Back   
TULUS BERBUAT BAIK
Tetapi Petrus berkata: "Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu?
Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah" (Kisah Para Rasul 5:3-4)
Sudah berapa kali Anda mendengar khotbah mengenai persembahan dan persepuluhan selama Anda menjadi orang Kristen? Beberapa dari kita mungkin masih merasa berat, jangankan untuk memberikan perpuluhan, bahkan untuk memberi persembahan saja hitung-hitungan. Tapi, mengapa kita tetap melakukannya? Apakah karena takut pada mata-mata di sekitar kita? Takut pada cibiran jemaat lain kalau sekiranya mereka tahu kita tidak memberi persembahan? Dalam hati, kita ragu-ragu memberi karena khawatir akan hari depan, tapi di sisi lain, kita takut dianggap sebagai jemaat pelit.
Inilah yang dialami oleh Ananias dan Safira. Jika membaca perikop sebelumnya, kita mendapati budaya gereja mula-mula, yang bukan saja rela memberikan persepuluhan, tapi bahkan seluruh hasil penjualan tanah mereka. Ananias dan Safira melihat budaya ini, dan mereka tidak mau dianggap pelit, tapi juga tidak mau memberi sebanyak jemaat lain.
Akhirnya? Mereka berdusta mengenai harga penjualan tanah mereka. Yang seharusnya mereka katakan, anggap saja, 100 juta, mereka bilang 50 juta. Mereka ingin terlihat baik dan murah hati tanpa mengorbankan kecintaan mereka pada harta. Mereka memberi karena semua orang melakukannya. Mereka memberi karena takut dicap pelit. Mereka memberi cuma supaya dilihat orang saja. Itulah sebabnya mereka menghalalkan dusta supaya mereka bisa kelihatan baik.
Kita bisa jatuh ke dalam dosa yang sama apabila kita tidak tulus dalam memberi. Camkan apa yang Petrus katakan dalam ayat 4! Gereja tidak memaksa Anda untuk memberi persembahan! Selama uang itu ada di tangan Anda, Anda bebas menggunakannya. Lebih baik Anda murnikan dulu motivasi Anda sebelum memberi. Jangan memberi dengan motivasi yang salah, hanya untuk dilihat orang, atau karena terpaksa.
Allah tidak memerlukan uang kita. Dia bisa memenuhi kebutuhan Gereja-Nya sesuai dengan kekayaan dan kemuliaan-Nya sendiri. Yang Dia inginkan adalah hati kita yang diubahkan oleh karya Roh Kudus sehingga pemberian kita tulus diserahkan kepada-Nya sebagai rasa ucapan syukur. Sia-sia kita memberi persembahan dan perpuluhan kepada gereja, tapi hati kita tidak tulus. Allah muak dengan persembahan yang seperti itu (Yes. 1:13).
Marilah mengoreksi hati kita masing-masing dan mulai menyelaraskannya dengan kebenaran firman Tuhan. Ingatlah kembali bahwa Yesus Kristus telah memberikan segala-galanya bagi kita untuk menebus hidup kita. Biarlah penebusan Kristus itu yang mendorong kita untuk memberi dengan sukacita dan penuh kerelaan hati. (HDM)