preloader
  Back   

GAYA HIDUP ORANG BENAR DI TENGAH ARUS ZAMAN

(Amsal 28:19-28) 

Dunia modern terus menerus menyajikan kepada kita ilusi-ilusi  
yang meninabobokan kita. Media sosial memamerkan kesuksesan  
instan (flexing), sementara sistem ekonomi menawarkan jalan 
pintas untuk menjadi kaya. Di tengah arus yang serba cepat dan  
konsumtif ini, Firman Tuhan yang tertulis di dalam Amsal 28:19-28 memberikan pedoman iman yang menuntun kita pada esensi hidup  
yang memuliakan Allah.  

Pertama, Tuhan memanggil kita untuk setia pada proses, bukan  
hanya sekadar hasil akhir. 
Kata ‘ōḇêḏ ’aḏmāṯō (ay. 19) mengingatkan kita untuk setia 
"mengusahakan tanah" atau menekuni pekerjaan riil yang Tuhan  
percayakan saat ini.  Jangan tukar proses yang kudus ini dengan mengejar hal sia-sia  demi pengakuan semu.  

Kedua, jaga mata kita dari keserakahan. Alkitab memperingatkan bahaya menjadi ’îš ra‘ ‘ayin (ay. 22), yaitu orang yang "bermata jahat" atau silau oleh harta. Di era judi online, pinjol, dan investasi bodong, mentalitas ingin  
cepat kaya ini merusak banyak jiwa.  
Selalu ingat bahwa berkat Tuhan yang sejati mengalir lewat kesetiaan (’emûnōṯ), bukan lewat keserakahan/ jalan pintas yang membutakan mata rohani.  

Ketiga, milikilah komunitas yang sehat dan jujur. Daripada mencari orang yang maḥălîq lāšôn (ay. 23)—artinya "melicinkan lidah" dengan sanjungan palsu demi kenyamanan ego—kita butuh sesama yang berani menegur demi kebaikan kita. Jangan terjebak kepalsuan demi citra diri, melainkan milikilah hati yang rela diajar dan ditegur.  

Keempat, “matikan” nafsu konsumtif.  
Akar dari gaya hidup FOMO dan konsumerisme hari ini adalah  
reḥaḇ-nefeš (ay. 25), yaitu "jiwa yang lebar" (orang yang loba). Ini  adalah metafora untuk jiwa egois yang tidak pernah kenyang, selalu merasa kurang (tidak pernah merasa puas). Ruang kosong di dalam jiwa ini tidak akan pernah penuh oleh barang bermerek atau pencapaian duniawi. Penawarnya hanya satu: percaya penuh (bôṭēaḥ) kepada Tuhan, yang sanggup memuaskan dan mencukupkan hidup kita.  

Refleksi :  
Mari kita periksa arah dan gaya hidup kita hari ini. Apakah kita sibuk 
memperlebar nafsu duniawi, atau sibuk memperdalam iman kita 
kepada-Nya? Kiranya Tuhan memampukan kita menjadi pribadi  
yang setia, jujur, dan puas di dalam Dia. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua! (JPT)

Share