Back   
MEMBENTUK KARAKTER
"Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat" (Amsal 10:17)
Nasihat yang ditulis oleh raja Salomo ini mengingatkan akan pentingnya didikan di dalam menjalani hidup karena hal ini membentuk karakter seseorang yang akan mempengaruhinya dalam berinteraksi dengan sesamanya. Orang yang memiliki karakter yang baik akan mudah diterima oleh lingkungannya sedangkan orang dengan karakter yang tidak baik seringkali akan bermasalah dalam berkomunikasi.
Didikan, ketika diterapkan tidak mudah diterima karena mengusik zona nyaman seseorang. Dosa yang ada di dalam diri kita cenderung melakukan hal-hal yang negatif, sedangkan untuk hal yang positif diperlukan sebuah upaya dan tidak semua orang mau melakukannya. Orang yang mau dididik dan mengindahkannya, akan menuju kepada jalan kehidupan, yaitu jalan yang disertai penghiburan sejati dan menuju kehidupan kekal. Pembentukan karakter dapat diumpamakan seperti menanam sebuah pohon bonsai, ia harus mendapatkan air dan sinar matahari yang cukup sesuai syarat tumbuhnya agar dapat bertumbuh secara maksimal. Ketika telah bertumbuh maka ranting-rantingnya dipasang kawat agar dapat dibentuk sesuai keinginan sang pemilik, dibengkokkan, diluruskan, ditekuk. Kemudian daunnya dipangkas agar tidak bertumbuh secara liar namun mengikuti patron keinginan pemilik. Setelah melalui proses pembentukan ini maka pohon bonsai akan menjadi cantik dan bernilai tinggi. Orang yang mau mendengarkan didikan ataupun teguran yang baik melalui firman Tuhan, orang tua, keluarga, rekan-rekan ataupun lingkungannya dan bersedia memperbaiki tingkah lakunya akan berjalan di jalan yang benar dan sampai kepada tujuan.
Sedangkan orang yang mengabaikan teguran, menolak nasihat, akan tersesat. Orang seperti ini tinggi hati, merasa dirinya selalu benar sehingga ketika ia salah jalan tidak menyadarinya. Ia akan berjalan dengan pemikirannya sendiri dan tidak bijak dalam bersikap ketika menemui tantangan. Karena itu penting bagi orang tua untuk membentuk karakter anak sejak dini. Ajarkan mereka untuk mencintai firman Tuhan dan melakukannya, mendengarkan nasihat dan teguran dari orang yang lebih tua dan berpengalaman. Nilai-nilai yang baik yang telah ditanamkan sejak dini juga harus dipelihara, bukan dilupakan. Dengan demikian akan membentuk mereka menjadi pribadi yang bijaksana. Sebagai orang tua pun kita juga harus terus belajar dan mau dididik, proses ini tidak memandang usia dan berlangsung seumur hidup.
Membentuk karakter yang baik penting untuk dilakukan terhadap generasi penerus maupun diri sendiri. Kita harus menjadi pribadi yang rendah hati yang mau terus belajar melalui firrmanNya dan kehidupan yang kita jalani agar menjadi teladan, karakter Kristus tercermin melalui tingkah laku dan tutur kata kita. (AD)