preloader
  Back   

ROTI KERING YANG DAMAI

"Lebih baik sekerat roti yang kering, disertai ketenteraman, daripada makanan daging serumah, disertai perbantahan" (Ams. 17:1)

Bayangkan sepiring nasi hangat dengan sepotong tempe goreng, dimakan dalam sunyi damai di rumah yang rukun. Bandingkan dengan meja makan penuh ayam bakar, rendang, dan kue-kue mahal, namun diiringi sindiran, cekcok, dan wajah masam. Mana yang Anda pilih? 

Salomo dengan tajam berkata: ketenteraman jauh lebih berharga daripada kemewahan yang penuh pertengkaran.

Kata "roti kering" dalam bahasa Ibrani adalah roti yang sudah keras, sisa kemarin, makanan orang miskin. Sementara "makanan daging serumah" adalah daging kurban yang biasanya dinikmati saat pesta besar. Salomo membandingkan yang paling sederhana (roti kering) dengan yang paling mewah (daging pesta). Namun kuncinya ada pada "ketenteraman" versus "perbantahan". Ketenteraman  bukan hanya damai, tapi kelengkapan hidup, harmoni, dan kesejahteraan.

Di zaman Israel kuno, rumah adalah pusat kehidupan keluarga besar. Pertengkaran sering dipicu oleh masalah warisan, persaingan antar istri (seperti di keluarga Abraham atau Yakub), atau ketidakadilan. Amsal ini mengingatkan bahwa kekayaan tanpa damai adalah perangkap.

Tuhan lebih menyukai rumah tangga yang sederhana tapi penuh sukacita dan kasih daripada istana mewah yang penuh intrik. Ayat 3 menegaskan: Tuhan menguji hati, bukan sekadar melihat persembahan atau harta kita.

Mari sobat HBC, syukurilah roti kering Anda hari ini. Jangan mengeluh karena menu sederhana. Ciumlah aroma nasi, lihat warna lauk, ucapkan terima kasih. Damai dimulai dari hati yang bersyukur.
Hindari memperkeruh suasana hanya untuk "menang argumen". Ayat 9 berkata: "Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih." Jika pasangan atau anak Anda melakukan kesalahan kecil, tutuplah dengan diam atau maaf, jangan dibesar-besarkan.

Latihlah mulut Anda untuk tidak melontarkan kata-kata tajam saat kesal. Ayat 5 mengingatkan: menghina orang miskin sama dengan menghina Penciptanya. Setiap orang punya martabat sebagai gambar Allah.

Jadilah pribadi yang menguji hati sendiri sebelum menyalahkan orang lain. Ayat 3 berkata: "Tuhanlah yang menguji hati." Mohon pertolongan Roh Kudus meneropong motivasi Anda—apakah Anda benar-benar mencari damai, atau hanya ingin menang sendiri?

Keluarga Kristen bukan tanpa masalah. Namun Anda punya kuasa untuk memilih: menjadi pembawa ketenteraman atau perbantahan. Ingatlah, di kayu salib Kristus, Ia menutup semua pelanggaran kita dengan kasih-Nya. Sebagai anak-anak-Nya, hiduplah seperti roti kering yang sederhana tapi memberi kehidupan—bukan seperti daging pesta yang manis di lidah tapi memicu sakit perut.

Tuhan, ajar kami merindukan shalom-Mu lebih dari segala kemewahan. Tolong kami menutup pelanggaran, mengejar kasih, dan menjadi perekat damai di rumah kami. Dalam nama Yesus yang membawa damai sejati. Amin. (SD)

Share