preloader
  Back   

MAAF, ADA KAMERA PAK

“Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian.” (Ams 9:10)

Kalimat itu diucapkan oleh sopir online yang saya naiki. Mengapa dia mengatakan hal itu? Karena dia mengerem mendadak sehingga tubuh saya terdorong ke depan.
Jadi, jika tidak ada kamera, dia akan terus menerobos meskipun lampu merah. Persis seperti yang jawaban yang diberikan pengemudi saat dihentikan dan ditanya petugas.
“Bapak tidak melihat tanda ‘dilarang masuk’?” tanya petugas.
“Melihat Pak, tetapi saya tidak melihat Bapak,” ujarnya sambil tersenyum penuh arti.

Saat masih melayani di Australia, seorang sekretaris sebuah gereja cerita kepada saya. Suatu hari dia dihentikan seorang petugas polisi. Saat dia bertanya salah apa, petugas berkata, dia tidak memakai sabuk pengaman.
“Lho saya pakai ini,” ujarnya membela diri.
“Saya melihat Anda tadi tidak memakai seat belt dan baru Anda pakai saat melihat saya,” ujar petugas itu tegas.

Artinya banyak orang yang sengaja melanggar karena tidak melihat ada petugas di sana. Siapa yang salah? Ada seorang pengemudi truk yang pernah bercerita, “Kadang ada petugas yang sengaja sembunyi di balik pohon. Begitu ada yang melanggar, dia langsung muncul.

Sobat bijak, marilah mengajar diri kita sendiri untuk takut Tuhan sehingga keputusan yang kita ambil berdasarkan hal itu. (XQP)

Doa: Bapa ajar aku untuk senantiasa patuh terhadap peraturan karena Engkau yang mengajar kami demikiian.

Share