Back   
JANGAN IKUT CAMPUR URUSAN ORANG LAIN
(Amsal 26:22-28)
Kadang ada orang yang suka ikut campur dalam pertengkaran orang lain meski tidak diminta. Hal ini bisa menjadi kebiasaan buruk apabila dibiarkan. Dia akan sibuk menilai dan menghakimi orang lain, sementara dia tidak memperhatikan dirinya sendiri. Sejatinya, campur tangan bisa kita lakukan tatkala kita diminta untuk terlibat. Namun, jika tidak, jangan sekali-kali mencampurinya.
Kitab Amsal mengingatkan kita akan hal itu. Ikut campur diibaratkan seperti menangkap telinga anjing yang berlalu (17). Artinya, alih-alih kita membantu dalam menyelesaikan masalah, kita malah memperkeruhnya. Bahkan kita bisa menimbulkan korban dalam pertengkaran seperti itu (18-19).
Saat ini kita diajak untuk tidak tergiur nafsu ikut campur dalam kepentingan orang lain. Sering kali masalah kecil, seperti perbedaan pendapat, bisa berubah menjadi pertengkaran dahsyat oleh karena adanya pemfitnah. Pertengkaran akan reda tatkala pemfitnah tidak ada: "Bila kayu habis, padamlah api; bila pemfitnah tak ada, redalah pertengkaran" (Ams. 26:20).
Daripada memperkeruh suasana, lebih baik kita mendoakan mereka. Kita juga bisa menolong dan menguatkan mereka jika mereka meminta tolong kepada kita. Yang paling penting, jangan melakukannya dengan kemauan sendiri.
Melalui Amsal ini kita juga diajak untuk berhati-hati terhadap fitnah. Gosip bisa begitu menggiurkan. Kebohongan dan kebencian bisa dibalut dengan kata-kata manis, tetapi dampaknya bisa menyakiti hati orang lain dan sungguh-sungguh merusak (22-25).
Jangan sampai kita ikut melancarkan fitnah terhadap orang lain. Kalau kita tahu sesuatu, atau pun tidak tahu apa-apa, janganlah kita menyebarkan perkataan yang tidak perlu yang bisa memperkeruh keadaan dan menyebabkan perpecahan.
Saat ini, sekali lagi kita bersyukur karena kita diingatkan agar tidak ikut campur perkara orang lain. Kristus mengutus kita untuk menjadi pendamai yang berhikmat di mana pun kita berada, seperti apa yang Ia ajarkan. Mari kita memohon kepada-Nya agar kita dapat menjadi juru damai yang bijaksana bagi sesama. (TMM)