preloader

Welcome to Happy Family Center

Selamat datang di Happy Family Center. Gereja HFC adalah sebuah gereja dengan dinamika pelayanan dan ibadah yang beragam sepanjang minggu. Fokus pelayanan dan kegiatannya selalu berpusat pada 4 pilar penting, yakni: Pengajaran, Penyembahan, Misi, dan Pemuridan. Gereja HFC memiliki visi "Mengubah Dunia Melalui Keluarga".

Lihat Profil HFC

Schedule

JOIN US

Bergabunglah bersama keluarga besar HFC. Temukan berbagai kegiatan, komunitas, dan pelayanan yang sesuai dengan anda.



"Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari."
Mazmur 119:97

Happy Bible Club merupakan aplikasi membaca Alkitab tahunan yang akan memfasilitasi kita membaca Firman Tuhan dengan mudah & menyenangkan. Kelebihan dari aplikasi ini adalah bacaan ayat yang bervariasi, mulai dari Mazmur, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru & Amsal. Aplikasi ini juga disertai renungan setiap hari, sesuai ayat yang dibaca pada hari itu. Jadwal pembacaan Alkitab diatur sehingga dalam 1 tahun bisa menyelesaikan seluruh pembacaan Alkitab. Dapatkan aplikasi ini di platform Android, Apple & Web (silahkan klik salah satu icon dibawah ini).

Member Service

DEVOTION

MENGEJAR HIKMAT, BUKAN SEKADAR PENGETAHUAN

12 Jul 2026

[2Taw. 18 & 19] [Kis. 10:24-48] [Mzm. 10] [Ams. 4:1-9]

"Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat dan dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian"
(Amsal 4:7) 


Dalam Amsal pasal 4, Salomo menasihati anak-anaknya untuk menjadikan hikmat sebagai harta yang paling berharga. Di tengah dunia yang menghargai pengetahuan, kekayaan, dan kedudukan, firman Tuhan mengajarkan bahwa yang paling utama adalah memiliki hikmat yang berasal dari Allah. Hikmat bukanlah sesuatu yang datang dengan sendirinya, melainkan sesuatu yang harus dicari, dihargai, dan dimiliki. Dari Amsal 4:7, kita menemukan tiga kebenaran penting tentang hikmat.

Pertama, Hikmat adalah kebutuhan utama dalam hidup. 

Salomo berkata, "Permulaan hikmat ialah: perolehlah hikmat." Ini menunjukkan bahwa prioritas utama orang percaya bukanlah harta, jabatan, atau kepandaian, melainkan hikmat dari Tuhan. Hikmat memampukan seseorang membedakan yang benar dan yang salah, serta mengambil keputusan yang sesuai dengan kehendak Allah. Tanpa hikmat, pengetahuan saja tidak cukup untuk menjalani hidup dengan benar.

Kedua, Hikmat harus dicari dengan sungguh-sungguh. 

Firman Tuhan berkata, "dengan segala yang kauperoleh perolehlah pengertian." Kalimat ini menunjukkan bahwa memperoleh hikmat memerlukan usaha, kerinduan, dan komitmen. Hikmat Allah diperoleh melalui rasa takut akan Tuhan, belajar firman-Nya, doa, dan ketaatan. Semakin seseorang hidup dekat dengan Tuhan, semakin ia dibentuk menjadi pribadi yang berhikmat.

Ketiga, Hikmat menghasilkan kehidupan yang benar. 

Hikmat bukan hanya memenuhi pikiran, tetapi mengubah cara hidup. Orang yang berhikmat akan berbicara dengan bijaksana, mengambil keputusan dengan benar, dan hidup yang memuliakan Tuhan. Karena itu, hikmat selalu terlihat melalui karakter dan tindakan, bukan hanya melalui banyaknya pengetahuan yang dimiliki.

Amsal 4:7 mengingatkan kita untuk menjadikan hikmat sebagai prioritas utama dalam hidup. Di tengah dunia yang menawarkan banyak pengetahuan, marilah kita terus mencari hikmat yang berasal dari Tuhan melalui firman-Nya dan hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Sebab orang yang memiliki hikmat ilahi akan mampu menjalani hidup sesuai kehendak Allah dan menjadi berkat bagi sesamanya, Amin. Tuhan Yesus Memberkati. (SG)