preloader
  Back   

JALAN MENUJU BAPA

Lalu Ia berkata kepada mereka: ”Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini" (Yohanes 8:23)

Bayangkan seorang anak yang tersesat di pasar tradisional. Ia berjalan mengikuti keramaian, tetapi semakin lama semakin bingung karena semua jalan terlihat sama. Ia mulai panik, tidak tahu arah pulang. Lalu datang seorang pedagang yang mengenal jalan keluar dan berkata, “Ikutlah aku, aku akan tunjukkan jalan keluar.”  

Ilustrasi ini menggambarkan pesan Yesus dalam Yohanes 8. Dunia ini penuh dengan jalan yang membingungkan, penuh godaan dan arah yang salah. Yesus berkata bahwa manusia akan mati dalam dosa jika tidak percaya kepada-Nya. Ia bukan berasal dari dunia ini, melainkan dari atas, dari Bapa. Hanya melalui Dia kita bisa menemukan jalan keluar menuju kehidupan yang sejati.  

Yesus menegaskan bahwa Ia tidak berbicara atas kehendak-Nya sendiri, melainkan sesuai dengan apa yang Ia dengar dari Bapa. Artinya, setiap perkataan-Nya adalah kebenaran yang bisa diandalkan. Sama seperti anak yang tersesat tadi, kita butuh seseorang yang benar-benar tahu arah. Dunia menawarkan banyak jalan pintas, seperti harta, kesenangan, atau popularitas, tetapi semua itu tidak membawa kita kepada Bapa.  

Ketaatan Yesus kepada Bapa juga menjadi teladan bagi kita. Ia tidak mencari kehendak-Nya sendiri, melainkan melakukan apa yang Bapa kehendaki. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada pilihan, apakah mengikuti keinginan dunia atau taat kepada firman Tuhan. Ketika kita memilih taat, kita sedang berjalan di jalan yang benar, meski kadang terasa sulit.  

Pesan ini sangat relevan bagi jemaat yang hidup di tengah tekanan dunia modern. Kita bisa saja sibuk bekerja, mengejar target, atau mencari pengakuan, tetapi jangan sampai lupa bahwa tujuan utama hidup kita adalah kembali kepada Bapa. Yesus berkata dengan jelas, tanpa percaya kepada-Nya manusia akan mati dalam dosa. Tetapi dengan percaya kepada-Nya, kita menerima pengampunan dan hidup kekal.  

Renungan ini mengingatkan kita bahwa iman kepada Kristus bukan sekadar tambahan, melainkan kebutuhan utama. Sama seperti anak yang tersesat butuh penunjuk jalan, kita butuh Yesus sebagai penuntun hidup. Ia bukan hanya memberi arah, tetapi juga menyertai kita sepanjang perjalanan.  

Sahabat Happy Bible Club yang terkasih, jangan biarkan dunia membuat kita tersesat. Ingatlah bahwa Yesus adalah jalan menuju Bapa. Percayalah kepada-Nya, ikutilah firman-Nya, dan taatlah dalam setiap langkah hidup kita. Jika kita merasa bingung atau lemah, ingatlah bahwa Bapa menyertai setiap orang yang percaya. Tetaplah berjalan bersama Kristus, jangan goyah oleh godaan dunia, dan beranilah melangkah dalam terang. Sebab hanya Yesus yang bisa menuntun kita sampai ke rumah Bapa. Tetap semangat dan Tuhan Yesus memberkati. (DSP)

Share