preloader
  Back   

HORMAT TERHADAP ORANG TUA

"Siapa merampasi ayah dan ibunya dan menyangka bahwa itu bukan suatu pelanggaran, ia sendiri adalah kawan si perusak" (Amsal 28:24)

Pada ayat bacaan di atas tergambar dengan jelas bahwa peringatan tersebut ditujukan kepada orang yang sudah matang secara pikiran sehingga mampu untuk menimbang perkara secara benar. Jika melihat kaitannya dengan ayat-ayat  pada pasal ini, intinya adalah kontras yang tajam antara jalan hidup orang benar dan jalan hidup orang fasik yang penuh dengan kecurangan serta konsekuensi yang mengikutinya.

Diingatkan oleh firman Tuhan agar anak-anak senantiasa menghormati orang tua sebagaimana terdapat dalam 10 perintah Allah, di mana jika perintah ini ditaati maka akan mendatangkan berkat, sedangkan bila melanggar akan mendatangkan kutuk. Ketika anak-anak sudah dewasa maka kebutuhannya pun akan semakin banyak, termasuk kebutuhan secara materi. Jika mereka tidak dapat memenuhinya secara mandiri, maka mereka mulai melirik kepada harta orang tua. Mereka merasa bahwa harta orang tua adalah milik mereka juga sehingga mereka berhak untuk menggunakannya. Dalam beberapa kasus ada anak yang menipu orang tuanya dengan mengganti kepemilikan sertifikat rumah, ada yang mengambil perhiasan orang tuanya dengan paksa, ada yang mneggeser kedudukan orang tuanya di dalam perusahaan sehingga orang tuanya tidak lagi memiliki wewenang.

Di sisi yang lain, ada anak yang tidak peduli terhadap kehidupan orang tuanya yang sudah tidak berdaya, ada yang memanfaatkan uang milik orang tuanya tanpa sepengetahuan mereka demi keuntungan diri sendiri. Mereka berpikir berhak memperlakukan orang tua dengan cara demikan tanpa merasa bersalah, merampasi ayah dan ibu. Orang yang demikian dikatakan sebagai perusak, menghancurkan hubungan dengan orang tua dan menyakiti hati mereka. Seorang perusak tidak mendapat tempat di Kerajaan Allah karena ia tidak melakukan firman Tuhan. Seseorang yang berani melakukan hal demikian terhadap orang tuanya, apalagi terhadap orang lain, hatinya tertutup terhadap kasih.

Bercermin kepada perbuatan Yesus, sesaat sebelum Ia disalibkan masih memikirkan penghidupan ibu-Nya di kemudian hari dan menitipkannya kepada Yohanes. Yesus tahu Ia tidak akan lama berada di dalam dunia ini secara fisik. Kasih dan hormat Yesus terhadap orang tuanya menjadi teladan bagi para pengikut-Nya. 

Kasihilah dan hormatilah orang tua kita selagi mereka masih ada di dunia ini agar mereka merasakan kasih Kristus melalui perbuatan kita. Janganlah menjadi kawan si perusak, melainkan bangunlah hubungan kasih yang tulus terhadap orang tua kita dan hormatilah mereka, Tuhan mengawasinya. (AD)

Share