preloader
  Back   

TAKUT AKAN TUHAN

“Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia"
(Amsal 14:2)


Saya baru saja membuka email dari grup penulis internasional dan mendapatkan tugas untuk membuat renungan untuk Happy Bible Club. Karena suka Kitab Amsal, saya pilih yang Amsal. Di dalam Amsal 14 ayat 2 berbunyi demikian: “Siapa berjalan dengan jujur, takut akan TUHAN, tetapi orang yang sesat jalannya, menghina Dia.”

Di email yang saya dapat, saya menerima kutipan dari Cassie Phillips, penulis inspiratif. Pikirannya yang jernih dalam Looking at Life with Dee menginspirasi banyak orang dan secara khusus menyentuh saya amat dalam. Begini kutipannya: “If they are showing you who they are and not who you perceive them to be, let them.” 

Saya sempat merenung dalam-dalam saat membacanya. Lalu saya berintrospeksi. Saya minta Roh Kudus memeriksa hati saya sedalam-dalamnya. Bukankah kita tidak bisa berbohong kepada-Nya? Dan inilah hasilnya. 

Pertama, di dalam PERJALANAN HIDUP kita, Kitab Amsal meminta kita untuk TAKUT AKAN TUHAN. Penulis Kitab Amsal memakai frasa yang indah BERJALAN DENGAN JUJUR. Di dalam perjalanan hidup saya, saya pernah mementor seorang mahasiswi untuk menulis. Karena berbakat, tulisannya langsung menjadi cerita utama di majalah wanita terbitan Jakarta. Sekarang dia menjadi pengusaha sukes yang bergerak di bidang trading berbagai macam barang. Berkali-kali dia mengundang saya untuk makan di restorannya, namun tidak satu pun saya sanggupi, karena tidak pas waktunya. Yang menarik, adiknya gagal menjalani hidup. Dia BERJALAN DENGAN TIDAK JUJUR. Berkali-kali kakaknya menasihatinya, dia tetap bebal.

Kedua, di dalam PERJALANAN HIDUP saya, saya berjumpa dan akhirnya bersahabat dengan banyak orang. Ketimbang menilai dan akhirnya menghakimi mereka, saya memilih untuk introspeksi. Apakah selama BERJALAN BERSAMA MEREKA, saya SUNGGUH-SUNGGUH TULUS atau BERPERILAKU BULUS? Saya belajar untuk BERJALAN DENGAN JUJUR bagaimana pun hasilnya. Kalau mereka tahu bahwa apa pun yang saya kerjakan, tawarkan kepada mereka, adalah ketulusan, let it be. Jika tidak let them think so. Toh saya tidak bisa mengontrol apa yang orang lain PIKIRKAN TENTANG SAYA. 

Sobat bijak, seperti ucapan penulis bijak yang setua mama saya, jika kita disalahpahami dan disalahtafsirkan, let them. Saat Madam Cassie menasihati saya dengan rambutnya yang memutih dan wajah dipenuhi keriput, saat menatap wajahnya, saya meneteskan air mata dan berkata, “Yes, Mam.” (XQP)

Doa: Bapa, terima kasih untuk orang tua dan orang tua ‘angkat’ yang Tuhan sedikian bagi kita untuk menjalani hidup dengan lebih baik.

Share