preloader
  Back   

PUJILAH TUHAN DI TENGAH BADAI HIDUP

"Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap, aku mau menyanyi, aku mau bermazmur" (Mazmur 57:8)

Daud saat menulis Mazmur ini, ia sedang bersembunyi didalam gua, karena dikejar-kejar oleh Raja Saul mertuanya sendiri, yang ingin membunuhnya. Secara manusia, Daud berada dalam kondisi yang sangat tertekan dan takut terhadap ancaman itu. Namun, dalam isi mazmur ini, Daud menunjukkan keteguhan hatinya terhadap Tuhan.
Daud memulai mazmurnya dengan berseru memohon belas kasihan Tuhan, sebab ia memilih untuk berlindung dibawah "naungan sayap" Tuhan sampai badai malapetaka berlalu [ayat 2]. 

Di tengah ancaman, Daud menyanyi dan bermazmur bagi Tuhan. Hal itu menjadi pilihan utamanya, sehingga dia mengarahkan pandangannya kepada Allah Yang Maha Tinggi. Dalam ayat 8, Daud berkata "Hatiku teguh ya Allah, hatiku teguh, aku mau menyanyi". Daud menyanyi dan bermazmur bukan lahir dari situasi hati yang aman dan nyaman, tetapi pujian dan mazmurnya lahir dari iman yang kuat dan teguh.

Dalam keterbatasan yang dia hadapi yaitu dinding-dinding gua yang sempit, lembab dan gelap, justru Daud membangunkan fajar [ayat 9]. Iman Daud melampui batas ruang gua yang sempit, lembab dan gelap, sebab dia tahu kasih setia-Nya besar sampai ke langit dan kebenaran-Nya sampai keawan-awan.

APLIKASI :
Dari Daud kita boleh belajar, ketika ada masalah yang berat dan datangnya tanpa kita undang dan tanpa memberitahu kita terlebih duhulu, jadilah tenang dan jangan hadapi dengan gegabah. Masuklah ke "Gua doa kita". Jadikan Dia naungan sayap kita. Tenangkan diri dan akui keterbatasan kita di hadapan-Nya.

Pujilah dan bermazmurlah bagi Dia dengan hati yang teguh. Sebab hati yang teguh meruntuhkan ketakutan yang ada. Berkomitmenlah untuk tetap setia mengikuti "Doa Pagi" membangunkan fajar sampai badai berlalu, terlepas doa kita belum atau sudah dijawab. 

Tetaplah setia memuji dan bermazmur sekalipun ditengah badai, sebab kesetiaan kita memuji dan bermazmur di hadapan-Nya, membuat situasi dan kondisi di sekitar kita tidak bisa mengintervensi kita, Amin. Tuhan Yesus berkati kita senantiasa. (SS)

Share