Back   
PENINGGIAN DITENGAH-TENGAH KESENYAPAN
(Ester 5-6)
"Pada malam itu juga raja tidak dapat tidur. Maka bertitahlah baginda membawa kitab pencatatan sejarah, lalu dibacakan dihadapan raja" [Ester 6:1]
Dalam pembacaan kitab pencataatan sejarah itu, didapati suatu catatan tentang Mordekhai yang pernah memberitahukan kepada raja lewat ratu Ester, bahwa dua orang sida-sida yang termasuk golongan penjaga pintu istana kerajaan, yaitu Bigtan dan Teresh telah beriktiar untuk membunuh raja Ahasyweros, tetapi kepada Mordekhai tidak dianugerahkan suatu apa pun.
Saat Haman datang, raja meminta pendapat: Apakah yang harus dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya? Pikirnya ketika raja meminta pendapat kepada Haman, raja akan memberikan kehormatan itu untuk dia, sebab sebelumnya dia sudah menerima kehormatan, di mana dia telah diundang ratu Ester untuk makan bersama dengan baginda raja Ahasyweros.
Untuk itu masukan Haman kepada baginda raja Ahasyweros: "Hendaklah diambil pakaian yang biasa dipakai oleh raja sendiri, dan lagi kuda yang biasa dikendarai oleh raja sendiri dan diberi mahkota kerajaan dikepalanya kemudian diarak dengan mengendarai kuda, melalui lapangan kota dan orang berseru-seru di depannya: "Beginilah dilakukan kepada orang yang raja berkenan menghormatinya", ternyata itu bukan untuk dia, tetapi untuk Mordekhai.
Dari ceritera penyelamatan rencana pembunuhan tersebut, raja Ahasyweros baru menyadari, ternyata Mordekhai tidak mendapatkan penghargaan apa pun. Tuhan bisa mengingatkan raja lewat keadaan, di mana raja tidak bisa tidur. Mordekai yang selama itu dilupakan, dianugerahi peninggian oleh sang raja.
Demikian juga ketika kita dilupakan, walau telah berbuat baik melalui pengorbanan, baik harta, tenaga maupun pikiran kita, yang membuat banyak orang diberkati, percayalah bahwa Tuhan tidak pernah lalai mencatat perbuatan baik yang kita kerjakan.
Untuk itu tetaplah taat dan setia dan jangan jemu-jemu berbuat baik, walaupun tidak ada pujian, tidak ada sanjungan. Lewat perbuatan baik yang kita kerjakan, Tuhan sanggup meninggikan kita ditengah-tengah kesenyapan.
"Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan yang lain [Mazmur 75:7-8], Amin. Tuhan Yesus memberkati kita senantiasa. (SS)