preloader
  Back   

TEGURAN YANG TEPAT AKAN MEMBERIKAN PERUBAHAN

"Teguran orang yang bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk telinga yang mendengar" (Amsal 25:12)

Orang yang menyampaikan pesan atau penasihat hendaknya memiliki hikmat yang dari Tuhan karena ia diibaratkan seperti emas dan permata yang begitu mahal, artinya harus memiliki hati yang betul-betul untuk menasihati dengan baik dan tepat waktu, tanpa mengurangi hak-hak orang yang ditegur apalagi dengan mempermalukannya. Orang bijak akan menyampaikan nasihat dengan baik sehingga  bisa menyejukkan hati dan menjernihkan pikiran. Dan juga yang mendengarkan mendapatkan sesuatu yang mahal, lebih dari emas atau berlian. Nasihat seharusnya didengar dan diterima dengan hati yang tulus. 

Pertama. Pembawa berita/nasihat harus disertai dengan hikmat dari Tuhan. Manusia memang penuh dengan keterbatasan dan kekurangan sehingga tidak mampu menyelami pikiran manusia itu sendiri. Namun, dalam kekurangannya, sebagai anak Tuhan, ia harus meminta hikmat dari Tuhan. 

Kedua. Pendengar hendaknya jangan mengeraskan hati. Nasihat dan teguran sebagai anak Tuhan mestinya harus peka dan merendahkan diri dengan menerima nasihat dan teguran dengan rela dan iklhas. Anak Tuhan seperti itu bisa digambarkan dengan 2 orang yang mendirikan rumahnya di atas pasir dan di atas batu. Orang yang mendirikan rumahnya di atas pasir ketika ada hujan maka rumahnya roboh dan hancur karna tidak memiliki dasar yang kuat. Sementara yang mendirikan rumahnya di atas batu adalah orang yang betul-betul memberi telinga dan hati serta melakukan firman. Ketika badai dan banjir melanda, rumahnya tetap berdiri dan kokoh, karna memiliki fondasi yang kuat. Sama halnya dengan orang yang memiliki kerendahan hati dan mau menerima nasihat dengan gembira serta mau melakukannya. 

Sebagai kesimpulan, seorang penasihat seharusnya tidak memiliki niat untuk menjatuhkan apalagi merendahkan orang yang ditegurmya. Di sisi lain, orang yang menerima teguran bisa menyadari kesalahannya dan mau berusaha untuk berubah. Orang yang mau mendengar teguran adalah orang yang memiliki kedewasaan rohani. Jika ia rela melakukan Firman, maka dia diibaratkan seperti  orang yang sedang mendirikan rumahnya di atas batu. (EL)

Share