Back   
HARAPAN ORANG BENAR
"Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia" (Amsal 10:28)
Setiap orang memiliki harapan tentang masa depan, baik dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, maupun kehidupan pribadi. Namun, Amsal 10:28 mengingatkan kita bahwa harapan orang benar berbeda dari sekadar keinginan manusia. Orang benar menaruh pengharapannya kepada Tuhan dan menjalani hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
Sekalipun keadaan belum sesuai dengan yang diharapkan, ia tetap memiliki keyakinan bahwa Tuhan memegang kendali atas masa depannya.
Harapan yang berakar di dalam Tuhan akan menghasilkan sukacita yang tidak bergantung sepenuhnya pada keadaan. Dunia mengajarkan bahwa sukacita datang ketika semua keinginan terpenuhi, tetapi firman Tuhan mengajarkan bahwa kita dapat tetap bersukacita karena mengenal Pribadi yang memegang masa depan kita.
Orang benar mungkin menghadapi penantian, kekecewaan, atau pergumulan, tetapi imannya membuat ia tetap kuat. Ia percaya bahwa waktu dan cara Tuhan selalu memiliki tujuan yang baik, meskipun tidak selalu dapat dipahami saat ini.
Karena itu, jangan biarkan keadaan hari ini merampas pengharapan kita kepada Tuhan. Tetaplah hidup dalam kebenaran, setia dalam proses, dan percaya kepada janji-Nya. Mungkin jawaban doa belum terlihat, tetapi bukan berarti Tuhan berhenti bekerja.
Sukacita sejati bukan karena kita mengetahui semua yang akan terjadi, melainkan karena kita mengenal Tuhan yang memegang hari esok.
Biarlah pengharapan kita terus berakar di dalam Dia, sehingga dalam setiap musim kehidupan, hati kita tetap dipenuhi iman, damai sejahtera, dan sukacita. Amen. Tuhan Yesus memberkati. (EN)