preloader
  Back   

KEPASTIAN DI DALAM TUHAN

"Dan sesudah berkata demikian , Ia menunjukkan tanganNya dan lambungNya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka meilhat Tuhan" (Yohanes 20:20)

Para murid Yesus pasca kematian-Nya hidup dalam ketakutan, mereka takut akan terseret dalam kasus Yesus yang berakhir dengan hukuman salib, lambang hukuman yang paling hina dan berat. Mereka berkumpul di suatu tempat dan mengunci pintu-pintu di tempat itu, takut kalau mereka akan dikenal sebagai murid Yesus dan orang Yahudi akan menganiaya mereka.

Namun di tengah-tengah ketakutan dan situasi yang mencekam, Yesus datang kepada mereka dengan menunjukkan lubang bekas paku di tangan dan lambung-Nya untuk membuktikan bahwa Ia benar-benar Yesus yang mereka kenal selama ini. Secara fisik Yesus memang sudah berbeda karena setelah bangkit Yesus memiliki tubuh kemuliaan, namun pribadi-Nya tetap sama. 

Melihat Yesus Sang Guru hidup dan berada di tengah-tengah mereka membuat mereka bersukacita, mengapa? Karena firman-Nya benar adanya bahwa Ia akan bangkit pada hari yang ketiga, para murid memperoleh kepastian akan hidupnya Sang Mesias dan firman-Nya digenapi. 

Yesus menemui mereka untuk menguatkan mereka dalam mengemban tugas yang harus mereka jalani setelahnya yaitu memberitakan Injil, Kabar Keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Yesus pun mengembusi mereka agar menerima Roh Kudus sehingga memiliki keberanian untuk memberitakan tentang Dia. Ini juga menjadi tugas kita sebagai anak Tuhan yaitu memberitakan keselamatan yang sudah Tuhan sediakan. Tuhan memperlengkapi kita dengan Roh Kudus, Sang Penolong dalam menjalankan Amanat Agung, karena kita akan menghadapi tantangan dalam memberitakan Injil baik dari dalam maupun luar.

Kita bersyukur karena kepastian ada di dalam Tuhan Yesus Kristus bahwa Ia betul-betul mengalami maut setelah disiksa dalam perjalanan menuju salib. Namun, Ia telah mengalahkan maut, Ia betul-betul hidup. Inilah yang membawa sukacita yang besar karena iman dan pengharapan kita di dalam Dia ada kepastian. Dalam memberitakan Injil bukan hanya sekadar bercerita saja namun kita juga harus menghidupinya. Dosa-dosa kita yang lama telah disalibkan bersama Kristus yang menanggung dosa seluruh umat manusia. 

Jadi, kita sekarang hidup dengan karakter baru yaitu karakter Kristus. Butuh perjuangan dan pengorbanan untuk menanggalkan dan meninggalkan dosa yang dengan kekuatan sendiri pasti tidak mampu. Oleh karena itu Ia memberikan Roh Kudus untuk menolong kita. Dengan demikian pemberitaan Injil yang kita sampaikan didukung juga dengan perubahan hidup kita yang signifikan sehingga orang akan percaya dengan yang kita beritakan. (AD)

Share