preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

MENYOROTI DIRI SENDIRI

27 May 2026

[1Raj. 2 & 3] [Yoh. 6:1-24] [Mzm. 119:105-112] [Ams. 19:10-20]

Mazmur 119:105-112

    Saat berkendara pada malam hari, kita menyalakan lampu untuk siapa? Jelas untuk diri kita, agar bisa melihat keadaan dengan jelas, agar bisa memberitahu kendaraan lain saat belok atau berhenti, dan untuk keamanan. Dalam kondisi darurat, misalnya listrik padam, lampu kadang dipakai untuk menyorot ke arah tertentu.

    Daud mengibaratkan firman Tuhan sebagai penuntun hidupnya. Ia tidak menggunakan pelita untuk menyoroti hidup orang lain, tapi dirinya sendiri: "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (Mazmur 119:105). Ia bersumpah akan menepati firman Tuhan dan berpegang pada hukum-Nya yang adil. Ia tidak melupakan Taurat Tuhan.

    Sayangnya, sebagian orang Kristen justru berbuat sebaliknya. Mereka menggunakan firman Tuhan untuk menyoroti kehidupan orang lain. Saat hamba Tuhan berkhotbah dengan keras tentang dosa, mereka merasa khotbah itu cocok buat si A yang degil, atau si B yang mata duitan. Kita begitu cepat menuding orang lain harus bertobat saat dibukakan ayat Alkitab tertentu. Betul, kita memang bisa menggunakan firman Tuhan untuk mengajar, tetapi hanya Tuhan yang bisa mengubah hati seseorang.

    Tuhan ingin kita hidup dalam kebenaran firman-Nya, bukan menjadikan firman-Nya sebagai alat untuk menghakimi orang lain. Ingat, penghakiman itu bagian Tuhan. Bagian kita adalah membaca, merenungkan, dan melakukan firman-Nya. Jadikan firman Tuhan penuntun hidup kita. Kalau kita harus berubah, berubahlah. Kalau kita harus bertobat, bertobatlah. Kalau kita harus mengakui dosa, akuilah dosa itu. 
   
FIRMAN TUHAN BUKANLAH ALAT UNTUK MENGHAKIMI ORANG LAIN, MELAINKAN PELITA TUK MENUNTUN HIDUP KITA. (TMM)