preloader
  Back   

DIA ALLAH YANG SETIA DAN HIDUP

"TUHAN telah mengingat kita; Ia akan memberkati, memberkati kaum Israel, memberkati kaum Harun, memberkati orang-orang yang takut akan TUHAN, baik yang kecil maupun yang besar"

Mazmur 115 merupakan nyanyian iman bangsa Israel yang menegaskan perbedaan antara Allah yang hidup dengan berhala-berhala bangsa lain. Dalam bagian awal mazmur ini, pemazmur menekankan bahwa kemuliaan hanya milik Tuhan, sebab Dialah Allah yang penuh kasih setia dan kebenaran. Berhala bangsa-bangsa digambarkan memiliki mata tetapi tidak melihat, telinga tetapi tidak mendengar, dan mulut tetapi tidak berkata-kata. 

Sebaliknya, Tuhan Israel adalah Allah yang hidup, berdaulat, dan aktif bekerja bagi umat-Nya. Karena itu, pemazmur mengajak seluruh Israel, kaum Harun, dan semua orang yang takut akan Tuhan untuk menaruh kepercayaan penuh kepada-Nya. Tuhan disebut sebagai penolong dan perisai bagi umat-Nya. 

Di tengah ketidakpastian hidup, pemazmur ingin menunjukkan bahwa pengharapan sejati bukan terletak pada kekuatan manusia ataupun hal-hal duniawi, melainkan hanya kepada Allah yang hidup dan setia kepada perjanjian-Nya.

Dari keseluruhan konteks inilah kita masuk kepada ayat 12–13, yang menegaskan bahwa Tuhan tidak melupakan umat-Nya. Allah yang hidup itu mengingat, memperhatikan dan memberkati orang-orang yang takut akan Dia. Melalui bagian ini, kita melihat beberapa kebenaran teologis penting tentang karakter Allah dan relasi-Nya dengan umat-Nya.

PERTAMA: ALLAH TIDAK PERNAH MELUPAKAN UMAT-NYA. 
Pemazmur berkata, “TUHAN telah mengingat kita.” Dalam teologi Perjanjian Lama, kata “mengingat” tidak hanya berarti mengingat secara intelektual, tetapi menunjuk pada tindakan aktif Allah dalam menggenapi janji dan perjanjian-Nya terhadap umat-Nya. Ketika Alkitab menyatakan bahwa Allah mengingat umat-Nya, itu berarti Allah sedang bertindak dalam kesetiaan-Nya. Ia tidak pernah mengabaikan umat yang telah dipanggil-Nya. Sekalipun manusia sering berubah dan tidak setia, Allah tetap konsisten dalam karakter-Nya sebagai Allah yang setia kepada perjanjian-Nya.

KEDUA: ALLAH MEMBERKATI UMATNYA YANG MEMLIKI RELASI YANG TAKUT AKAN DIA.  
Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan memberkati “orang-orang yang takut akan TUHAN.” Takut akan Tuhan dalam pengertian Alkitab bukan sekadar rasa gentar, melainkan sikap hormat, tunduk, dan hidup dalam ketaatan kepada Allah.
Dalam seluruh kesaksian Kitab Suci, takut akan Tuhan selalu berkaitan dengan kehidupan perjanjian. Orang yang takut akan Tuhan adalah mereka yang menempatkan Allah sebagai pusat hidupnya. Karena itu, berkat Tuhan bukanlah sesuatu yang terlepas dari relasi rohani dengan-Nya.

KETIGA: BERKAT ALLAH BERSIFAT UNIVERSAL BAGI SELURUH UMAT-NYA. 
Pemazmur menyebut “baik yang kecil maupun yang besar.” Ini menunjukkan bahwa di hadapan Allah tidak ada perbedaan status sosial, kedudukan, ataupun kekuatan manusia. Kasih karunia Allah diberikan kepada semua orang yang hidup dalam takut akan Dia. Tuhan tidak memandang manusia berdasarkan ukuran dunia, tetapi berdasarkan relasi mereka dengan-Nya. Hal ini menunjukkan keluasan kasih dan keadilan Allah terhadap umat-Nya.

Mari kita sadari bahwa Allah adalah Pribadi yang setia dan tidak pernah melupakan umat-Nya. Karena itu, sebagai orang percaya kita dipanggil untuk tetap hidup dalam takut akan Tuhan, menaruh pengharapan penuh kepada-Nya, dan tidak mengandalkan kekuatan dunia. Tuhan memperhatikan setiap orang, baik kecil maupun besar, dan berkat-Nya diberikan kepada mereka yang hidup dalam ketaatan dan iman. Maka, di tengah segala keadaan hidup, tetaplah percaya bahwa Allah yang mengingat umat-Nya dahulu adalah Allah yang sama yang tetap memelihara dan memberkati kita hari ini, Amin. Tuhan Yesus Memberkati. (SG)

Share