preloader
  Back   

TRUE FRIEND

"Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara" (Amsal 18:24)

Memiliki seorang sahabat adalah hal yang menyenangkan karena dapat berbagi rasa dan cerita, apalagi jika persahabatan tersebut telah terjalin sejak masa kecil atau ketika belum menjadi siapa-siapa, artinya masih sama-sama berjuang. Namun di sisi yang lain Alkitab mengingatkan tentang teman yang dapat mendatangkan kecelakaan atau menjerumuskan ke dalam persoalan, hal ini yang berbahaya. Karena itu pilihlah dengan siapa kita berteman, Firman Tuhan telah mengingatkan bahwa pergaulan yang buruk dapat merusakkan kebiasaan yang baik, terlebih jika menjauhkan iman kita kepada Kristus.

Bercermin dari kisah Yudas Iskariot, seorang murid yang sangat dekat Yesus, mereka melakukan pelayanan bersama, ia melihat mukjizat terjadi, mendengarkan pengajaran-Nya, namun ternyata hatinya dapat tergoda oleh uang. Ia mengkhianati Yesus dan menyerahkan-Nya untuk disalib, sebuah peristiwa yang tidak ia bayangkan sebelumnya. Penyesalannya tidak membuat ia datang kepada Yesus sebaliknya ia memilih untuk mengakhiri hidupnya, sebuah keputusan yang salah. Dalam kehidupan ini mungkin kita menemui teman atau sahabat yang pernah mencelakakan, ampunilah mereka. Bagi kita, pilihlah untuk menjadi seorang teman atau sahabat yang baik, yang membangun sebuah hubungan yang benar, bukan menghancurkannya.

Dalam ayat di atas, Firman Tuhan juga menyebutkan bahwa ada sahabat yang lebih karib daripada seorang saudara, yang mengasihi dengan tulus. Kisah persahabatan Yonatan dan Daud merupakan contoh tentang bagaimana hubungan persahabatan yang dilandasi dengan ketulusan. Yonatan sang Putra Mahkota menyadari bahwa masa depan kerajaan Israel ada di tangan Daud karena itu ia meminta Daud bersumpah agar tidak akan menghapuskan keturunan Yonatan, Daudpun menepati janjinya di kemudian hari. Kualitas persahabatan yang seperti inilah yang menjadi teladan dan terang bagi dunia.

Di atas semuanya itu, Yesus adalah sahabat yang sejati, Ia memberikan nyawa bagi sahabat-sahabat-Nya, yaitu kita yang melakukan perintah-Nya. Sebagai sahabat, Ia sungguh dapat dipercaya dan diandalkan, Ia selalu ada bagi kita dalam situasi apapun. Sahabat kita di dunia ini mungkin saja bisa mengecewakan, meninggalkan ataupun berbalik dari kita, namun Yesus tetap setia. Walaupun kita seringkali tidak setia dan mengecewakan Dia, Ia tidak pernah melupakan kita. Kasih-Nya telah nyata didalam menebus dosa kita yang walaupun merah seperti kirmizi, dibasuh dengan darah-Nya menjadi putih seperti salju. Sahabat sejati tidak pernah meninggalkan sahabatnya, ia akan selalu hadir dalam setiap musim kehidupan. (AD)

Share