preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

DOSA PALING BERBAHAYA

30 Sep 2026

[Yes. 49 & 50] [Gal. 4:1-31] [Mzm. 79] [Ams. 30:20-33]

“Inilah jalan perempuan yang berzinah: ia makan, lalu menyeka mulutnya, dan berkata: Aku tidak berbuat jahat" (Ams 30:20)

Ayat di atas merupakan salah satu Firman Tuhan yang begitu dahsyat. Mengapa? Mari kita ulik dengan mata mendelik (baca=cermat). Penulis Kitab Amsal 30 adalah Agur. Putra Yake ini adalah penulis yang jempolan. 

Pertama, dia langsung tanpa tedeng aling-aling menunjukkan ciri-ciri perempuan yang berzinah, dosa yang luar biasa. Menurutnya, perempuan ini sudah bebal. Dia makan, tetapi menyembunyikan perbuatannya itu. Dengan apa? Menyeka mulutnya. Apa salahnya dengan makan? Tidak ada. Bahkan Rasul Paulus menasihati jemaat di Korintus: “Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah” (1Kor 10:31). Jadi, makan dan minum itu bukan hanya boleh, tetapi wajib untuk mempertahankan hidup. Namun, mengapa perempuan ini menyeka mulutnya? Pasti yang dimakan itu tidak beres, bahkan caranya untuk memperoleh makanan itu juga kacau. Itu sebabnya dia menyembunyikan kalau dirinya makan.

Kedua, inilah yang paling kacau. Dia pasti tahu kalau perbuatannya itu salah, namun dia tetap menutupinya dengan sengaja: “Aku tidak berbuat jahat.” Bayangkan kalau ada orang yang sadar melakukan pelanggaran hukum dan berani berkata, “Aku tidak melanggar hukum” bukankah orang seperti ini penderita psikopat?

Orang bebal adalah orang yang tahu kalau perbuatannya salah tetapi diulang terus karena merasa dirinya kebal terhadap dosa dan hukuman. Bukankah hal ini sangat menjijikkan bagi Tuhan? Itu sebabnya orang bebal lebih berdosa dibandingkan orang bodoh. Orang bodoh—bisa jadi karena tidak tahu kebodohannya masih bisa dinasihati—sedangkan orang bebal  karena merasa sudah tahu semuanya, justru menghindar.

Sobat bijak, marilah kita sungguh-sungguh menjaga diri. Mari belajar dari Daud yang segera bertobat saat ditegur.
Doa: Bapa, ajar aku untuk peka agar bisa menerima teguran-Mu dan kembali ke jalan yang benar. (XQP)