Back   
BIBIR YANG MENCERMINKAN YESUS
"Bibir yang benar dikenan raja, dan orang yang berbicara jujur dikasihi-Nya" (Amsal 16:13)
Di istana kuno, raja sering kali dikelilingi oleh para penjilat dan pembohong yang hanya berkata manis demi mengamankan posisi. Namun, penulis Amsal menegaskan bahwa yang sesungguhnya berkenan di hadapan Raja adalah bibir yang benar. Raja di sini menunjuk pada Allah, Sang Raja yang kudus.
Karena Allah adalah Kebenaran, Ia mengasihi kejujuran. Kejujuran kita bukanlah sekadar strategi untuk naik jabatan, mencari keuntungan atau pencitraan, melainkan sebuah cerminan dari karakter Allah yang kita sembah.
Yesus Kristus adalah penggenapan dari kebenaran ini. Sepanjang hidup-Nya, Yesus menunjukkan kejujuran yang sempurna. Perkataan-Nya selalu selaras dengan perbuatan-Nya. Yesus tidak pernah berkompromi dengan dusta atau menggunakan kata-kata untuk memanipulasi keadaan. Penulis Amsal mengingatkan kita untuk memiliki keberanian yang sama dalam menghidupi bibir yang mencerminkan Yesus, yaitu tetap berkata benar meski dunia di sekitar kita sering kali menghalalkan kebohongan demi kenyamanan diri sendiri.
Saat kita memilih untuk jujur, kita sebenarnya sedang menunjukkan kehadiran Allah melalui setiap tutur kata kita. Dan kita menjadi kesaksian bagaimana kita memiliki bibir yang mencerminkan Yesus, Amin. (GSS)