Back   
TETAP MELAYANI DI MASA SULIT
(Roma 8:29-30)
Sebagai anak Tuhan, kita percaya bahwa kita adalah orang-orang yang dipilih, ditentukan, dipanggil, dibenarkan dan pada akhirnya dimuliakan. Melayani Tuhan sebenarnya adalah kewajiban setiap anak Tuhan. Karena Tuhan sudah berkorban demi kita. Kita tidak dapat membalas kasih-Nya yang besar itu. Kita hanya dapat melakukan bagian kita yaitu mentaati perintah-Nya dan melayani Tuhan.
Mengapa kita harus tetap melayani walaupun di masa sulit?
Pertama, Bukti iman kita dalam perbuatan. Orang yang dapat tetap melayani walaupun dalam situasi sulit adalah orang yang memiliki iman percaya bahwa Tuhan berdaulat atas hidupnya dan sudah mempercayakan hidupnya dalam tangan Tuhan. Karena itu fokusnya bukan pada masalah, tapi pada Tuhan. Iman itu harus dinyatakan dalam perbuatan bukan hanya perkataan saja (Yakobus 2:18): "Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku."
Kedua, Bukti bahwa kita menghargai pengorbanan Yesus. Tidak ada di antara kita yang cukup baik dan layak untuk diselamatkan. Hidup sebagai budak dosa adalah hidup yang paling menderita sampai kekal. Karena kasih Tuhan yang besar atas kita maka kita beroleh anugerah keselamatan. Kita sudah dibebaskan dari budak dosa menjadi manusia merdeka di dalam Kristus. Sudah selayaknya kita menomor satukan Tuhan. Sebagai ucapan syukur atas anugerah keselamatan-Nya, kitapun tetap melayani sesuai dengan panggilan masing-masing dalam situasi apa pun.
Ketiga, Bukti bahwa kita tidak sedang memberontak kepada Tuhan. Banyak anak Tuhan saat sedang mengalami masalah, timbul kemarahan dan kekecewaan di dalam hatinya. Apalagi kalau Tuhan sepertinya diam. Akhirnya mulai malas melayani dengan berbagai macam alasan. Saat itu kita sedang memberontak pada Tuhan bukan pada manusia. Karena baik di gereja atau di mana pun kita ditempatkan untuk melayani adalah milik Tuhan bukan manusia. Seharusnya, kita semakin merendahkan hati untuk mencari Tuhan dan kehendak-Nya. Tuhan tidak diam, Tuhan sedang menunggu waktu yang tepat. Tuhan juga sedang menunggu respon kita. Memilih untuk meninggalkan Tuhan atau berjalan bersama Tuhan. Dan Tuhan akan berbicara saat kita memilih untuk berjalan bersama-Nya serta taat melayani sesuai dengan panggilan-Nya.
Keempat, Bukti kita percaya akan janji Tuhan. Tuhan berjanji akan ada masa depan yang penuh dengan harapan dan kemuliaan kekal. Seperti yang dikatakan Paulus di dalam Roma 8:18: "Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita." Selain itu, Tuhan juga akan menyertai dan tidak akan meninggalkan kita, seperti yang tertulis di dalam Ulangan 31:6: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."
Di dalam Roma 8 : 28 dikatakan : "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."
Hidup kita ada dalam kendali Tuhan, asal kita taat berjalan dalam rencana Tuhan.
Kelima, Bukti kita berakar kuat di dalam Tuhan. Firman Tuhan di dalam Yeremia 17 ayat 7-8 mengatakan bahwa orang yang berakar kuat adalah orang yang mengandalkan Tuhan: "Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah."
Saat kita dalam masalah atau kesulitan, hendaknya kita semakin mendekat pada Tuhan. Bukankah Tuhan Yesus sendiri mengundang kita seperti yang tertulis di dalam Matius 11:28: "Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. "
Selama kita masih diberi nafas untuk hidup, maka di saat yang sama kita juga diberi kesempatan untuk melayani Tuhan. Melayani adalah wujud kasih kita kepada Tuhan dan tidak ada yang dapat memisahkan kasih Allah dari kita.
Teladan Tuhan Yesus adalah tidak lari atau memberontak saat menghadapi hukuman salib. Tapi menyelesaikannya sampai akhir. Demikian juga saat kita menghadapi penderitaan di dunia yang sementara ini, hendaknya kita menyelesaikan tugas panggilan kita sampai akhir. Jangan sampai masalah mengintervensi dan mengalihkan langkah kita keluar dari rancangan Tuhan dalam hidup kita.
Berjalan bersama dengan Tuhan Yesus yang sudah menyelamatkan kita adalah yang terbaik. Daripada kita berjalan sendiri menghadapi masalah yang ada. Untuk mengalami kemenangan dalam sebuah masalah sebenarnya yang kita butuhkan adalah seorang "Gembala" yang dapat menuntun dan melindungi kita, bukan "senjata" dunia yang terbatas dan seringkali membebani kita. Daud tidak butuh perlengkapan perang untuk mengalahkan Goliat, yang Daud butuhkan adalah hikmat, tuntunan dan campur tangan Tuhan.
Kekuatan dan keteguhan hati kita dalam mengandalkan Tuhan membuktikan bahwa kita berakar kuat di dalam Tuhan. Bila kita adalah pohon, maka badai dalam hidup kita bukan untuk menguji seberapa kuat daun bertahan tapi untuk menguji seberapa kuat akar tertanam.
Seberat apa pun badai dalam hidup kita, bila kita berakar kuat dalam Tuhan Yesus yang adalah Sumber Air Kehidupan, maka hidup kita tidak akan layu di bawah tekanan, tetap berbuah dan menjadi berkat bagi orang lain, Amin. (VG)