preloader
  Back   

JANGAN TAKUT, PERCAYA SAJA!

“Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat:" Jangan takut, percaya saja""

        Hidup manusia tidak bisa lepas dari rasa takut dan kuatir, sekalipun dalam takaran tertentu itu wajar dan sebagai barometer atau alrm agar kita  lebih hati-hati dan waspada terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitar kita.  Saat ini  dunia mengalami perubahan begitu cepat dan perubahannya menuju ke arah yang cenderung menakutkan ,  seperti peristiwa yang terjadi pada  tanggal 28 Pebuari kita dikejutkan dengan berita serangan Amerika dan Israel terhadap negara Iran, serta balasan rudal Iran kepada negera-negara sekutu Amerika di timur tengah.        

        Hal ini membuat banyak masyarakat dunia kuatir akan terjadinya  perang dunia ke 3 karena di balik negara Iran ada negara besar seperti China dan Rusia. Jika perang ini meluas maka akan banyak negara negara terlibat, dan tentu akan menjadi peristiwa yang besar dan akan mempengaruhi nasib  masyarakat dunia dan tidak akan berdampak  baik. Dunia akan menghadapi masa masa sulit dan banyak kesukaran.

        Banyak hal yang menakutkan dan yang mengancam hidup kita. Pada peristiwa yang ditulis injil Markus 5 ini, ada seorang kepala rumah ibadat yang datang kepada Yesus karena menghadapi masalah besar yaitu anak perempuannya sakit parah bahkan dikatakan hampir mati dan Tuhan Yesus setuju datang ke rumah nya, namun di tengah jalan ada peristiwa yang nampaknya menghambat kedatangan Yesus ke rumah kepala rumah ibadat itu, yaitu wanita yang sakit pendarahan selama 12 tahun yang tidak sembuh  sekalipun sudah berobat kemana saja bahkan dikatakan sampai menghabiskan harta bendanya untuk berobat namun ia tidak sembuh. Ia datang kepada Yesus untuk mendapat kesembuhan. Sekalipun dengan perjuangan yang tidak mudah, namun imannya tidak membuat dia takut untuk datang dan menjamah ujung jubah Yesus.  Wanita ini mendapat kesembuhan dari sakit pendarahannya saat itu juga.

          Namun peristiwa itu rupanya menghambat waktu  kedatangan Yesus ke rumah kepala ibadat itu. Orang suruhan dari rumah mengabarkan bahwa anak perempuannya sudah mati, tidak perlu lagi menyusahkan guru untuk datang ke rumah guna menyembuhkan karena  sudah terlambat. 

        Seringkali kita merasa sudah datang kepada Yesus dalam doa  dengan iman yang sungguh-sungguh saat menghadapi pergumulan hidup untuk mendapatkan pertolongan-Nya. Namun, kita merasa tidak ada jawaban pertolongan. Bahkan,  seakan-akan masalah kita sudah terlambat untuk dapat ditolong Tuhan, seperti yang di alami Yarius. Kepala rumah ibadat itu sudah  datang kepada Yesus dengan sikap yang benar seperti yang ditulis di ayat 21-23, yaitu: 

      Pertama, Tersungkur di hadapan Yesus. Di ay. 22 tertulis: "Datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus tersungkurlah ia didepan kaki-Nya". Hal itu menunjukkan sikapnya yang rendah hati. Ia menaruh ego nya  serendah-rendah nya. Sekalipun statusnya sebagai kepala rumah ibadat, ia tidak gengsi, tidak malu bersungkur di depan kaki Yesus di depan umum. Sikapnya berbeda dengan para ahli Taurat dan orang Farisi yang angkuh dan sombang.

       Kedua, Memohon dengan sangat. Di ay. 23 tertulis: “Dan memohon dengan sangat kepada-Nya: Anakku perumpuan sedang sakit, hampir mati. Datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atas nya supaya ia selamat dan tetap hidup.” Sebagai kepala rumah ibadat ia memiliki orang yang bisa disuruh  untuk menemui Yesus dan mengundang-Nya datang ke rumahnya. Namun, ia tidak lakukan itu; ia datang sendiri menemui Yesus bahkan tersungkur di depan kaki Yesus.

Namun, pada kenyataannya anaknya dikabarkan sudah mati. -ia tidak menyalahkan Yesus atas keterlambatan-Nya atau menyesalkan kenapa ada peristiwa ditengah jalan penyembuhan wanita sakit pendarahan-. Sikap yang benar yang telah dilakukan oleh kepala rumah ibadat itu terhadap Yesus ,  seakan-akan sia sia karena anaknya mati. Tetapi Yesus berkata dengan tegas (ay. 36): “Jangan Takut, percaya saja!”. Dan Ia memegang tangan anak itu dan berkata (ay. 41-42 ): “Talita kum, yang berarti: Hai anak, Aku berkata kepadamu, bangunlah! Seketika itu  juga anak itu bangkit berdiri dan berjalan. Anak itu hidup kembali.

         Dari peristiwa ini, kita di ingatkan bahwa kita punya Yesus yang berkuasa, berotoritas penuh atas sejarah dunia ini, tidak ada peristiwa yang terjadi di luar kendali kuasa Allah. Hal ini membuat kita tetap percaya walaupun apa yang akan terjadi di depan, kita tidak tahu. Namun, yang pasti ada pemeliharan Tuhan atas hidup kita, asal kita tetap  ingat perintah Yesus: “Jangan Takut percaya saja “, Amin. (B.E)

Share