala datang dan bocah itu berteriak, tidak seorang pun yang datang. Hasilnya, bocah itu dicabik-cabik segila. Penyesalan kemudian tidak lagi ada artinya.

Kedua, bibir yang berdusta merusak hubungan, apalagi jika dia seorang pemimpin. Janji kampanye setiap pemimpin negara selalu wah. Hasilnya wah juga, yaitu wah amburadul, wah kacau, dan sebagainya. 

Saat menulis HBC ini kebetulan saya sedang membaca akibat demonstrasi Perancis dan demonstrasi mengingat 2 tahun pemerintahan baru di Indonesia. Di Tugu Selamat Datang Jakarta yang terkenal itu, Greenpeace memasang spanduk besar dengan tulisan: “Bencana makin parah, hidup makin susah, apa kerja pemerintah?” Tidak lama kemudian, aparat menurunkan spanduk itu yang dibalas oleh Jawa Pos dengan tulisan, “Cuma sanggup menurunkan spanduk bukan biaya hidup.” (JP, Rabu, 21 Oktober 2026 halaman pertama).

Ketiga, bibir yang berdusta mendukakan Tuhan. Tuhan itu kebenaran dan Dia alergi jika umat-Nya berbohong. Mari jaga kekudusan dengan hati yang tulus dan bibir yang lurus.

Sobat bijak, marilah belajar hidup konsisten antara apa yang kita ucapkan dengan apa yang kita lakukan. Lebih baik tidak berjanji ketimbang berjanji kemudian mengingkari apa yang kita janjikan. Ada satu kalimat bijak yang pas: “A lie may protect your image for a moment, but it can destroy your integrity for a lifetime.” (XQP)

Doa: Mari ajar aku untuk tidak memiliki bibir yang dolak-dalik agar semua usahaku tidak Engkau jungkir balikkan.