Back   
DIUBAH OLEH ANUGERAH
(Galatia 1:11-24)
Dalam dunia psikologi, orang dengan "growth mindset" (pola pikir berkembang) percaya bahwa karakter dan masa depan seseorang tidaklah permanen. Melalui proses,
kegagalan, dan kemauan untuk belajar, seseorang selalu bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Bagi kita orang percaya, pola pikir ini memiliki dasar yang jauh lebih kuat.
Jika psikologi dunia mengandalkan kekuatan tekad manusia, maka kita mengandalkan charis (χάρις)—yaitu kasih karunia dan kuasa Allah yang sanggup mengubah hidup kita dari
dalam secara luar biasa. Rasul Paulus adalah contoh nyata dari transformasi radikal ini. Dalam Galatia 1:13-14, ia secara jujur mengakui masa lalunya yang kelam. Ia adalah seorang penganiaya jemaat yang kejam. Secara manusiawi, orang-orang saat itu pasti memiliki fixed mindset terhadap Paulus dan berpikir: "Orang ini sudah mati hati nuraninya, ia tidak akan pernah berubah."
Namun, Tuhan melihat Paulus dengan cara pandang yang berbeda. Tuhan memanggilnya oleh kasih karunia untuk memimpin sebuah misi yang baru (ayat 15-16). Hasilnya sangat luar biasa. Paulus yang tadinya membawa kehancuran, berubah menjadi pembawa berita
damai. Jemaat yang dahulu ketakutan akhirnya bersaksi: "Ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman yang pernah hendak dibinasakannya" (ayat 23).
Melalui kisah Paulus, kita belajar dua hal penting untuk membangun *growth mindset" rohani:
Pertama, Lepaskan Label Masa Lalu: Jangan biarkan kegagalan, dosa masa lalu, atau cap buruk dari orang lain menghentikan langkah kita. Di dalam Kristus, lembaran hidup kita selalu bisa ditulis ulang.
Kedua, Hargai Proses Belajar: Setelah bertobat, Paulus tidak langsung tampil di depan umum. Ia pergi ke Arab untuk menyendiri, merenung, dan mematangkan imannya (ayat 17). Pertumbuhan membutuhkan waktu dan kerendahan hati untuk dididik (Baca Amsal 3:11-12).
Fixed mindset berkata: "Saya memang sudah begini dari sananya, tidak bisa diubah lagi." Namun, growth mindset bersama Kristus berkata: "Masa lalu saya mungkin buruk, tetapi oleh anugerah-Nya, Tuhan belum selesai memproses saya."
Hari ini, mari buka hati untuk dibentuk menjadi pribadi yang baru demi kemuliaan namaNya. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua! (JPT)