preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

ANUGERAH YANG MEMULIHKAN

24 Oct 2026

[Yer. 31 & 32] [1Tim. 1:1-20] [Mzm. 102] [Ams. 9:10-18]

(1 Timotius 1:1–20) 

Paulus menulis surat ini kepada Timotius, anak rohaninya, yang sedang melayani di Efesus. Saat itu, jemaat menghadapi persoalan ajaran yang menyimpang dari kebenaran.  
Paulus mengingatkan bahwa tujuan pengajaran yang benar adalah kasih, yang lahir dari hati yang murni, hati nurani yang baik, dan iman yang tulus (ay. 5). Artinya, semakin kita  
mengenal firman Tuhan, seharusnya semakin nyata pula kasih kita kepada sesama, bukan semakin tinggi hati atau merasa diri paling benar atau sombong rohani.  

Paulus menegaskan bahwa hukum Taurat itu baik jika digunakan sebagaimana mestinya  (ay. 8). Hukum menolong manusia menyadari dosa dan melihat betapa jauhnya hidup kita dari kehendak Tuhan. Namun, menyadari dosa saja tidak cukup. Kita perlu datang kepada Kristus, sebab hanya melalui Dia kita menerima keselamatan.  Yang menarik, Paulus tidak menutupi masa lalunya. Ia mengakui bahwa dirinya dahulu adalah penghujat, penganiaya, dan orang yang ganas (ay. 13). Ia punya masa lalu yang  
kelam, tetapi Tuhan tetap menunjukkan belas kasihan kepadanya. 

Dalam ayat 14, Paulus menggunakan kata Yunani "hyperepleonasen"(ὑπερεπλεόνασεν), yang menggambarkan kasih karunia Tuhan yang melimpah dengan sangat berlimpah. Dalam ayat 15, Paulus menyampaikan inti Injil: “Kristus Yesus datang ke dunia untuk  
menyelamatkan orang berdosa,” bahkan mengakui dirinya sebagai yang paling berdosa (ay. 15). Pengakuan ini bukan alasan untuk terus hidup dalam dosa, melainkan kesaksian bahwa kesabaran dan belas kasihan Kristus sanggup menjangkau orang yang dahulu  
menentang-Nya. Anugerah tidak diberikan karena Paulus telah layak; justru anugerah itulah yang mengubah arah hidupnya dan memampukannya melayani Tuhan.
  
Mungkin ada di antara kita yang masih dibayangi kesalahan masa lalu, merasa tidak layak di hadapan Tuhan, atau menganggap diri sudah terlalu jauh untuk dipulihkan. Kisah  
Paulus mengingatkan kita bahwa Tuhan sanggup mengubah kehidupan seseorang. Namun, anugerah bukan alasan untuk terus melakukan kesalahan yang sama. 

Kita dipanggil untuk bertobat, bertumbuh dalam iman, menjaga hati nurani, dan menjalani hidup yang berkenan kepada-Nya. Anugerah Allah bukan pembenaran untuk terus berbuat dosa, melainkan dasar untuk menjalani hidup yang diperbarui. Orang yang sungguh memahami besarnya belas kasihan Allah akan belajar mengasihi, hidup dalam kebenaran, dan setia  
menjalankan panggilan-Nya.  

Doa: Tuhan, terima kasih atas anugerah dan belas kasihan-Mu. Ampuni dosaku, pulihkan hati nuraniku, murnikan kasihku, dan teguhkan imanku. Mampukan aku hidup dalam kebenaran dan setia menjalankan panggilan-Mu, Amin.  
Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua! (JPT)