Back   
ALLAH SETIA DI TENGAH PENCOBAAN
"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya" (1 Korintus 10:13)
Setiap orang pasti pernah berada dalam situasi yang terasa begitu berat. Ada masalah yang seolah tidak menemukan jalan keluar, godaan yang terus datang, tekanan hidup, kegagalan, Bahkan pergumulan yang membuat kita bertanya, “Tuhan, sampai kapan aku harus kuat?”
Paulus menulis ayat ini kepada jemaat di Korintus dalam konteks peringatan agar mereka tidak jatuh ke dalam dosa seperti bangsa Israel. Karena itu, ayat ini bukan berarti orang percaya tidak akan mengalami kesulitan. Justru Paulus mengingatkan bahwa di tengah pencobaan, Allah tetap hadir dan setia.
Ada tiga kebenaran penting dalam ayat diatas yang menjadi perenungan kita bersama:
Pertama, Pencobaan yang kita alami bukan sesuatu yang hanya kita alami sendiri. Kita sering merasa, “Tidak ada seorang pun yang mengerti penderitaanku.” Namun Firman Tuhan mengingatkan bahwa pergumulan manusia adalah bagian dari realitas kehidupan yang juga pernah dialami orang lain.
Kedua, Kekuatan kita terbatas, tetapi kesetiaan Tuhan tidak pernah terbatas. Kita mungkin merasa lemah, tetapi Tuhan tidak pernah kehilangan kuasa untuk menopang kita.
Ketiga, Tuhan menyediakan jalan keluar. Jalan keluar tidak selalu berarti masalah langsung hilang. Kadang Tuhan mengubah situasinya, tetapi kadang Tuhan memberikan kekuatan, hikmat, pertolongan, dan ketekunan sehingga kita sanggup melewati situasi tersebut. Jalan keluar dari Tuhan sering kali bukan sekadar jalan untuk menghindari masalah, tetapi juga kekuatan untuk tetap berdiri di tengah masalah. Jadi, ketika pencobaan datang, jangan hanya melihat besarnya masalah. Ingatlah siapa yang memegang hidup kita. Pencobaan mungkin datang, tetapi kesetiaan Allah selalu lebih besar daripada pencobaan itu.
Aplikasi:
Jangan menghadapi pencobaan dengan kekuatan sendiri. Datanglah kepada Tuhan dan akui bahwa kita membutuhkan pertolongan-Nya.
Carilah “jalan keluar” yang Tuhan sediakan. Bisa melalui Firman Tuhan, doa, nasihat orang percaya, atau keberanian untuk menjauh dari sumber pencobaan.
Jangan menyerah ketika keadaan belum berubah. Percayalah bahwa Tuhan sedang bekerja, bahkan ketika kita belum melihat jawabannya.
Ingat kesetiaan Tuhan di masa lalu. Apa yang pernah Tuhan lakukan menjadi pengingat bahwa Dia tetap sanggup menolong hari ini. (SG)