preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

MENS REA

2 Sep 2026

[Pkh. 11 & 12] [1Kor. 7:17-40] [Mzm. 56] [Ams. 21:1-8]

“Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati” (Amsal 21:2 i_TB)

“Berliku-liku jalan si penipu, tetapi orang yang jujur lurus perbuatannya.” (Ams 21:8 i_TB)

Saya sengaja mencantumkan dua ayat itu berurutan. Jika kita membaca kedua ayat itu, tampaknya bertentangan bukan? Yang pertama kata ‘lurus’ belum tentu lurus, sedangkan kata ‘lurus’ yang kedua, justru menunjukkan kalau orang itu jujur. Bagaimana ini?

Pertama, Amsal 21:2 menunjukkan bahwa ada orang yang keukeuh berkata bahwa dia benar, padahal di mata Tuhan dia salah. Pernah bertemu dengan orang semacam ini? Saya pernah. Saat membahas fotografi, orang ini ngotot bahwa POV-nya benar. Lalu saya berkata, “Baik, mari kita memotret obyek itu dengan handphone kita masing-masing.” Setelah jadi, kami membandingkan hasilnya dan dia dengan tersipu malu berkata, “Ya. Ternyata bagus punya Pak Xavier.”
Istri saya yang ada di sampingnya tersenyum dan berkata, “Dulu Pak Xavier memang hobi fotografi, bahkan sejak mahasiswa.” Orang itu tersenyum dan menyalami saya.

Kedua, orang dikenal dari buahnya. Orang yang masih menyimpan dosa, jalannya memang berliku-liku. Mengapa? Karena dia berusaha menutup dosa satu dengan dosa lainnya dan kalau dibiarkan hal ini akan menggelinding seperti bola salju yang makin membesar dan akhirnya merobohkan seluruh tatantan. Sebaliknya, orang yang jujur tidak perlu memakai berbagai sarana untuk menutupi kebohongannya, karena dia  memang lurus. Sayangnya, justru ada orang lurus yang dibenci dan disingkirkan. Lihat saja pemerintahan korup di negara mana pun.

Ketiga, dari sinilah kita mengenal istilah ‘mens rea’  yang berasal dari bahasa Latin yang artinya ‘niat jahat’. Jadi, apakah orang itu lurus atau bulus, Tuhan yang melihat hati.
Sobat bijak, marilah menjaga hati kita agar tetap lurus dan tulus. Ingat orang tulus akan berkumpul dengan orang yang tulus juga karena punya frequensi dan sinyal yang sama. (XQP)
Doa: Bapa, ajar aku untuk tidak menyimpang dari jalan-Mu.