preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

KABAR BURUK YANG MELAHIRKAN DOA

26 Jul 2026

[Ezr. 10 & Neh. 1] [Kis. 19:21-40] [Mzm. 21] [Ams. 10:1-11]

Kitab Nehemia dibuka dengan sebuah kabar yang menghancurkan hati. Nehemia, seorang juru minuman raja di istana Susan, menerima laporan tentang keadaan Yerusalem: tembok kota telah runtuh, pintu gerbangnya terbakar, dan sisa-sisa orang buangan hidup dalam kesusahan. Dari pasal pembuka ini, terdapat tiga pelajaran penting bagi kita.

Pertama: Kepedulian sejati lahir dari keterlibatan hati. Nehemia tidak menerima kabar itu dengan acuh tak acuh. Ia duduk menangis, berkabung selama beberapa hari, bahkan berpuasa (ayat 4). Responsnya menunjukkan bahwa ia memiliki kepedulian sejati terhadap umat Tuhan dan bukan sekadar meningar informasi yang menyedihkan. Sebelum menjadi agen perubahan, Nehemia terlebih dahulu menjadi orang yang memiliki beban.

Kedua: Doa adalah langkah pertama, bukan langkah terakhir. Ketika menghadapi persoalan besar, Nehemia tidak langsung merancang strategi atau segera bertindak mencari jalan keluar. Ia berdoa terlebih dahulu selama berhari-hari (ayat 4-11). Doa mendahului rencananya untuk berbicara kepada raja Artahsasta. Ini menegaskan prinsip bahwa tindakan yang bijak lahir dari hati yang berdoa dan berserah kepada Tuhan.

Ketiga: Pengakuan dosa membuka jalan pemuliohan. Doa Nehemia bukan sekadar permohonan, melainkan diawali dengan pengakuan dosa, pertama-tama dosanya sendiri dan kemudian dosa bangsanya (ayat 6-7). Namun pengakuan itu tidak berhenti pada penyesalan; Nehemia kemudian mengingat kembali janji Tuhan kepada Musa, bahwa jika umat-Nya berbalik kepada-Nya, Ia akan mengumpulkan mereka kembali (ayat 8-9). Pengakuan dosa yang jujur, jika dipadukan dengan iman pada janji Tuhan, akan melahirkan pengharapan yang kokoh.

Nehemia 1 mengajarkan bahwa pemulihan besar sering kali dimulai dari hati yang hancur, doa yang tekun, dan iman yang berpegang teguh pada firman Tuhan, AMIN (ES)