Back   
KUASA PERKATAAN
"Mulut orang benar adalah sumber kehidupan, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman" (Amsal 10:11)
Perkataan memiliki kuasa. Berdasarkan firman Tuhan hari ini, dikatakan bahwa melalui mulut orang benar akan keluar perkataan yang menjadi sumber kehidupan. Orang benar adalah orang yang memiliki kehidupan yang takut akan Tuhan, sehingga seluruh aspek kehidupannya akan berpadanan dengan perintah Tuhan. Ia memiliki kasih di dalam hatinya karena telah membukanya untuk kasih Allah melalui pengampunan dosa oleh pengorbanan Yesus Kristus di atas salib. Damai sejahtera akan melingkupi hatinya sehingga tidak mengijinkan kepahitan, amarah, dengki, iri hati menguasainya sehingga perkataan yang keluar adalah membangkitkan semangat, meredam amarah, menentramkan hati, menyadarkan kesalahan, yang semuanya itu membangun kehidupan.
Orang benar akan mengatakan ya di atas ya, tidak di atas tidak. Perkataan fitnah tidak akan keluar dari mulutnya, ucapan syukur akan selalu mengalir dalam perkataannya. Perkataan yang benar dan disampaikan dengan baik akan menenangkan hati, dibalut dengan hikmat dan kasih akan memiliki kekuatan besar untuk menyembuhkan batin yang terluka serta meluruskan kesalahpahaman. Sebagaimana Kristus yang selalu mengajarkan tentang kebenaran sehingga membangun kehidupan yang rusak dan memulihkannya, jika mau membuka hati, ikutilah teladan-Nya.
Sebaliknya dari mulut orang fasik akan keluar perkataan yang menyembunyikan kelaliman. Perkataan yang kotor, fitnah, dusta, akan menghancurkan kehidupan. Apalagi jika seseorang yang pernah terluka dan belum dibereskan akan melahirkan kepahitan. Hati yang dipenuhi dengan kepahitan akan nampak dari perkataan yang keluar dari mulut. Ia dapat menyerang seseorang sedemikian rupa sehingga menghancurkannya.
Kita ingat bagaimana istri Potifar yang terluka karena rayuannya ditolak oleh Yusuf, iapun memfitnahnya dan menyebabkan Yusuf dimasukkan ke dalam penjara. Ia pasti menyampaikan cerita-cerita busuk sehingga suaminya yang sangat mempercayai Yusuf berbalik menjebloskannya ke dalam penjara. Berhati-hatilah dalam berkata-kata, karena dapat mempengaruhi penilaian terhadap seseorang maupun situasi. Ada orang yang tampak manis di depan ternyata ia menikam dari belakang, ada yang menyebarkan kebohongan hingga kebenaran diputarbalikkan. Bapa segala pendusta yaitu Iblis, berkeliling dalam dunia ini mencari orang yang dapat dijadikan mangsanya, waspadalah. Kuasailah diri dan jagalah perkataan kita, pilihlah untuk membangun kehidupan bukan mulut orang fasik. (AD)