Back   
FIRMAN DI DALAM HATI
(Mazmur 119:9, 11)
Beberapa waktu lalu saya dan gembala saya mengunjungi sebuah ibadah kaum wanita (ya biar pun saya lelaki, saya pergi menemani gembala saya). Kami pulang dengan perasaan dongkol karena ada hal yang mengganjal di kotbah yang kami dengarkan. Pemberita firmannya tidak fokus pada teks ayat yang disampaikannya, melainkan mendasari penerapan sehari-harinya dari kata-kata motivasi orang lain. Itulah kesalahannya. Kami percaya bahwa kata-kata motivasi, cerita pengalaman, dan lain sebagainya tidak mampu menyaingi kuasa firman Tuhan yang bisa mengubahkan seseorang.
Di sinilah letak kebenaran kedua ayat ini. Baik orang muda atau siapa pun itu, akan menemukan bahwa hanya firman Tuhan saja yang mampu menjaga kelakuannya bersih dan memampukannya agar tidak berdosa terhadap Tuhan. Saya tidak memungkiri bahwa dalam sebuah kotbah perlu ada ilustrasi seperti sebuah kesaksian, tapi itu hanyalah pelengkap saja. Dagingnya adalah firman Tuhan yang dijelaskan kepada kita.
Perhatikan juga bahwa mendengar saja tidak cukup. Firman itu harus disimpan dalam hati. Apa maksudnya? Maksudnya adalah kita perlu mengingatnya, merenungkannya, dan menjunjungnya. Akhirnya, setiap kali kita dicobai oleh keinginan dosa, kita ingat kembali akan firman yang sudah kita simpan itu dan tentu saja, oleh bantuan Roh Kudus yang menginsyafkan, kita akan mampu menang melawan dosa.
Sebaliknya, apabila hati kita dipenuhi oleh segala sesuatu yang bukan firman (seperti: motivasi-motivasi duniawi, gaya hidup dunia, dll.) maka kita akan lebih cenderung jatuh ke dalam dosa.
Semoga Roh Kudus menolong kita untuk menyimpan firman-Nya dalam hati kita agar kita mampu menang melawan dosa. (HDM)