Back   
LARANGAN ATAU PERINTAH?
“Tidaklah pantas bagi raja, hai Lemuel, tidaklah pantas bagi raja meminum anggur, ataupun bagi para pembesar mengingini minuman keras... Berikanlah minuman keras itu kepada orang yang akan binasa, dan anggur itu kepada yang susah hati” (Ams 31:4, 6 i_TB)
Pernah bingung membaca ayat di atas? Di dalam Kitab Amsal yang saya ada larangan sekaligus perintah. Mana yang benar? Kalau Anda merasa begitu, Anda sudah terjebak dengan pola pikir hitam putih, padahal di dunia ini ada warna lain termasuk abu-abu. Lalu, bagaimana penjelasannya kok kesannya perintah ini plin plan?
Pertama, larangan minum anggur bagi para pemimpin agar dia tidak mabuk dan mengambil keputusan yang salah di dalam pemerintahannya: “jangan sampai karena minum ia melupakan apa yang telah ditetapkan, dan membengkokkan hak orang-orang yang tertindas” (Ams 31:5 i_TB).
Kedua, perintah minum anggur bagi mereka yang stress, depresi dan hampir mati adalah pemakaian anggur untuk obat penenang atau "pain killer" karena pada zaman itu belum ada analgesic. Jadi yang pertama, agar para penguasa tidak sewenang-wenang dalam mengambil keputusan alias sok kuasa, sedangkan yang kedua untuk menghibur mereka yang mengalami kepahitan hati atau secara fisik bisa saja hampir mati.
Sobat bijak, di dalam kitab Amsal ini tidak ada pertentangan melainkan ‘pertimbangan bijak’ di sikon tertentu. Mari mulai belajar berpikir kritis di saat krisis. (XQP)
Doa: Bapa, ajar aku untuk memiliki pikiran yang jernih saat membaca Firman-Mu. Biarlah Roh Kudus membimbingku agar tidak sesat.