preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

TERLIHAT KUAT TAPI RAPUH

14 Jun 2026

[2Raj. 16 & 17] [Yoh. 14:1-14] [Mzm. 130] [Ams. 24:8-14]

"Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu" (Amsal 24:10)

Hari itu tampaknya akan berjalan seperti hari lainnya, tidak ada yang aneh, langit tampak cerah dan rutinitas di kota Mineapolis berlangsung dengan normal. Namun diluar perkiraan siapa pun, pada tanggal 1 Agustus 2007, di tengah ramainya lalu lintas, jembatan Mississippi River tiba-tiba ambruk. Seratus sebelas kendaraan terjun bebas ke sungai, belasan orang tewas, dan ratusan mengalami luka-luka. Jembatan itu terlihat kokoh dan solid hingga tiba hari yang naas itu. Amsal 24:10 merupakan ayat yang memberikan diagnosa dan alat ukur kekuatan kerohanian. Alat ujinya bukan melalui kenyamanan tetapi lewat panasnya tekanan. Kita akan belajar 3 kata yang penting di dalamnya:

Pertama: Jika engkau tawar hati.
Kata Ibrani yang digunakan untuk tawar hati dapat diartikan melepas, menyerah, menjatuhkan dan bersantai. Ini bisa digambarkan dengan orang yang mulai kendor dan kehilangan kekuatan dalam genggaman tangannya. Sama seperti ketika seseorang melihat kejadian atau mendengar berita yang mengejutkan, maka tangan dan seluruh badannya menjadi lemas. Secara rohani, ini menggambarkan seseorang yang kelihatan baik-baik saja, tetapi secara mental, emosional dan moral ia menyerah. Ini ditandai dengan menghindari hal yang menyulitkan, tidak mempedulikan masukan dan mundur ketika diberi kesempatan. 

Kedua: Pada masa kesesakan.
Masa kesesakan bisa datang setiap saat tanpa permisi. Kata yang digunakan berarti tekanan baik fisik maupun mental. Seolah-olah seseorang berada di tempat yang sempit atau sedang dihimpit hingga tidak dapat bergerak. 

Masa kesesakan ini pasti akan datang dalam hidup kita dalam berbagai bentuk; kehilangan, sakit penyakit, kegagalan, ataupun tekanan batin. Dari kacamata Amsal 24:10, kita diarahkan untuk melihat kesesakan sebagai kesempatan, bukan kemalangan. Kesempatan untuk melihat seberapa kuat kerohanian dan karakter kita. Masa kesesakan tidak menghasilkan orang lemah, tetapi justru menunjukkan kekuatan yang sesungguhnya. 

Ketiga: Kecillah kekuatanmu.
Kekuatan berarti kapasitas, atau kemampuan seseorang. Yang dimasudkan penulis Amsal bukanlah kekuatan secara fisik, namun kekuatan mental dalam menanggung tekanan dan himpitan. Bisa saja seseorang kuat mengangkat beban yang sangat berat di Gym tetapi hancur berkeping-keping ketika patah hati. Ketika tembok kita runtuh saat ada goncangan, berarti tembok kita tidak dibangun dengan baik, benar dan tidak kokoh. Apabila ini terjadi, jangan berkecil hati, karena ayat ini ingin mengingatkan dan memotivasi agar kita menyadari untuk membangun kekuatan di dalam iman melalui doa dan Firman Tuhan. 

Amsal 24:10 adalah cermin bagi kita semua untuk berkaca. Apakah bangunan hidup kita memiliki fondasi yang kuat ataukah rapuh. Jangan-jangan hidup kita bagaikan jembatan Mississippi River, yang terlihat kuat, megah dan kokoh, tiba-tiba ambruk karena sudah tidak mampu lagi menahan tekanan. Sebelum itu terjadi, mari datang kepada Tuhan Yesus meminta kekuatan yang terus menerus diperbaharui dan semakin kuat, AMIN. (ES)