Back   
TIADA HENTINYA MEMUJI TUHAN
"Siapakah yang dapat memberitahukan keperkasaan TUHAN, memperdengarkan segala pujian kepada-Nya?" (Mazmur 106:2)
Siapakah yang sanggup menceritakan segala perbuatan Tuhan yang dahsyat dan menyatakan seluruh pujian bagi-Nya? Pertanyaan ini mengingatkan kita bahwa kebesaran Tuhan jauh melampaui kemampuan manusia untuk menggambarkannya. Setiap hari kita menikmati begitu banyak kebaikan Tuhan, mulai dari kehidupan, kesehatan, kekuatan, perlindungan, hingga penyertaan-Nya dalam menghadapi berbagai pergumulan.
Namun, sering kali kita terlalu sibuk memperhatikan masalah dan kekurangan hidup sehingga lupa menyadari betapa besar pekerjaan Tuhan dalam kehidupan kita. Kita mudah mengeluh ketika menghadapi kesulitan, tetapi terkadang lupa mengucap syukur atas begitu banyak berkat yang telah kita terima. Padahal, Tuhan layak menerima pujian bukan hanya karena apa yang diberikan-Nya, tetapi juga karena siapa Dia dalam kehidupan kita.
Mazmur 106:2 berkata, "Siapakah yang dapat memberitakan keperkasaan TUHAN, memperdengarkan segala pujian kepada-Nya?" Ayat ini merupakan ungkapan kekaguman pemazmur terhadap kebesaran dan keperkasaan Tuhan. Kata-kata ini mengandung pengakuan bahwa tidak ada manusia yang mampu menceritakan seluruh karya Tuhan secara sempurna karena kuasa dan perbuatan-Nya begitu besar.
Mazmur 106 secara keseluruhan mengajak umat Israel mengingat kesetiaan Tuhan di tengah ketidaksetiaan manusia. Sekalipun umat-Nya berulang kali jatuh dalam dosa dan pemberontakan, Tuhan tetap menunjukkan kasih setia dan kemurahan-Nya. Dengan demikian, memuji Tuhan bukan sekadar aktivitas bernyanyi atau mengucapkan kata-kata indah, melainkan respons hati yang menyadari kebesaran, kesetiaan, dan karya-Nya yang nyata.
Karena itu, marilah kita membangun kehidupan yang senantiasa memuliakan Tuhan. Jangan hanya memuji Tuhan ketika doa dijawab atau ketika segala sesuatu berjalan sesuai harapan. Belajarlah memuji-Nya juga ketika berada dalam kesulitan, sebab kebesaran Tuhan tidak pernah berubah oleh keadaan hidup kita. Ceritakanlah kebaikan Tuhan kepada keluarga, sahabat, dan orang-orang di sekitar kita melalui perkataan maupun tindakan. Jadikanlah hidup kita sebagai kesaksian tentang kasih dan kuasa-Nya. Ingatlah, kita mungkin tidak mampu menceritakan seluruh keperkasaan Tuhan, tetapi kita dapat memperkenalkan kebesaran-Nya melalui kehidupan yang penuh syukur, setia, dan memuliakan nama-Nya. Hidup yang menyadari kebesaran Tuhan adalah hidup yang tidak pernah kehabisan alasan untuk memuji-Nya. (YS)