Back   
MATI BAGI DOSA
"Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus" (Roma 6:11)
Dalam Perjanjian Lama, dosa digambarkan sebagai pelanggaran terhadap Taurat, pemberontakan kepada Allah, dan kekerasan terhadap sesama. Tetapi ketika Yesus datang, Ia mengubah segalanya. Melalui kematian-Nya di kayu salib, Ia membayar lunas tebusan dosa kita.
Namun perhatikan: anugerah keselamatan bukanlah surat izin untuk terus hidup dalam dosa. Justru karena kita sudah ditebus dengan harga yang mahal, kita dipanggil untuk hidup berbeda.
Ada dua musuh yang harus kita hadapi: *Iblis harus DILAWAN*, karena serangannya dari luar. *Dosa harus DIMATIKAN*, karena godaannya dari dalam. Kekudusan bukan terjadi karena kita berteriak "Kudus... Kudus...", tetapi karena ada peperangan setiap hari untuk memilih taat kepada Tuhan.
Bagaimana cara mematikan dosa?
*#1 AKUI.* Jangan tutupi dosa seperti Adam dan Hawa. Mazmur 38 menunjukkan Daud yang jujur di hadapan Tuhan tentang dosanya.
*#2 BERTOBAT.* Berbalik 180 derajat dari jalan yang salah.
*#3 SANGKAL DIRI.* Memilih kehendak Tuhan daripada keinginan daging kita.
Ada dua kebenaran penting dari Roma 6 untuk menolong kita mati bagi dosa:
*Pertama : KRISTUS TELAH MATI MEMUTUSKAN RANTAI DOSA*.
Roma 6:13 berkata: _"Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah..."_.
Salib telah memutus rantai perbudakan dosa. Kita bukan lagi budak. Setiap hari kita harus mengingat bahwa tubuh kita adalah bait Roh Kudus. Mata, telinga, tangan, dan pikiran kita jangan lagi dipakai untuk dosa, tetapi dipersembahkan sebagai senjata kebenaran.
Jika kita milik Kristus, maka dosa bukan lagi "tuan" atas hidup kita. Kita punya kuasa untuk berkata "tidak" karena Roh Kudus tinggal di dalam kita.
*Kedua: DULU HAMBA DOSA, KINI CIPTAAN BARU DALAM TERANG (Roma 6:17-18): _"Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah menaati pengajaran... Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran"._
Paulus memakai gambaran perbudakan yang sangat dipahami orang Roma. Dulu kita terikat, sekarang kita merdeka. Keselamatan bukan hasil usaha kita, tetapi anugerah. Dan respon kita terhadap anugerah itu adalah hidup kudus.
Hidup kudus bukan karena takut dihukum, tetapi karena mengasihi Yesus yang sudah mati bagi kita. Hidup baru berarti aktif melayani, mengampuni, dan menjadi terang di tengah dunia.
*Renungkan:*
#1 Sudahkah aku benar-benar mati bagi dosa?
#2 Apakah aku masih kompromi dengan hal-hal kecil yang mendukakan Roh Kudus?
#3 Apakah hidupku mencerminkan kekudusan Kristus di rumah, di tempat kerja, dan di media sosial?
Penutupnya ada di Galatia 5:16: "_Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging"._
Mari kita pilih setiap hari: bukan hidup untuk dosa, tetapi hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. *Keep on Fire*, *Tuhan Yesus Memberkati*.
(LT)