preloader
  Back   

JANGAN JADI ORANG BEBAL

"Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya" (Amsal 18:2)

Dalam hidup ini seringkali kita bertemu orang yang bebal. Mereka bukanlah orang yang kekurangan informasi, tetapi orang yang menolak untuk belajar dan mengerti. Mereka cepat menyampaikan pendapat, membela diri, bahkan menghakimi, tapi enggan membuka hati untuk belajar atau memahami orang lain. Sikap ini mencerminkan kesombongan dan keengganan untuk bertumbuh secara rohani dan intelektual.

Tuhan tidak menghendaki kita menjadi orang bebal. Ia menginginkan kita menjadi pribadi yang bijak, yang mendengarkan lebih dulu sebelum berbicara, yang mencari hikmat dan kebenaran, bukan hanya pembenaran diri. Dalam relasi dengan sesama, kemampuan untuk mendengarkan dan memahami adalah bentuk kasih dan kerendahan hati.

Ketika kita selalu ingin suara kita didengar tanpa peduli pada kebenaran, kita sedang menutup pintu bagi pertumbuhan rohani. Tapi ketika kita bersedia belajar baik itu dari firman Tuhan, dari pengalaman, bahkan dari teguran, artinya kita sedang membuka diri untuk dibentuk oleh Tuhan.

Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk menjadi pribadi yang rendah hati, terbuka terhadap pengertian, dan mau belajar dari Tuhan serta sesama. Mendengarkan dengan hati yang terbuka jauh lebih berharga daripada sekadar berbicara tanpa pertimbangan. Dalam dunia yang penuh suara dan opini, mari kita menjadi orang yang mencari hikmat, bukan hanya ingin didengar saja, Amen. Tuhan Yesus Memberkati. (EN)

Share