preloader
  Back   

KEKUATAN DARI TUHAN

“Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: “Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu. Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb" (1Raja-Raja 19:7-8)

Elia dalam kondisi putus asa padahal ia baru memperoleh kemenangan besar setelah menyembelih nabi-nabi Baal di Sungai Kison. Ia takut ketika Izebel hendak membunuhnya. Lalu ia pergi menyelamatkan nyawanya, meninggalkan bujangnya dan masuk ke padang gurun. Ia duduk di bawah pohon arar dan ingin mati.

Berapa banyak dari kita mungkin pernah mengalami seperti Elia. Baru menerima pertolongan Tuhan, tidak lama ketika situasi berubah menjadi sulit dan gunung persoalan di depan kita seakan tidak dapat dilewati, maka kita mudah putus asa dan tidak sedikit yang berpikir lebih baik menyerah dan mati saja. Begitu mudahnya melupakan kebaikan Tuhan yang baru dialami.

Bagaimana Elia mendapat kekuatan dari Tuhan?

Pertama, BANGUNLAH! Ketika Elia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, berarti ia mengalami kesendirian yang menekan dan ketakutan yang mendalam inilah yang membuatnya ingin mati. Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar. Tetapi Tuhan mengirimkan malaikat untuk menyuruhnya “BANGUNLAH”! 

Demikian juga dalam kehidupan kita, walaupun kondisi sepertinya sangat berat, tiada harapan, tetapi Tuhan mau kita bangun, bangkit dan menyelesaikannya bersama dengan Tuhan. Jangan terus tidur dalam keputusasaan. Percayalah, Tuhan tetap ada dalam keputusasaan.

Kedua, MAKANLAH! Elia bangun lalu ia makan dan minum, dan sungguh ajaib Tuhan memberikan kekuatan ekstra sehingga Elia berjalan  empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah.

Tak pernah terpikir oleh pikiran manusia, tetapi itulah yang Tuhan kerjakan asalkan kita juga mau melakukan bagian kita mengisi dengan makanan, artinya kita juga harus melakukan hal-hal supaya memperbesar kapasitas baik secara jasmani maupun rohani.

Sungguh kekuatan tidak dari kehebatan diri sendiri, tetapi dari Tuhan. Mari kita terus membangun kehidupan ini dengan bersemangat, mengisi dengan makanan rohani yang membuat kita bertumbuh kuat dan menyelesaikan setiap tantangan kehidupan ini bersama dengan Tuhan.

Dalam Yesaya 40:29 “Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya”, Amin. TUHAN YESUS MEMBERKATI. (MW)

Share