Back   
WANTED : MANUSIA YANG SETIA
"Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong" (Amsal 19:22)
"Setiap orang menghendaki teman yang dapat dipercaya. Lebih baik miskin daripada menjadi pendusta." (Amsal 19:22--VMD)
Kesetiaan yang ditulis dalam Amsal 19:22, adalah kesetiaan yang dibandingkan dengan pendusta/pembohong. Kesetiaan di sini berarti setia antara perkataan dan tindakan. Apa yang dikatakannya itu juga yang dilakukannya (begitupula sebaliknya). Dapat dikatakan kesetiaan di sini adalah orang yang memiliki integritas dalam hidupnya.
Orang yang memiliki kesetiaan dalam tindakan dan perkataannya, adalah orang yang dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Baik Tuhan dan juga manusia, sangat mencari orang yang memiliki sifat seperti ini. Orang yang setia, sangatlah langka di dunia ini, dikarenakan pengaruh dunia yang semakin lama semakin jahat. Namun kesetiaan, bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Sebagai anak Tuhan, kita pun harus setia, baik dalam perkataan atau tindakan kita, sebagaimana Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang setia.
Kita dapat mewujudkan kesetiaan kita kepada :
Pertama, Kesetiaan kepada Tuhan. Kita dapat mewujudkannya dalam hal setia beribadah (1 Samuel 12:24): "Hanya takutlah akan TUHAN dan setialah beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu, sebab ketahuilah, betapa besarnya hal-hal yang dilakukan-Nya di antara kamu".
Beribadah bukan hanya pada hari minggu ketika di gereja. Namun juga setia dalam doa pribadi dengan Tuhan, setia membaca dan merenungkan firman-Nya, setia menerapkan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua, Setia dalam keluarga. Kesetiaan antara suami dan istri: "Sebab itu, setialah kepada istrimu sendiri dan berikanlah cintamu kepada dia saja" (Amsal 5:15--BIMK). Kesetiaan antara orang tua dan anak (Amsal 23:22).
Ketiga, Kesetiaan atas tugas dan tanggung jawab. Kita masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Bekerja, belajar, menjadi orang tua, menjadi anak, menjadi seorang pemimpin, dan banyak lagi macam-macam tugas dan tanggung jawab yang kita emban. Apa pun tugas dan tanggung jawab yang diberikan, kita harus setia mengerjakannya dengan baik dan benar.
Mari selidiki diri kita masing-masing, sudahkah kita setia dalam tiga hal di atas? Jika ya, maka kita akan menikmati hasil/dampak dari kesetiaan kita yaitu :
Pertama, Penjagaan, perlindungan dan pemeliharaan dari Allah (Mazmur 31:24).
Kedua, Diberikan tanggung jawab dan juga sukacita yang lebih besar. (Matius 25:21, 23).
Ketiga, Dikaruniai mahkota kehidupan, yaitu masa depan yang kekal dan penuh kemuliaan (Wahyu 2:10--FAYH).
Budayakan Membaca, Merenungkan dan Melakukan Firman Tuhan setiap hari [Yosua 1:8]. (DYTM)