Back   
ORANG KRISTEN YANG DIRINDUKAN
(Roma 1:8–15)
Kerinduan biasanya lahir dari sebuah hubungan. Namun, yang menarik dalam Roma 1:8–15 adalah Paulus sangat merindukan jemaat di Roma, padahal ia belum pernah mengunjungi mereka. Ia tidak sedang mengenang masa lalu bersama mereka, karena memang belum pernah bertemu.
Lalu, apa yang membuat Paulus begitu ingin datang ke Roma? Jawabannya bukan terletak pada siapa mereka, melainkan pada apa yang Allah sedang kerjakan di tengah mereka. Narasi ini menunjukkan bahwa jemaat Roma telah menjadi komunitas yang layak dirindukan karena hidup mereka memancarkan buah Injil.
Pertama, orang Kristen yang dirindukan memiliki kesaksian iman yang nyata. Paulus membuka suratnya dengan ucapan syukur karena iman jemaat Roma "tersiar di seluruh dunia" (ay. 8). Sebagai ibu kota Kekaisaran Romawi, Roma menjadi pusat lalu lintas berita. Yang tersebar bukanlah kemegahan gereja mereka, melainkan kesetiaan mereka kepada Kristus karena kuasa Injil yang nyata. Dunia mungkin mengenal kita karena prestasi, tetapi Allah rindu agar kita dikenal karena iman yang tetap teguh di tengah berbagai tekanan hidup.
Kedua, orang Kristen yang dirindukan membangun relasi yang saling menguatkan. Paulus memang ingin meneguhkan jemaat Roma, tetapi ia segera menambahkan bahwa mereka akan "bersama-sama saling dihiburkan oleh iman kita masing-masing" (ay. 11–12). Seorang rasul pun mengakui bahwa ia membutuhkan penguatan dari jemaat. Injil menghancurkan kesombongan rohani dan membangun komunitas yang saling menopang. Gereja bukan tempat mencari siapa yang paling kuat, melainkan tempat setiap orang saling menguatkan dalam iman.
Ketiga, orang Kristen yang dirindukan menghasilkan buah bagi Kerajaan Allah. Paulus berkali-kali ingin datang agar ia dapat "memperoleh buah" di tengah mereka (ay. 13). Kerinduannya bukan sekadar berkunjung, tetapi melihat kehidupan yang terus bertumbuh dan menghasilkan dampak bagi Injil. Orang yang hidup di dalam Kristus tidak berhenti pada keselamatan pribadi; hidupnya perlahan menjadi berkat yang membawa pertumbuhan bagi orang lain.
Keempat, orang Kristen yang dirindukan siap menjadi bagian dari misi Allah. Paulus merasa dirinya "berhutang" kepada semua orang untuk memberitakan Injil (ay. 14–15). Kelak, jemaat Roma bahkan dipersiapkan menjadi titik awal pelayanan Paulus menuju Spanyol (Rm. 15:23–24). Mereka bukan hanya penerima Injil, tetapi juga rekan dalam penyebaran Injil. Inilah gereja yang dirindukan Paulus: gereja yang tidak hanya menikmati kasih karunia, tetapi juga mengambil bagian dalam pekerjaan Allah bagi dunia.
Pada akhirnya, Paulus merindukan jemaat Roma bukan karena kedekatan pribadi, melainkan karena ia melihat jejak karya Allah di dalam mereka. Kiranya kehidupan kita pun menjadi seperti itu. Kita bukan dikenal karena nama atau pencapaian, tetapi karena iman yang teguh, kasih yang saling menguatkan, buah yang nyata, dan hati yang siap dipakai Tuhan. Orang Kristen yang paling dirindukan adalah mereka yang membuat orang lain semakin melihat Kristus melalui hidupnya.
Amen. Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita senantiasa. (YAS)