Back   
ALLAH PEGANG KENDALI
"TUHAN semesta alam telah bersumpah, kata-Nya: 'Sesungguhnya seperti yang Kurencanakankan, demikianlah akan terjadi, dan seperti yang Kurancangkan, demikianlah akan berlaku. TUHAN semesta alam telah merancang, siapakah yang dapat menggagalkannya? Tangan-Nya telah teracung, siapakah yang dapat membuatnya ditarik kembali?'" (Yesaya 14:24, 27)
Dalam kehidupan, kita sering menyusun rencana dengan sangat teliti: karier, keluarga, hingga masa depan. Namun, tidak jarang realita berjalan di luar kendali kita. Kegagalan, ketidakpastian, masalah dan hambatan terkadang datang tanpa diundang. Di tengah ketidakpastian dunia ini, Firman Tuhan melalui Nabi Yesaya menegaskan satu kebenaran teguh, yaitu bahwa rencana Allah tidak pernah gagal.
Ketika Yesaya menyampaikan nubuat ini, bangsa Yehuda sedang berada di bawah ancaman besar kekaisaran Asyur yang sangat kuat. Secara perhitungan manusia, tidak ada harapan bagi mereka untuk selamat. Namun, Allah mengingatkan umat-Nya bahwa Ia memegang kendali penuh atas setiap bangsa-bangsa.
Ada tiga hal utama yang dapat kita renungkan dari kebenaran ini, yaitu:
Pertama, Kepastian janji Allah, dan kedaulatan-Nya tidak tergoyahkan. Apa yang telah dirancangkan Allah pasti akan terjadi (ayat 24). Allah bukan manusia yang bisa ingkar janji atau berubah pikiran. Ketika Ia menetapkan jalan hidup dan rancangan keselamatan bagi anak-anak-Nya, tidak ada satu hal pun di dunia ini yang sanggup menggagalkannya. Kedaulatan Allah adalah jaminan mutlak bahwa hidup kita tidak berjalan secara kebetulan, melainkan semuanya berada di dalam kendali-Nya yang sempurna.
Kedua, Tidak ada manusia yang sanggup mengagalkan rencana Allah. "Siapakah yang dapat menggagalkannya?" (ayat 27). Bangsa Asyur merasa diri mereka tak tertandingi, namun di hadapan Allah, kekuatan manusia yang terbesar sekalipun tidak ada artinya. Sering kali kita merasa takut ketika menghadapi "raksasa" tantangan dalam hidup. Namun, ketahuilah bahwa kehendak Allah selalu lebih besar daripada hambatan apa pun. Ketika Allah membuka pintu, tidak ada satu pun kuasa di bumi yang sanggup menutupnya.
Ketiga, Penyertaan dan perlindungan Tuhan itu sempurna. Frasa "TanganNya telah teracung" menunjukkan tindakan aktif Allah dalam menuntun dan melindungi umat-Nya. Tangan-Nya bergerak bukan hanya untuk menyatakan keadilan, tetapi juga untuk menopang setiap kita yang berharap kepada-Nya. Jika rancangan-Nya sudah ditetapkan bagi kita, maka Ia akan memastikan kita tiba pada tujuan yang telah Ia siapkan, meskipun terkadang kita harus melewati lembah kelam terlebih dahulu.
Saat ini, mungkin kita sedang berada di tengah situasi yang membingungkan atau merasa bahwa rencana kita telah gagal. Ingatlah bahwa ada rencana Allah yang lebih indah. Serahkanlah setiap kekhawatiran dan ketakutan kita kepada Allah, tetaplah setia berjalan dalam kehendak-Nya, dan percayalah bahwa janji Tuhan pasti terjadi dan rancangan-Nya adalah yang terbaik.
Budayakan Membaca, Merenungkan dan Melakukan Firman Tuhan setiap hari (Yosua 1:8). (DYTM)