Back   
SI BODOH YANG BERKATA DALAM HATI
(Mazmur 14)
"Orang bebal berkata dalam hatinya: 'Tidak ada Allah.' Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik" (Mazmur 14:1)
Siapa orang bodoh versi Alkitab? Bukan mereka yang nilai matematikanya merah, bukan pula yang gagal masuk perguruan tinggi. Orang bebal di sini justru seringkali tampak pintar di mata dunia—sukses, berpendidikan, dan disegani. Namun di lubuk hatinya yang terdalam, ia berkata: "Tidak ada Allah." Ini bukan pernyataan teoretis, melainkan sikap hidup yang bertindak seolah-olah Tuhan tidak melihat, tidak peduli, dan tidak akan menghakimi.
"Bebal" bukan soal rendah IQ, melainkan kebodohan moral dan spiritual. Ia "berkata dalam hati," artinya ini adalah keyakinan batin yang menggerakkan seluruh tindakannya, bukan sekadar omongan di mulut. Akibatnya, perbuatan mereka menjadi "busuk dan keji" (ayat 1b)—rusak dari dalam dan menjijikkan di mata Allah.
Mazmur ini ditulis di zaman Daud, saat Israel sering dikepung musuh. Namun nabi bukan hanya menyindir bangsa kafir, tetapi juga menyentil orang Israel sendiri yang menindas sesama. Perhatikan ayat 4: ".... memakan habis umat-Ku seperti memakan roti"—ini gambaran para pejabat dan orang kuat yang merampas hak orang miskin, seolah tidak ada Hakim yang mengawasi mereka. Mereka orang "beragama" tetapi hidupnya kejam.
Ayat 2–3 adalah salah satu teks paling gamblang tentang kerusakan total manusia ("total ddepravity"). Tuhan mencari "orang yang berakal budi dan mencari Allah," tetapi hasilnya: "Tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak." Rasul Paulus mengutip ayat ini dalam Roma 3:10–12 untuk membuktikan bahwa semua manusia, tanpa kecuali, butuh kasih karunia. Tidak ada satu pun perbuatan baik kita yang cukup untuk menyelamatkan diri sendiri.
Ayat 6 berkata, "Tempat perlindungan orang yang tertindas adalah TUHAN." Meskipun manusia bebal dan berdosa, Tuhan tetap menjadi benteng bagi yang lemah. Dan ayat 7 merindukan "pertolongan dari Sion"—itu adalah janji Mesias. Yesus Kristuslah yang datang dari Sion surgawi untuk membebaskan kita dari kebodohan dosa.
Aplikasi praktis untuk keseharian Anda:
#1 Anda percaya Tuhan, tetapi apakah Anda berdoa sebelum mengambil keputusan bisnis? Apakah Anda membaca Alkitab sebelum beraktivitas? Jika hidup kita berjalan tanpa merujuk pada Tuhan, kita sama dengan orang bebal.
#2 Berhentilah menindas orang lemah. Di kantor, jangan menindas bawahan. Di pasar, jangan curangi timbangan. Di media sosial, jangan hancurkan nama orang dengan gosip. Tindakan menindas adalah bukti praktis bahwa kita mengabaikan Tuhan.
#3 Bersyukur karena keselamatan tidak bergantung pada kebaikan kita. Saat Anda gagal, dosa, atau merasa "busuk," jangan putus asa. Tuhan justru menjadi perlindungan bagi yang sengsara.
#4 Datanglah kepada Kristus yang mati untuk orang bebal seperti kita.
#5 Doakan pemulihan bagi keluarga dan bangsa Anda. Seperti Daud merindukan sukacita Israel, doakan lingkungan Anda agar terlepas dari korupsi, kekerasan, dan ketidakadilan.
#6 Mulailah dengan memperbaiki hati Anda sendiri hari ini. Dunia mengukur kepintaran dari gelar dan harta. Allah mengukur kebodohan dari hati yang menolak-Nya. Hari ini, buanglah kebodohan itu. Akui bahwa Anda butuh Tuhan dalam setiap tarikan napas. Ketika Tuhan mencari orang yang berakal budi, biarlah Dia menemukan Anda berlutut, bukan berlagak: "Pintar di mata manusia bisa jadi bebal di mata Tuhan. Hari ini, pilihlah untuk hidup di bawah tatapan kasih-Nya, bukan di bawah ilusi bahwa tidak ada yang melihat."
Mari berdoa:
Tuhan, ampuni kami yang sering bertindak bodoh seolah Engkau buta. Jadilah perlindungan bagi kami yang sengsara dan lemah. Pulihkan kehidupan kami, agar kami bersukacita dalam pembebasan-Mu di dalam Yesus. Amin. (SDK)