preloader
  Back   

HIDUP DALAM ROH TUHAN

(Yesaya 11:1–10)

Pembacaan dari nats di atas menggambarkan tentang Tunas dari tunggul Isai, yang mengacu kepada Kristus dalam Perjanjian Baru. Keadaan Israel saat itu seperti pohon yang ditebang. Namun, Tuhan menjanjikan kehidupan baru melalui seorang Raja yang dipenuhi Roh Tuhan. 

Pertama, Tuhan sanggup menumbuhkan harapan baru (Yes. 11:1): “Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.” Tunggul adalah pangkal dari batang pohon yang masih tertinggal setelah ditebang. Nampaknya sudah tidak ada lagi yang dapat diharapkan. Namun, di tangan Tuhan, justru dari tunggul itulah Tuhan menumbuhkan tunas.

Sering kali kita juga mengalami “tunggul” dalam kehidupan: sakit kronis, usaha gagal, keluarga mengalami masalah, pelayanan terasa tidak berkembang, atau kita merasa masa depan sudah tertutup. Datang dan berserulah kepada Tuhan. Apa yang bagi manusia terlihat seperti tunggul, bagi Tuhan masih dapat menjadi tempat munculnya tunas.

Kedua, Tuhan ingin memenuhi kita dengan Roh-Nya (Yes. 11:2): 
“Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN.” Kristus digambarkan sebagai Raja yang tidak menjalankan kepemimpinan dengan ego, emosi, atau kekuatan manusia. Ia dipenuhi Roh Tuhan dan hidup dalam takut akan Tuhan.

Jadikan prinsip penting bagi kita untuk tidak mengandalkan kepandaian tapi mengandalkan  hikmat Tuhan. Hidup yang dipimpin Roh Tuhan membuat kita berhenti sejenak, berdoa, dan memohon tuntunan Tuhan untuk mengambil keputusan yang benar sesuai kehendak-Nya. 

Ketiga, Tuhan menjanjikan kedamaian di tengah keadaan yang tidak baik. Dalam Yes. 11:6-9 digambarkan bagaimana serigala tinggal bersama anak domba, macan tutul berbaring bersama kambing, dan tidak ada yang berbuat jahat. Ini menggambarkan pemerintahan Mesias yang membawa damai dan pemulihan. Puncaknya terdapat dalam ayat 9:
“Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN.”

Damai yang Tuhan kehendaki bukan hanya tidak adanya pertengkaran. Damai berarti kehidupan yang semakin dipulihkan oleh pengenalan akan Tuhan. Orang yang mengalami Kristus seharusnya bukan menjadi sumber konflik, tetapi pembawa damai.

Sahabat HBC yang dikasihi Kristus, Tuhan dapat menumbuhkan harapan dari keadaan yang kelihatannya sudah mati. Kita perlu hidup dalam hikmat dan pimpinan Roh Tuhan, bukan sekadar mengandalkan kemampuan sendiri. Kehadiran Kristus membawa kita menjadi pembawa damai dan pemulihan, Amen. God bless you. (AM)


Doa:
“Tuhan, di tengah keadaan yang sulit, mampukan kami tetap berharap kepada-Mu. Pimpin kami dengan Roh-Mu sehingga kami memiliki hikmat untuk mengambil keputusan yang benar. Dan jadikan kami pembawa damai di dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, dan lingkungan kami. Biarlah kehidupan kami semakin mencerminkan Kristus. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.”

Share