Back   
SERAHKAN HIDUPMU KEPADA TUHAN
"Janganlah marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang, serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya dan Ia akan bertindak" (Mazmur 37:1, 5)
Di zaman pasca modern yang serba cepat dan instan untuk mencapai sukses dalam banyak hal, telah memacu banyak orang untuk melupakan proses. Mereka hanya peduli dan fokus pada hasil, apa pun caranya tidak menjadi masalah. Tidak heran banyak hal yang masuk zona abu-abu, barang haram menjadi dihalalkan, bahkan barang halal pun bisa di haramkan demi mencapai keuntungan pribadi secara instan. Kebenaran sudah menjadi warna abu abu.
Itu sebabnya, tidak heran kita bisa melihat dan mendengar dalam berbagai media sosial, bagaimana orang-orang yang nampak sukses dengan cara-cara yang instan. Mereka nampaknya melakukan hal yang benar. Mereka mengejar banyak hal dalam mencapai kesuksesan yang bersifat materi. Selanjutnya, materi itu menjadi sandaran, andalan serta sebagai penjamin kelangsungan hidupnya. Sayang sekali, mereka tidak lagi bersandar pada Allah.
Kesuksesan yang nampak instan dan diperoleh dengan cara-cara yang nampak mudah, tanpa melibatkan Allah, telah menjadi iklan yang menarik. Hal ini telah mempengaruhi banyak orang termasuk orang yang beriman kepada Allah. Akibatnya, hal itu menimbulkan iri hati terhadap keberhasilan orang-orang fasik yang seringkali mempertontonkan kesukseskan hidup tanpa bersandar pada Allah .
Namun, Firman Tuhan dengan konsisten mengajarkan kepada umat-Nya untuk mempercayakan hidup dengan menyerahkannya kepada Allah. Menyerahkan hidup bukan berarti melepaskan tanggung semuanya dengan tidak melakukan apa apa. Bukan juga bersifat penyerahan yang fatalisme, karena Firman Tuhan mengatakan bahwa: "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia".
Beberapa alasan Firman Tuhan yang menolong agar kita tidak marah dan iri hati pada keberhasilan orang orang fasik:
Pertama, Keberhasilan orang fasik seperti rumput hijau.
Keberhasilan yang mudah diperoleh akan mudah layu dalam sekejap saja. Apalagi, jika tidak ada perkenanan Allah di dalamnya, maka kesuksesan tanpa Allah di dalamnya menjadi jerat pada akhirnya.
Kedua, Tuhan meminta kita berdiam dengan tenang.
Dalam segala hal keadaan berdiam dengan tenang, justru di situ terdapat kekuatan. Kita sedang memberi ruang Allah bekerja. Allah berjanji akan memunculkan kebenaran kita, ketekunan kita, kesetiaan kita. Semuanya menjadi seperti terang yang semakin terang benderang di tengah kegelapan dunia.
Orang-orang yang menantikan Tuhan akan mewarisi bumi. Apa yang di lakukan tidak sirna oleh waktu dan keadaan apa pun oleh karena Allah yang memelihara kita melintasi segala musim kehidupan. Kita akan mampu tetap tegak berdiri, serta melihat pertolongan Tuhan yang ajaib atas hidup kita. Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, yang tidak pernah didengar oleh telinga itu yang akan Tuhan sediakan bagi kita yang mau berserah pada Allah.
Ketiga, mengalami akhir damai sejahtera. Orang-orang yang berserah pada Allah, yang tidak iri kepada keberhasilan orang fasik, yang tidak mengikuti jalan kefasikan akan memperoleh damai sejahtera yang berlimpah-limpah dalam hidupnya.
Sebagai kesimpulan, menyerahkan hidup pada Allah merupakan tanda kita beriman pada Allah, tanda kita percaya. Apa pun yang terjadi seizin Allah pada akhirnya semuanya mendatangkan kebaikan. Tetaplah percaya, berdiam diri , tetap bergembira dalam Tuhan karena segala hal dalam kendali dan di bawah otoritas Allah.
Tetaplah berlaku setia, rendah hati dan Ia akan memberikan apa yang diinginkan hati kita karena Allah melihat hati lebih daripada sekadar apa yang kita butuhkan, Amin. (B.E)