preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

JANJI YANG MEMBAKAR HIDUPMU

21 Apr 2026

[Hak. 10 & 11] [Luk. 12:1-34] [Mzm. 99] [Ams. 8:13-21]

Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: ”Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku, maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran” - (Hakim-hakim 11:30-31)

Kisah Yefta adalah kisah yang penuh pelajaran. Ia lahir dari latar belakang yang tidak terhormat, ditolak oleh saudara-saudaranya, dan diusir dari rumah ayahnya. Namun, ketika Israel menghadapi tekanan dari orang Amon, bangsa itu justru memanggil Yefta untuk memimpin mereka. Dari sini kita belajar bahwa masa lalu yang kelam tidak pernah membatasi rencana Allah. Tuhan bisa memakai siapa saja, bahkan orang yang dianggap hina, untuk menggenapi karya-Nya.
 
Namun, titik penting dari kisah ini bukan hanya tentang pemilihan Yefta sebagai pemimpin, melainkan tentang nazar yang ia ucapkan. Yefta berjanji kepada Tuhan bahwa siapa pun yang keluar dari pintu rumahnya untuk menyambutnya setelah kemenangan akan dipersembahkan sebagai korban bakaran. Janji ini lahir dari kerinduan akan kemenangan, tetapi juga dari ketidakbijaksanaan. Ketika akhirnya yang keluar adalah putri tunggalnya, tragedi itu pun terjadi. Yefta harus menepati nazarnya, meski dengan hati yang hancur. Apa yang bisa kita pelajari dari kisah ini? 

Pertama, janji kepada Tuhan bukanlah permainan. Kata-kata yang keluar dari mulut kita memiliki bobot kekal. Yefta tidak bisa menarik kembali nazarnya, dan konsekuensinya sangat besar. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun sering mengucapkan janji: janji untuk lebih rajin berdoa dan merenungkan Firman Tuhan, janji untuk melayani, janji untuk hidup lebih kudus. Namun, berapa banyak janji yang kita ucapkan hanya karena emosi sesaat, tanpa kesadaran penuh? Kisah Yefta mengingatkan kita bahwa Tuhan lebih menginginkan hati yang taat daripada janji yang gegabah. 

Kedua, ketaatan kadang menuntut pengorbanan yang paling berharga. Putri Yefta menerima nasibnya dengan iman, bahkan meminta waktu untuk meratapi kegadisannya. Sikap ini menunjukkan bahwa pengorbanan sejati sering kali melibatkan hal-hal yang paling kita cintai. Pertanyaannya: apakah kita rela menyerahkan apa yang paling berharga bagi Tuhan? Apakah kita siap mengorbankan kenyamanan, ambisi, atau bahkan rencana pribadi demi ketaatan kepada-Nya? 

Ketiga, Allah tidak membutuhkan nazar yang lahir dari ketakutan. Kemenangan Israel atas Amon sebenarnya sudah dijanjikan oleh Tuhan. Nazar Yefta bukanlah syarat mutlak bagi kemenangan itu. Kadang kita berpikir harus “menyuap” Tuhan dengan janji-janji besar agar Dia menolong kita. Padahal, kasih karunia-Nya sudah cukup. Tuhan menginginkan iman yang sederhana, bukan janji yang berlebihan. 

Keempat, kita diajak untuk belajar dari kesalahan Yefta. Nazar yang tergesa-gesa bisa menghancurkan hidup. Kita diingatkan untuk berhati-hati dalam berbicara, terutama ketika berjanji kepada Tuhan. Lebih baik kita hidup dalam ketaatan sehari-hari daripada mengucapkan janji besar yang tidak bijaksana. Tuhan menghargai kesetiaan yang nyata, bukan kata-kata kosong. 

Sahabat HBC yang Tuhan Yesus kasihi, jangan biarkan janji yang gegabah membakar hidupmu. Tuhan lebih menginginkan hati yang taat, konsisten, dan setia. Mulailah dari hal-hal kecil: doa yang teratur, pelayanan yang tulus, kasih yang nyata. Biarlah setiap kata yang keluar dari mulutmu menjadi persembahan indah bagi Tuhan, bukan janji yang berujung pada penyesalan. Belajarlah dari Yefta, dan pilihlah jalan ketaatan yang sederhana namun setia. Tetap semangat dan Tuhan Yesus memberkati. (DSP)