Back   
TETAP TEGUH SAAT LAYU
"Tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan" (Mazmur 102:28)
Mazmur 102 adalah potret kejujuran jiwa yang remuk. Pemazmur tidak memakai "topeng rohani"; ia mengaku hatinya layu seperti rumput (ay. 5). Dalam bahasa Ibrani, ia menyebut dirinya sebagai ’anî (orang yang tertindas). Ia merasa hidupnya kalah (ay. 4: habis/lenyap).
Namun, ia bangkit saat mengakui bahwa Allah itu "Yashab" (ay. 13: bertahta tetap) dan "Ve Attah Hu" (ay. 28: Engkau tetap sama). Saat dunia berguncang, Allah adalah satu-satunya objek yang tidak berubah.
Pemazmur mengajarkan beberapa langkah praktis agar kita dapat berpaling pada Allah dan tetap teguh di saat kita merasa hancur, tidak berharga, lelah tak berdaya:
Pertama, Lakukan Buang Sampah Emosi: Jangan berdoa dengan kata-kata yang "rapi". Jadilah jujur seperti pemazmur yang merinci rasa sedihnya, rasa kehancurannya. Tuliskan atau ucapkan secara detail setiap beban kita —mulai dari tagihan yang membebani hingga kelelahan fisik. Mengeluarkan "sampah emosi" adalah langkah awal memberi ruang untuk merasakan ketenangan bersama Tuhan.
Kedua, Grounding pada "Apa yang Tetap": Saat cemas akan masa depan, "paksa" pikiran kita kembali pada satu janji Tuhan yang sudah terbukti. Katakan: "Perasaanku
berantakan, tapi kasih setia Tuhan ("Ve-Attah Hu") tidak berubah hari ini." Fokuslah hanya pada kekuatan untuk satu hari ini, bukan setahun ke depan.
Ketiga, Berhenti Menjadi "Tuhan" bagi Diri Sendiri: Kelelahan sering muncul karena kita merasa harus mengendalikan segalanya. Akuilah keterbatasan kita sebagai "rumput"
yang fana. Tidurlah atau beristirahatlah tanpa rasa bersalah; itu adalah tindakan iman yang mengakui bahwa Tuhanlah yang bertahta ("Yashab"), bukan kontrol kita.
Keempat, Terhubung dengan Sesama: Pemazmur mengingat "angkatan yang akan datang" (ay.
19). Jangan mengisolasi diri. Seringkali, cara praktis Tuhan memulihkan kita adalah melalui dukungan fisik atau telinga yang mendengarkan dari sahabat dan komunitas iman.
Di tengah dunia yang menuntut kesempurnaan dan penuh ketidakpastian, ingatlah bahwa
Tuhan tidak sedang ikut panik. Ia tetap bertahta. Janji dan kasih setiaNya tetap sampai selama-lamanya. Hari ini pun Dia menyertaimu, mengasihimu dan memeliharamu! Amen, Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua. (JPT)