preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

CIRI MANUSIA ROHANI

28 Aug 2026

[Pkh. 1 & 2] [1Kor. 2:1-16;] [Mzm. 51] [Ams. 19:21-29]

(1 Korintus 2:6–16)

Apa yang membuat seseorang disebut “manusia rohani”? Apakah karena ia rajin beribadah, banyak mengetahui ayat Alkitab, aktif melayani, atau sering berbicara tentang Tuhan? Dalam bacaan HBC kita hari ini di dalam 1 Korintus 2:6–16, Paulus memberikan ukuran yang lebih dalam. Manusia rohani bukan sekadar orang yang terlihat religius, tetapi orang yang hidupnya semakin dibentuk oleh Roh Kudus sehingga memiliki cara berpikir dan cara menilai yang selaras dengan Kristus.

Pertama, manusia rohani bertumbuh menuju kematangan (ay. 6). Paulus berbicara tentang hikmat Allah di antara mereka yang telah “matang” (teleios). Kematangan rohani bukan berarti sudah sempurna dan tidak pernah gagal, melainkan bersedia terus bertumbuh dalam memahami kehendak Allah. Karena itu, kedewasaan tidak diukur terutama dari berapa lama seseorang menjadi Kristen atau seberapa banyak ia mengetahui Alkitab, tetapi dari kesediaannya untuk dikoreksi dan dibentuk oleh Firman.

Kedua, manusia rohani memiliki sumber orientasi yang berbeda (ay. 12). Paulus berkata bahwa orang percaya tidak menerima “roh dunia, tetapi Roh yang berasal dari Allah”. Manusia rohani tetap hidup di tengah dunia, tetapi tidak menjadikan dunia sebagai kompas hidupnya. Dalam keputusan tentang pekerjaan, uang, keluarga, relasi, maupun penggunaan media sosial, ia belajar bertanya bukan hanya, “Apa yang menguntungkan saya?”, tetapi, “Apa yang berkenan bagi Tuhan?”

Ketiga, manusia rohani belajar memahami karya Allah (ay.10-12). Roh Kudus menyatakan perkara-perkara Allah supaya kita mengetahui apa yang dikaruniakan Allah kepada kita. Karena itu, manusia rohani tidak selalu mengerti semua yang terjadi, tetapi ia belajar membawa setiap keadaan kepada Tuhan. Keberhasilan dilihat sebagai anugerah, kegagalan sebagai kesempatan untuk dibentuk, dan penderitaan sebagai ruang untuk belajar percaya.

Keempat, manusia rohani mampu menilai segala sesuatu (ay. 15). Kata "menilai" pada ayat 15 menggunakan kata anakrinō, yaitu memeriksa atau membedakan. Manusia rohani tidak mudah percaya hanya karena sesuatu terlihat rohani, populer, atau viral. Ia menguji ajaran, nilai, keputusan, informasi, dan pengalaman berdasarkan kebenaran Allah.

Kelima, manusia rohani memiliki pikiran Kristus. Inilah puncaknya: “kami memiliki pikiran Kristus” (ay. 16). Tujuan karya Roh bukan sekadar membuat kita semakin religius, tetapi membuat kita semakin melihat kehidupan seperti Kristus melihatnya, mengasihi seperti Kristus, mengampuni seperti Kristus, melayani seperti Kristus, dan merespons kehidupan dengan hati Kristus.

Pada akhirnya, manusia rohani bukan manusia yang sempurna, tetapi manusia yang terus dibentuk Roh Kudus menuju kedewasaan dan keserupaan dengan Kristus. Mari, bersama Roh Kudus mari kita terus dibentuk untuk menjadi manusia-manusia rohani. Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita sentiasa. (YAS)