preloader
  Back   

MENGUTAMAKAN TUHAN

(2 TAWARIKH 34:2-3) 

Sebagai orang yang masih muda dan kemudian menjadi raja, seharusnya mempunyai ambisi yang sangat tinggi dengan ingin menjadi lebih kuat, tenar dan ingin memiliki kekayaan yang luar biasa banyaknya. Namun Yosia yang masih muda sangat berbeda sebab yang ia utamakan adalah mencari Tuhan. Tidak seperti para leluhurnya yang meninggalkan Tuhan. 

Dalam konteks ini memberi gambaran tentang prinsip kehidupan sehari-hari: 
Pertama, Melakukan apa yang benar dimata Tuhan. Dalam ayat 2, raja Yosia yang masih belia mengikuti jejak raja Daud bapa leluhurnya. Dengan tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri. Raja Yosia memiliki prinsip sendiri dalam kepemerintahannya sendiri dengan tidak terpengaruh oleh lingkungan yang sudah rusak/sesat, artinya tidak ikut-ikutan pada kesesatan orang-orang pada zamannya. Yosia memilih mencari Tuhan terlebih dahulu karena memiliki kepercayaan bahwa perkenan Tuhan jauh melebihi dari tahta, kekayaan, dan popularitas. Yosia mengutamakan Tuhan di atas segala-galanya. Bandingkan dalam Matius 6:33, Yesus berkata: "Tetapi carilah terlebih dahulu kerjaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu". 

Kedua, Tunduk pada kebenaran. Ketika rumah Tuhan sedang direnovasi oleh beberapa tukang yang diangkat oleh raja Yosia, pada saat itu mereka menemukan kitab Taurat, dan kemudian dibacakan kepada raja oleh Safan. Sesudah didengar oleh raja maka ia mengoyakkan pakaiannya sebab hebat amarah Tuhan atas Yehuda dan Yerusalem, Yosia menyuruh beberapa orang untuk meminta petunjuk Tuhan lewat nabiah yang Bernama Hulda atas keselamatan Yehuda dan Yerusalem yang dia pimpin saat itu. Yosia tidak meminta petunjuk dari penasihat raja atau orang-orang pintar tetapi dia merendahkan hati dan menundukan diri sambil menangis di hadapan Tuhan, dan meminta petunjuk dari Tuhan. Tuhan berkenan atas permintaan raja karena disertai dangan kerendahan hati, sehingga Tuhan tidak mendatangkan malapataka yang hebat atas Yehuda dan Yerusalem karena dosa-dosa yang mereka perbuat. Kemudian raja menyuruh semua orang dari kalangan mana pun untuk berkumpul di rumah Tuhan dengan memberikan perintah untuk tetap tunduk dan berpegang pada perintah dan ketetapan Tuhan sesuai yang tertulis dalam kitab yang mereka dengar bersama. Tuhan berkenan kepada orang yang mencari-Nya dengan sungguh-sungguh dan setia. Dan yang mau tunduk pada kebenaran sesuai dengan Firman Tuhan.
 
Kisah hidup Yosia yang masih muda dan kemudian menjadi raja. Sebagai pemimpin ia berani memutuskan rantai dosa  yang selama ini telah meracuni keluarganya dan seluruh rakyat yang menyembah kepada Baal. Yosia menghancurkan semua patung berhala yang di rumah Tuhan dan istana. Raja mengajak seluruh rakyatnya untuk mencari dan menguduskan diri di hadapkan Tuhan. 

Mari kita tetap memegang dan mengutamakan Tuhan meski hidup di lingkungan yang tidak mengenal Tuhan. Jadilah contoh dengan menunjukkan bahwa engkau anak Tuhan, lewat perkataan, tindakan dengan tidak kompromi dengan dosa. Jangan malu dan rendah diri jika engkau di kucilkan atau diabaikan oleh komunitas dan lingkunganmu, hanya karena tidak mengikuti seperti yang mereka lakukan setiap hari. Teruslah hidup sesuai firman Tuhan setiap hari dengan hidup taat, menjaga diri dalam kekudusan sampai mengalami lawatan Tuhan yang luar biasa. (EL)

Share