Back   
NASIHAT MELAHIRKAN HIKMAT
"Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat" (Amsal 13:10)
Firman Tuhan di atas mengingatkan akan bahaya dari sifat angkuh karena dapat menyulut pertengkaran. Orang yang angkuh selalu merasa dirinya benar, memandang orang lain lebih rendah, sulit menerima masukan. Tidak semua orang bisa menerima diperlakukan demikian yaitu tidak dihargai, akibatnya dapat memicu percekcokan dan kekacauan. Keangkuhan hanya mementingkan diri sendiri, akibatnya dapat menimbulkan perpecahan.
Pembangunan menara Babel dilandasi oleh keangkuhan yaitu manusia ingin mencari nama dan menyamai Allah. Hal ini tidak menyenangkan hati Tuhan sehingga dikacaukan-Nya bahasa mereka dan mereka tidak saling mengerti bahasa masing-masing. Keangkuhan membuat usaha mereka gagal total dan tidak dapat mengerti perkataan satu dengan yang lain. Orang yang angkuh susah untuk mendengar pendapat orang lain. Ia selalu merasa diri paling benar bahkan ketika berbuat salah. Dari sinilah pertengkaran akan timbul, masing-masing mempertahankan pendapatnya, tidak mau dianggap lemah dan kalah.
Sedangkan orang yang mendengarkan nasihat akan memperoleh hikmat. Ia mau membuka hati dan pikirannya untuk masukan dan menerimanya sebagai sebuah informasi yang berharga. Informasi yang diperoleh akan diolahnya di dalam hati dan pikirannya sehingga menjadi sebuah pengetahuan yang akan melahirkan hikmat. Nasihat dapat diperoleh dari orang yang sudah berpengalaman, melalui membaca dan mendengarkan pengajaran, dan yang terpenting adalah perenungan firman Tuhan yang merupakan sumber segala hikmat.
Suami istri yang tidak mau saling mendengarkan karena merasa masing-masing lebih benar, anak-anak yang tidak mendengarkan nasihat orang tua, bawahan yang tidak mematuhi atasannya, jemaat yang membangkang terhadap gembalanya, akan menimbulkan pertengkaran dan kekacauan. Sebaliknya jika mau saling mendengarkan akan menyebabkan terjadinya situasi yang menyejukkan dan membawa damai sejahtera.
Semuanya dimulai dari kerendahan hati, karena itu ajarkanlah kepada anak-anak sejak masih belia, jadilah teladan bagi mereka dalam hal tersebut. Anak-anak yang mau menerima nasihat dan firman Tuhan akan bertumbuh menjadi orang yang berhikmat, bisa mengekang dan menguasai dirinya. Sedangkan anak-anak yang tidak dididik akan kerendahan hati akan menjadi orang yang angkuh, garang, tidak dapat mengekang dan menguasi diri sehingga dengan mudah memancing keributan dimana-mana.
Jadilah orang yang rendah hati, membuka diri untuk nasihat yang baik dan benar, karena dari situlah hikmat akan diperoleh. (AD)