preloader
  Back   

TETAP TEGUH DI TENGAN PENCOBAAN

"Supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Karena kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu" – 1 Tesalonika 3:3

Setiap orang percaya tentu menginginkan kehidupan yang berjalan dengan tenang dan tanpa masalah. Namun, kenyataannya perjalanan iman tidak selalu demikian. Ada masa ketika kita mengalami tekanan, kekecewaan, kehilangan, pergumulan keluarga, masalah pekerjaan, maupun keadaan yang membuat hati terasa lemah. 

Melalui 1 Tesalonika 3 ayat 1 sampai 3, kita melihat perhatian Paulus kepada jemaat di Tesalonika yang sedang menghadapi kesusahan. Paulus memahami bahwa penderitaan dapat mengguncang iman seseorang apabila tidak dihadapi dengan pengharapan kepada Tuhan.

Paulus tidak menganggap kesusahan sebagai tanda bahwa Tuhan telah meninggalkan umat-Nya. Sebaliknya, ia menyadari bahwa orang percaya dapat mengalami penderitaan dalam perjalanan mengikut Kristus. Karena itu, Paulus mengutus Timotius untuk menguatkan dan menasihati jemaat supaya mereka tetap teguh dalam iman. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan sering memakai orang lain untuk memberikan kekuatan ketika kita sedang berada dalam masa yang sulit.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga dapat mengalami keadaan yang membuat iman mulai goyah. Ketika doa yang kita panjatkan belum mendapatkan jawaban seperti yang diharapkan, kita mungkin mulai bertanya apakah Tuhan masih peduli. Ketika masalah datang bertubi-tubi, kita dapat merasa seolah-olah harus menghadapi semuanya seorang diri. Namun, firman Tuhan mengingatkan bahwa kesusahan bukanlah alasan untuk meninggalkan iman. Justru di tengah kesulitan, kita dipanggil untuk semakin bergantung kepada Tuhan.

Aplikasi firman ini dapat dimulai dengan menjaga hubungan pribadi dengan Tuhan melalui doa dan pembacaan firman. Jangan menunggu keadaan menjadi baik terlebih dahulu untuk mencari Tuhan. Ketika hati sedang lemah, datanglah kepada-Nya dengan jujur dan percaya. Selain itu, jangan menjalani pergumulan seorang diri. Bangunlah persekutuan dengan saudara seiman yang dapat mendoakan, menguatkan, dan mengingatkan kita ketika iman mulai melemah.

Kita juga dipanggil untuk menjadi seperti Timotius bagi orang lain. Mungkin ada seseorang di sekitar kita yang sedang menghadapi masalah dan membutuhkan dukungan. Sebuah doa, perhatian, atau kehadiran yang tulus dapat menjadi sarana Tuhan untuk menolongnya bertahan. Jangan meremehkan kesempatan sederhana untuk menguatkan orang lain.

Kesusahan bukanlah akhir dari perjalanan iman. Di tengah keadaan yang tidak mudah, Tuhan tetap bekerja membentuk hati dan karakter kita. Karena itu, jangan mengukur kasih Tuhan berdasarkan mudah atau sulitnya keadaan yang sedang kita jalani. Percayalah bahwa penyertaan-Nya tetap ada, bahkan ketika kita belum memahami maksud dari setiap pergumulan yang terjadi.

Sahabat HBC yang Tuhan Yesus kasihi, marilah kita menyerahkan setiap kekhawatiran dan pergumulan kepada Tuhan. Tetaplah setia dalam doa, tekun membaca firman, dan jangan menjauh dari persekutuan dengan saudara seiman. Belajarlah melihat setiap kesulitan sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam iman. Pada saat yang sama, bukalah hati untuk memperhatikan orang-orang di sekitar yang sedang mengalami pergumulan. Mungkin melalui kepedulian dan dukungan kita, Tuhan sedang memakai kehidupan kita untuk menguatkan mereka.

Kiranya dalam setiap keadaan kita tetap berdiri teguh, bukan karena kekuatan kita sendiri, melainkan karena pertolongan Tuhan. Ketika dunia menawarkan alasan untuk menyerah, biarlah iman menolong kita untuk terus melangkah. Tuhan yang menyertai kita hari ini adalah Tuhan yang juga akan memimpin kita melewati setiap pencobaan....Tetap semangat dan Tuhan Yesus memberkati. (DSP)

Share