preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

KETAATAN = HARGA MATI

6 May 2026

[1Sam. 15 & 16] [Luk. 19:28-48] [Mzm. 110] [Ams. 13:9-17]

"Smpai hari matinya Samuel tidak melihat Saul lagi, tetapi Samuel berdukacita karena Saul. Dan Tuhan menyesal, karena Ia menjadikan Saul raja atas Israel." (1 Samuel 15: 35)

Ada kata-kata yang menurut saya sangat menyakitkan dari ayat di atas, yaitu: Dan Tuhan menyesal, karena Ia menjadikan Saul raja atas Israel. Bayangkan jika ada orang yang menyesal telah memilih kita, baik sebagai pemimpin, pasangan atau teman. Betapa sangat menyedihkan. Apalagi jika yang menyesal adalah Tuhan.

Pasti ada sesuatu yang sangat serius terjadi, sehingga Tuhan menyesal menjadikan Saul menjadi Raja Israel. Jika membaca ayat-ayat sebelumnya, kita melihat bahwa kejatuhan Saul bukan karena kurang kemampuan, kurang keberanian, dan tidak berbakat memimpin. Saul jatuh karena ketidaktaatan. Tuhan memberi perintah yang jelas, yaitu membinasakan semua orang Amalek dan harta bendanya. Tetapi Saul memilih menyelamatkan ternak terbaik dan membiarkan Raja Agag hidup. 

Secara manusia, mungkin keputusan itu tampak masuk akal. Namun di hadapan Tuhan, ketaatan tidak bisa diganti dengan alasan yang terlihat baik. Bahkan Saul berusaha menutupi kesalahannya dengan berkata bahwa semuanya itu akan dipersembahkan kepada Tuhan. Tetapi Tuhan melihat hati yang sesungguhnya. Melalui Samuel, Tuhan berkata, “Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, dan memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.” 
Fokus Tuhan bukan mencari persembahan besar, pelayanan besar, atau pencapaian besar. Namun, Tuhan mencari hati yang taat, baik taat dalam melakukan Firman Tuhan maupun panggilan Tuhan.

Hari ini mari periksa hati kita. Jangan sampai kita terlihat berhasil di luar, tetapi mengecewakan Tuhan di dalam. Mintalah hati yang lembut dan taat, sebab Tuhan lebih senang pada ketaatan daripada segala persembahan. (SLS)