preloader
  Back   

KUASA DOA YABES

(1 Tawarikh 4:10)

Kebanyakan dari kita sangat suka menyanyikan lagu Doa Yabes. Lagu ini seolah-olah mewakili isi hati kita. Di mana semua keinginan dan harapan kita terangkum dengan sempurna. Dan mungkin kita sudah sering berdoa untuk hal yang sama. Ada yang mungkin sudah dijawab Tuhan, ada yang dijawab sebagian dan mungkin masih banyak yang menantikan jawaban Tuhan.

Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang pola pikir Yabes dan mengapa doa ini berkenan bagi Tuhan, yaitu :

Pertama, Yabes tahu bahwa masa depannya ada di tangan Tuhan. 
Dari silsilah keturunan, Yabes termasuk di dalam keturunan Yehuda dari cabang yang lain. Dan ibunya yang melahirkannya dengan kesakitan, memberinya nama Yabes (Ibrani: Ya'bets), yang berarti sakit, membawa kemalangan dan kesusahan. Hal ini tidak membuat Yabes putus asa dan berkecil hati. Tetapi Yabes berjuang dengan mengandalkan Tuhan sepenuhnya. Karena Yabes tahu bahwa masa depannya tidak ditentukan oleh masa lalu atau keadaan, melainkan oleh hubungan dan imannya kepada Tuhan. Dan hasilnya tercatat di dalam 1 Taw 4:9, dikatakan bahwa Yabes lebih dimuliakan daripada Saudara-saudaranya.

Kedua, Yabes mengenal siapa yang harus disembah. Di dalam 1 Tawarikh 4:10 dikatakan Yabes berseru kepada Allah Israel, bukan kepada allah yang lain. Yabes tahu bahwa Allah Israel adalah Allah yang memiliki perjanjian dengan Abraham, leluhurnya. 

Ketiga, Yabes berdoa dengan sikap hati yang benar dan tujuan yang benar yaitu untuk memuliakan nama Tuhan. Doa Yabes adalah doa yang lahir dari iman, kerendahan hati dan kerinduan untuk hidup dalam kehendak Tuhan. Doa ini dinaikkan dengan  sikap hati yang sungguh bergantung dan mengandalkan Tuhan:
#1 Meminta berkat yang berlimpah-limpah. Yabes meminta kepada Allah Israel yang adalah Sumber Berkat. Bukan hanya berkat materi, tapi juga berkat rohani, damai sejahtera, hikmat, juga kesehatan. Yabes berani meminta berkat yang besar agar dapat menjadi berkat bagi orang lain dan menjadi saksi bagi kebesaran Tuhan.

#2 Meminta daerahnya diperluas. 
Bukan sekadar meminta wilayah yang lebih besar tapi juga meminta kapasitas yang lebih besar, baik dalam pekerjaan, pelayanan maupun pengaruh/dampak. Ia meminta kesempatan yang lebih luas untuk melayani, untuk menjadi berkat dan melakukan kehendak Tuhan. 

#3 Meminta penyertaan Tuhan.  
Yabes tahu bahwa tanpa penyertaan dan kuasa Tuhan maka ia tidak akan mampu melangkah dan semua pencapaiannya akan sia-sia saja. Kehadiran Tuhan dapat memberikan kekuatan dan menunjukkan arah yang benar sesuai yang Tuhan mau.

#4 Meminta perlindungan dari malapetaka agar kesakitan tidak menimpanya. Yabes meminta Tuhan menjaga hidupnya dari pencobaan dan bahaya. Yabes tahu hanya perlindungan Tuhan yang dapat membawanya kepada tujuan dengan selamat. Perlindungan Tuhan juga akan menuntun Yabes agar tidak keluar dari rencana Tuhan. Karena berjalan di luar rencana Tuhan dapat membawa kepada malapetaka.

Akibatnya, Alkitab mencatat bahwa Allah mengabulkan doanya. Mari kita bertanya pada diri sendiri, apakah selama ini doa kita masih terhalang oleh masa lalu kita, apakah doa kita masih berfokus pada diri sendiri dan bukan untuk memuliakan nama Tuhan, apakah kita punya kerinduan untuk dipakai Tuhan lebih lagi? Dan yang terpenting apakah kita mengenal Tuhan kita? 

Di dalam Yakobus 4:3 dikatakan: "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu". 

Marilah kita mengikuti teladan Yabes yang berdoa dengan iman, kerendahan hati dan mengandalkan Tuhan. Berdoa bukan fokus untuk diri sendiri tapi juga untuk memperluas Kerajaan Surga dan memuliakan nama Tuhan. Karena hidup dan setiap berkat yang kita terima harus dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan. Tetap semangat, jangan menyerah karena masa lalu dan keadaan serta berdoalah dengan motivasi dan sikap hati yang benar. 
Yakobus 5:16b meneguhkan: "Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya", 
Amin. (VG)

Share