preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

BADAI BOLEH BESAR, TETAPI ALLAH KITA LEBIH BESAR

1 Mar 2026

[Bil. 2 & 3] [Mrk. 4:21-41] [Mzm. 54] [Ams. 20:24-30]

(Markus 4:35-41)

Dalam perjalanan iman kita, sering kali ada peristiwa secara tiba-tiba terjadi atas hidup kita, di mana kita sudah taat dan setia melakukan kehendak-Nya sesuai dengan panggilan serta kasih karunia-Nya yang dianugerahkan kepada kita. Namun, badai atas seizin Tuhan bisa saja sewaktu-waktu datang, walaupun kita tidak pernah mengundang. 

Demikian juga peristiwa yang terjadi pada murid-murid-Nya yang ditulis dalam Markus 4:35-41, di mana murid-murid sudah taat ketika Yesus berkata : "Marilah kita bertolak keseberang" (ay. 35). Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta mereka dalam satu perahu (ay. 36). Namun, di tengah-tengah perjalanan mereka, ada taufan datang mengamuk, yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk kedalam perahu sehingga perahu itu mulai penuh dengan air (ay. 37). 

Dari peristiwa diatas kita boleh belajar:
Pertama, Kepanikan bisa menimpa orang yang berpengalaman. Pada ayat 38, walaupun dari dua belas murid Tuhan yang malam itu menyeberang bersama Yesus dalam satu perahu ada empat orang  yang berlatar belakang seorang nelayan profesional (Simon Petrus, Andreas, Yakobus dan Yohanes) tetapi murid-murid ini pun mengalami kepanikan dan ketakutan sehingga mereka membangunkan Yesus yang sedang tidur dan berkata "Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa" (ay. 38). 

Seharusnya mereka sadar dan mengerti, bahwa yang mengajak mereka menyeberang adalah Yesus, sudah tentu Dialah yang bertanggung jawab atas keselamatan mereka. Tetapi jika kita boleh pelajari ternyata mereka percaya Yesus hanya sebagai guru. 

Kedua, Pelajaran melalui badai hidup. Mengapa peristiwa itu harus terjadi? Karena Yesus ingin memberi pelajaran kepada murid-murid-Nya dan pelajaran itu juga untuk kita. Dia ingin membawa murid-murid-Nya termasuk kita naik level yaitu dari percaya, kepada iman yang kuat dan teguh. 

Dengan iman yang kuat dan teguh, kita dimampukan untuk menghadapi badai kehidupan yang datangnya tiba-tiba. Sesungguhnya, Yesus bukan hanya seorang guru, tetapi Dia 100% Allah. Di tangan Yesus dan perkataan-Nya ada kuasa atas segala ciptaan-Nya termasuk taufan yang datang mengamuk, yang dahsyat dan disertai ombak yang menyembur. Yesus memberikan perintah: "Diam! Tenanglah!", maka angin itu reda dan danau itu teduh sekali (ay. 39). 

Ketiga, Pengenalan yang bertumbuh melalui badai hidup. Lalu Ia berkata kepada mereka : "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya? (ay. 40). Ketika pengenalan murid-murid kepada Yesus baru sebagai guru, tentu mereka belum paham siapa Yesus sesungguhnya. Namun, ketika melihat bahwa Yesus berkuasa atas angin dan badai, mereka menjadi percaya. Level iman mereka naik. Mereka menjadi takut dan berkata seorang kepada yang lain: "Siapakah gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya" (ay. 41). 

Sahabat HBC yang terkasih, mungkin di antara kita ada yang sedang  menghadapi badai yang sangat besar, nyaris akan menenggelamkan "perahu" rumah tangga kita, pelayanan kita, usaha dan perkerjaan kita. Jangan takut yang berlebihan, ingat peristiwa ketika murid-murid bersama Yesus dalam satu perahu dan saat badai menghantam perahu mereka maka Yesuslah yang meredakannya. Demikian juga, ketika kita sudah taat akan perintah-Nya, Dia pun akan tinggal bersama kita di dalam perahu kehidupan kita. Ketika badai menerpa, Dia juga yang sanggup meredakannya.

Badai boleh besar, tetapi Allah kita tetap lebih besar semua ciptaan-Nya, AMIN. Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. (SS)