preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

TERLALU PERCAYA DIRI

22 Jun 2026

[1Taw. 7 & 8] [Yoh. 19:16b-42] [Mzm. 140] [Ams. 27:1-14]

“Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu” (Amsal 27:1)

Saya diberkati dengan kotbah Dokter Ruth saat mengikuti Doa Pagi rutin. Kali ini saya ingin membahas dokter lain. Namanya Hideyo Noguchi. Dokter yang dikenal juga dengan nama Seisaku Noguchi ini lahir pada 9 November 1876, Inawashiro, Prefektur Fukushima, Jepang dan meninggal dunia pada 21 Mei 1928, Accra, Ghana, Afrika. Bagaimana pakar bakteri ini bisa meninggal dunia di usia yang relative muda, yaitu 52 tahun?

Dokter Noguchi bekerja di perusahaan bergengsi di Rockefeller Institute, New York. Dokter yang lumayan ganteng dan gagah ini dikenal sebagai pakar bakteri karena berhasil mengisosali berbagai jenis bakteri. Saat itu "Yellow Fever"(Demam Kuning) sedang mewabah. Dari hasil risetnya dia dengan sangat percaya diri mengatakan bahwa dia telah menemukan mikroba  penyebab penyakit ini meskipun beberapa ilmuwan lain meragukan metode yang dia pakai.

Untuk membuktikan bahwa klaimnya benar dan terverifikasi di lapangan, pada tahun 1927, Noguchi pergi ke Accra, Ghana. Namun pada Mei 1978 dia terinfeksi oleh virus demam kuning yang sedang dia teliti. Tidak berselang lama, 21 Mei tahun itu juga, dia menghembuskan nafas terakhir. Sebelum meninggal dunia dia berkata, “Aku tidak mengerti.”
Sobat bijak, ternyata klaimnya yang sangat meyakinkan itu salah. Demam kuning bukan disebabkan oleh bakteri melainkan virus. (XQP)

Doa: Bapa, ajar aku untuk senantiasa merendahkan diri di hadapan-Mu. Ajar aku untuk bergantung kepada Roh Kudus yang menuntunku ke jalan yang benar.