Back   
KERJAMU ADALAH IBADAHMU
"Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia" (Kolose 3:23)
Mungkin saat kita sedang dalam keadaan frustasi, depresi yang berkepanjangan, dikarenakan karena aktivitas sehari-hari yang kita lalui karena tampaknya semakin sulit, entah itu dari keluarga, pekerjaan tugas yang saat ini tak kunjung selesai, dan bahkan didalam pelayanan karena banyak gesekan terjadi. Bukan karena banyak tekanan atau gesekan, namun karena kita salah menetapkan didalam hati kita siapa bos kita yang sesungguhnya.
Pertama. Kerjamu adalah pelayananmu. Dalam konteks ini rasul Paulus sedang menguraikan bahwa pelayanan dan pekerjaan tidak bisa dipisahkan. Bagi rasul Paulus pekerjaan adalah bagian dari pelayanan itu sendiri, sebab pelayanan yang sesungguhnya adalah saat bekerja di luar gereja, atau persekutuan rohani. Di sana kita bertemu dengan banyak orang dengan bermacam-macam karakter dan pastinya yang bukan seiman. Kita sering kali disorot, diamati secara diam-diam tanpa kita sadari, dengan begitu mereka bisa menilai kita, apakah pekerjaan kita bersih atau kotor. Sebagai orang percaya, kita harus mampu mempertahankan integritas bekerja dengan bersih. Kita harus mampu memancarkan nilai-nilai kerohanian dengan memberi teladan yang baik dan benar. Kita, mau sungguh-sungguh bekerja seperti untuk Tuhan, artinya bekerja dengan hati tanpa paksa atau intervensi dari pihak siapa pun. Hasilnya, nama Tuhan dipermuliakan.
Kedua. Bekerja Untuk Tuhan bukan untuk manusia. Ada banyak pekerja yang punya pikiran seperti ini: kalau ada bos atau atasan di dekat kita, maka kita bekerja dengan sangat rajin, sibuk, dan pulang paling lambat. Tetapi begitu bos pergi atau tidak ada dilokasi, kita langsung malas-malasan, korupsi waktu, dan bekerja asal-asalan, ini yang disebut mencari pujian manusia. Kalau kita bekerja untuk Tuhan, kita tidak akan seperti ini. Kita tahu bahwa meskipun bos kita tidak melihat, namun Tuhan selalu melihat kita. Sebagai anak Tuhan harus jujur, dan bisa diandalkan: ada bos atau tidak, kita tetap melakukan pekerjaan kita seperti untuk Tuhan. Jangan bekerja hanya untuk menyenangkan manusia atau mencari pujian manusia. Ketika motivasi kita diarahkan kepada Tuhan, maka kita tetap bekerja dengan integritas, jujur, dan disiplin tinggi meskipun tidak ada orang lain yang mengawasi atau mengapresiasi pekerjaan kita.
Kesimpulan. Orang percaya harus menyadari bahwa rutinitas kita setiap hari bukan sekedar mencari nafkah, namun lebih dari itu yaitu menyenangkan hati Tuhan lewat pekerjaan kita setiap hari, karena setiap usaha dan pekerja kita tidak pernah sia-sia manusia bisa saja melupakan kita, tetapi Tuhan tidak pernah lupa dengan kita, lakukan pekerjaanmu seperti untuk Tuhan. (EL)