preloader
  Back   

MATEMATIKA TUHAN

“Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan” (Amsal 11:24 i_TB)

Di dalam hidup saya yang sudah terentang cukup panjang, saya melihat dengan mata kepala sendiri kebenaran ayat di atas. Teman-teman yang dermawan—apalagi untuk tujuan mulia—hidupnya diberkati Tuhan. Saya ingat suatu malam di sebuah café di Australia, seorang pengusaha raksasa Indonesia mentraktir saya makan.
“Kalau orang melihat kehidupan saya yang sekarang, mereka tidak tahu bahwa saya pernah di posisi terpuruk,” ujarnya.

Lalu mengalirlah ceritanya bahwa di dalam berbisnis, pengusaha berpenampilan sederhana ini pernah bangkrut. “Ada orang-orang yang mau menolong, tetapi saya bertekad untuk mengandalkan Tuhan,” ujarnya.
Saat melihat kehidupannya yang sekarang, dia memang benar-benar diberkati Tuhan secara berkelimpahan.

Namun, di sisi lain, saya pernah juga bertemu dengan seorang yang punya toko di pinggir jalan besar. Dia dikenal pelit. Sampai akhir hidupnya dia hidup kesepian jauh dari pergaulan.

Sobat bijak, di dalam hidup ini marilah kita belajar hidup seimbang. Tidak boros, tetapi jangan pelit. Seorang sahabat dekat saya pernah berkata, “Setiap kali saya maesong di Adiyasa, Tuhan ingatkan bahwa saat saya meninggal nanti, saya tidak membawa apa-apa.” (XQP)

Doa: Bapa, ajar saya untuk menjaga keseimbangan hidup. Engkau melarang kami hidup boros, tetapi juga memberi perintah untuk memberkati orang lain. Beri berkat dan kekuatan agar saya bisa melakukan tugas mulia itu.

Share