preloader
  Back   

TEKUN MENANTIKAN JANJI TUHAN

(Kisah Para Rasul 1:1-26)

Di era yang serba cepat seperti sekarang, banyak orang sulit menunggu. Kita terbiasa dengan internet cepat, pesan instan, dan berbagai kemudahan yang memberikan hasil dalam hitungan detik. Akibatnya, ketika doa belum dijawab, masalah belum selesai, atau perubahan belum terjadi, kita menjadi mudah kecewa dan kehilangan semangat. Namun, Alkitab mengajarkan bahwa pekerjaan Tuhan sering kali terjadi dalam proses penantian yang penuh iman.

Kisah Para Rasul 1:14 mencatat, “Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama...”. Ayat ini menggambarkan keadaan para murid setelah Yesus naik ke surga. Mereka telah menerima janji tentang kedatangan Roh Kudus, tetapi mereka belum mengetahui kapan janji itu akan digenapi. Menariknya, mereka tidak menghabiskan waktu dengan berspekulasi atau mengeluh. Sebaliknya, mereka berkumpul, sehati, dan bertekun dalam doa. Secara teologis, ayat ini menunjukkan bahwa doa adalah respon iman terhadap janji Allah. Mereka percaya bahwa Tuhan akan menggenapi firman-Nya, sehingga mereka menantikan-Nya dengan ketekunan dan kesatuan hati. Doa juga menjadi sarana Tuhan mempersiapkan hati mereka untuk menerima kuasa Roh Kudus yang akan dicurahkan pada hari Pentakosta.

Bagi orang percaya masa kini, ayat ini mengajarkan tiga hal: 

Pertama, tetaplah berdoa ketika jawaban Tuhan belum terlihat. Penantian bukan berarti Tuhan diam, melainkan Tuhan sedang bekerja. 

Kedua, peliharalah kesatuan dengan sesama orang percaya. Banyak berkat rohani lahir dari hati yang sehati dan saling mendukung. 

Ketiga, gunakan masa penantian untuk mendekat kepada Tuhan, bukan menjauh dari-Nya. 

Ketika kita terus bertekun dalam doa, Tuhan membentuk karakter, memperkuat iman, dan mempersiapkan kita menerima apa yang telah Ia janjikan. Karena itu, jangan menyerah dalam menanti. Tetaplah berdoa, sebab Tuhan selalu setia menggenapi janji-Nya pada waktu yang terbaik. (YS)

Share