Bacaan Tanggal
12 Oct 2026


JILID IV:
MAZMUR 90–106
Allah, tempat perlindungan yang kekal
Mazmur 90:1-17

90:1 Doa Musa, abdi Allah. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun.

90:2 Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.

90:3 Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: ”Kembalilah, hai anak-anak manusia!”

90:4 Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.

90:5 Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh,

90:6 di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu.

90:7 Sungguh, kami habis lenyap karena murka-Mu, dan karena kehangatan amarah-Mu kami terkejut.

90:8 Engkau menaruh kesalahan kami di hadapan-Mu, dan dosa kami yang tersembunyi dalam cahaya wajah-Mu.

90:9 Sungguh, segala hari kami berlalu karena gemas-Mu, kami menghabiskan tahun-tahun kami seperti keluh.

90:10 Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.

90:11 Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu?

90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

90:13 Kembalilah, ya Tuhan – berapa lama lagi? – dan sayangilah hamba-hamba-Mu!

90:14 Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.

90:15 Buatlah kami bersukacita seimbang dengan hari-hari Engkau menindas kami, seimbang dengan tahun-tahun kami mengalami celaka.

90:16 Biarlah kelihatan kepada hamba-hamba-Mu perbuatan-Mu, dan semarak-Mu kepada anak-anak mereka.

90:17 Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Khotbah Yeremia mengenai Bait Suci
Yeremia 7:1-15

7:1 Firman yang datang kepada Yeremia dari pada Tuhan, bunyinya:  

7:2 ”Berdirilah di pintu gerbang rumah Tuhan, serukanlah di sana firman ini dan katakanlah: Dengarlah firman Tuhan, hai sekalian orang Yehuda yang masuk melalui semua pintu gerbang ini untuk sujud menyembah kepada Tuhan!  

7:3 Beginilah firman Tuhan semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini.  

7:4 Janganlah percaya kepada perkataan dusta yang berbunyi: Ini bait Tuhan, bait Tuhan, bait Tuhan,  

7:5 melainkan jika kamu sungguh-sungguh memperbaiki tingkah langkahmu dan perbuatanmu, jika kamu sungguh-sungguh melaksanakan keadilan di antara kamu masing-masing,  

7:6 tidak menindas orang asing, yatim dan janda, tidak menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini dan tidak mengikuti allah lain, yang menjadi kemalanganmu sendiri,  

7:7 maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini, di tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu, dari dahulu kala sampai selama-lamanya.  

7:8 Tetapi sesungguhnya, kamu percaya kepada perkataan dusta yang tidak memberi faedah.  

7:9 Masakan kamu mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu, membakar korban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal,  

7:10 kemudian kamu datang berdiri di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan, sambil berkata: Kita selamat, supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini!  

7:11 Sudahkah menjadi sarang penyamun di matamu rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini? Kalau Aku, Aku sendiri melihat semuanya, demikianlah firman Tuhan.  

7:12 Tetapi baiklah pergi dahulu ke tempat-Ku yang di Silo itu, di mana Aku membuat nama-Ku diam dahulu, dan lihatlah apa yang telah Kulakukan kepadanya karena kejahatan umat-Ku Israel!  

7:13 Maka sekarang, oleh karena kamu telah melakukan segala perbuatan itu juga, demikianlah firman Tuhan, dan oleh karena kamu tidak mau mendengarkan, sekalipun Aku berbicara kepadamu terus-menerus, dan kamu tidak mau menjawab, sekalipun Aku berseru kepadamu,  

7:14 karena itulah kepada rumah, yang atasnya nama-Ku diserukan dan yang kamu andalkan itu, dan kepada tempat, yang telah Kuberikan kepadamu dan kepada nenek moyangmu itu, akan Kulakukan seperti yang telah Kulakukan kepada Silo;  

7:15 Aku akan melemparkan kamu dari hadapan-Ku, seperti semua saudaramu, yakni seluruh keturunan Efraim, telah Kulemparkan.


Melawan penyembahan ratu sorga
Yeremia 7:16-20

7:16 ”Tetapi engkau, janganlah berdoa untuk bangsa ini, janganlah sampaikan seruan permohonan dan doa untuk mereka, dan janganlah desak Aku, sebab Aku tidak akan mendengarkan engkau.  

7:17 Tiadakah engkau melihat apa yang dilakukan mereka di kota-kota Yehuda dan di jalan-jalan Yerusalem?  

7:18 Anak-anak memungut kayu bakar, bapa-bapa menyalakan api dan perempuan-perempuan meremas adonan untuk membuat penganan persembahan bagi ratu sorga, dan orang mempersembahkan korban curahan kepada allah lain dengan maksud menyakiti hati-Ku.  

7:19 Hati-Kukah sebenarnya yang mereka sakiti, demikianlah firman Tuhan, bukankah hati mereka sendiri, sehingga mereka menjadi malu?  

7:20 Sebab itu beginilah firman Tuhan Allah: Sesungguhnya, murka-Ku dan kehangatan amarah-Ku akan tercurah ke tempat ini, ke atas manusia, ke atas hewan, ke atas pohon-pohonan di padang dan ke atas hasil tanah; amarah itu akan menyala-nyala dengan tidak padam-padam.”


Melawan ibadah tanpa kesetiaan
Yeremia 7:21-28

7:21 Beginilah firman Tuhan semesta alam, Allah Israel: ”Tambah sajalah korban bakaranmu kepada korban sembelihanmu dan nikmatilah dagingnya!  

7:22 Sungguh, pada waktu Aku membawa nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir Aku tidak mengatakan atau memerintahkan kepada mereka sesuatu tentang korban bakaran dan korban sembelihan;  

7:23 hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!  

7:24 Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya.  

7:25 Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus,  

7:26 tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka.  

7:27 Sekalipun engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada mereka, mereka tidak akan menjawab engkau.  

7:28 Sebab itu, katakanlah kepada mereka: Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara Tuhan, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka.”


Penyembahan berhala dan akibatnya
Yeremia 7:29–8:3

7:29 Cukurlah rambut kepalamu dan buanglah! Angkatlah ratapan di atas bukit-bukit gundul,
sebab Tuhan telah menolak dan membuang bangsa yang kena murka-Nya!

7:30 Sungguh, orang Yehuda telah melakukan apa yang jahat di mata-Ku, demikianlah firman Tuhan, telah menempatkan dewa-dewa mereka yang menjijikkan di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini untuk menajiskannya.  

7:31 Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anaknya lelaki dan perempuan, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku.  

7:32 Sebab itu, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman Tuhan, bahwa orang tidak akan mengatakan lagi ”Tofet” dan ”Lembah Ben-Hinom”, melainkan ”Lembah Pembunuhan”; orang akan menguburkan mayat di Tofet karena kekurangan tempat,  

7:33 bahkan mayat bangsa ini akan menjadi makanan burung-burung di udara serta binatang-binatang di bumi dengan tidak ada yang mengganggunya.  

7:34 Di kota-kota Yehuda serta di jalan-jalan Yerusalem akan Kuhentikan suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, sebab negeri itu akan menjadi tempat yang tandus.


Yeremia 8:1-22

8:1 Pada masa itu, demikianlah firman Tuhan, tulang-tulang raja-raja Yehuda, tulang-tulang pemuka-pemukanya, tulang-tulang imam-imam, tulang-tulang nabi-nabi dan tulang-tulang segenap penduduk Yerusalem akan dikeluarkan dari dalam kubur mereka  

8:2 dan diserakkan di depan matahari, di depan bulan dan di depan segenap tentara langit yang dahulunya dicintai, diabdi, diikuti, ditanyakan dan disembah oleh mereka. Semuanya itu tidak akan dikumpulkan dan tidak akan dikuburkan; mereka akan menjadi pupuk di ladang.  

8:3 Tetapi semua orang yang masih tinggal dari kaum yang jahat ini akan lebih suka mati dari pada hidup di segala tempat ke mana Aku mencerai-beraikan mereka, demikianlah firman Tuhan semesta alam.


Dosa dan hukumannya
Yeremia 8:4-17

8:4 Engkau harus mengatakan kepada mereka: ”Beginilah firman Tuhan: Apabila orang jatuh, masakan ia tidak bangun kembali? Apabila orang berpaling, masakan ia tidak kembali?

8:5 Mengapakah bangsa ini berpaling, berpaling terus-menerus? Mereka berpegang pada tipu,
mereka menolak untuk kembali.

8:6 Aku telah memperhatikan dan mendengarkan: mereka tidak berkata dengan jujur! Tidak ada yang menyesal karena kejahatannya dengan mengatakan: Apakah yang telah kulakukan ini! Sambil berlari semua mereka berpaling, seperti kuda yang menceburkan diri ke dalam pertempuran.

8:7 Bahkan burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat-Ku tidak mengetahui hukum Tuhan.

8:8 Bagaimanakah kamu berani berkata: Kami bijaksana, dan kami mempunyai Taurat Tuhan? Sesungguhnya, pena palsu penyurat sudah membuatnya menjadi bohong.

8:9 Orang-orang bijaksana akan menjadi malu, akan terkejut dan tertangkap. Sesungguhnya, mereka telah menolak firman Tuhan, maka kebijaksanaan apakah yang masih ada pada mereka?

8:10 Sebab itu Aku akan memberikan isteri-isteri mereka kepada orang lain, ladang-ladang mereka kepada penjajah. Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar, semuanya mengejar untung;
baik nabi maupun imam, semuanya melakukan tipu.

8:11 Mereka mengobati luka puteri umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera.

8:12 Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah, mereka akan tersandung jatuh pada waktu mereka dihukum, firman Tuhan.

8:13 Aku mau memungut hasil mereka, demikianlah firman Tuhan, tetapi tidak ada buah anggur pada pohon anggur, tidak ada buah ara pada pohon ara, dan daun-daunan sudah layu; sebab itu Aku akan menetapkan bagi mereka orang-orang yang akan melindas mereka.”

8:14 Mengapakah kita duduk-duduk saja? Berkumpullah dan marilah kita pergi ke kota-kota yang berkubu dan binasa di sana! Sebab Tuhan, Allah kita, membinasakan kita, memberi kita minum racun,
sebab kita telah berdosa kepada Tuhan.

8:15 Kita mengharapkan damai, tetapi tidak datang sesuatu yang baik, mengharapkan waktu kesembuhan, tetapi yang ada hanya kengerian!

8:16 ”Dengus kuda musuh terdengar dari Dan; karena bunyi ringkik kuda jantan mereka
gemetarlah seluruh negeri. Mereka datang dan memakan habis negeri dengan isinya, kota dengan penduduknya.

8:17 Lihatlah, Aku melepaskan ke antaramu ular-ular beludak, yang tidak dapat dimanterai,
yang akan memagut kamu, demikianlah firman Tuhan.”


Ratapan atas Yehuda dan Yerusalem
Yeremia 8:18–9:11

8:18 Tidak tersembuhkan kedukaan yang menimpa diriku, hatiku sakit pedih.

8:19 Dengar! seruan puteri bangsaku minta tolong dari negeri yang jauh: ”Tidak adakah Tuhan di Sion?
Tidak adakah Rajanya di dalamnya?” – Mengapakah mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan patung-patung mereka, dengan dewa-dewa asing yang sia-sia? –

8:20 Sudah lewat musim menuai, sudah berakhir musim kemarau, tetapi kita belum diselamatkan juga!

8:21 Karena luka puteri bangsaku hatiku luka; aku berkabung, kedahsyatan telah menyergap aku.

8:22 Tidak adakah balsam di Gilead? Tidak adakah tabib di sana? Mengapakah belum datang juga
kesembuhan luka puteri bangsaku?




Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Nasihat-nasihat terakhir
Filipi 4:2-9

4:2 Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan.  

4:3 Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.

4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!  

4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!  

4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.  

4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.  

4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.


Terima kasih atas pemberian jemaat
Filipi 4:10-20

4:10 Aku sangat bersukacita dalam Tuhan, bahwa akhirnya pikiranmu dan perasaanmu bertumbuh kembali untuk aku. Memang selalu ada perhatianmu, tetapi tidak ada kesempatan bagimu.  

4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan.  

4:12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.  

4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. 14Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku.  

4:15 Kamu sendiri tahu juga, hai orang-orang Filipi; pada waktu aku baru mulai mengabarkan Injil, ketika aku berangkat dari Makedonia, tidak ada satu jemaat pun yang mengadakan perhitungan hutang dan piutang dengan aku selain dari pada kamu.  

4:16 Karena di Tesalonika pun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku.  

4:17 Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.  

4:18 Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamu, malahan lebih dari pada itu. Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditus, suatu persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada Allah.  

4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.  

4:20 Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin.


Salam
Filipi 4:21-23

4:21 Sampaikanlah salamku kepada tiap-tiap orang kudus dalam Kristus Yesus. Salam kepadamu dari saudara-saudara, yang bersama-sama dengan aku.  

4:22 Salam kepadamu dari segala orang kudus, khususnya dari mereka yang di istana Kaisar.

4:23 Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menyertai rohmu!




Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Amsal 4:10-19

4:10 Hai anakku, dengarkanlah dan terimalah perkataanku, supaya tahun hidupmu menjadi banyak.

4:11 Aku mengajarkan jalan hikmat kepadamu, aku memimpin engkau di jalan yang lurus.

4:12 Bila engkau berjalan langkahmu tidak akan terhambat, bila engkau berlari engkau tidak akan tersandung.

4:13 Berpeganglah pada didikan, janganlah melepaskannya, peliharalah dia, karena dialah hidupmu.

4:14 Janganlah menempuh jalan orang fasik, dan janganlah mengikuti jalan orang jahat.

4:15 Jauhilah jalan itu, janganlah melaluinya, menyimpanglah dari padanya dan jalanlah terus.

4:16 Karena mereka tidak dapat tidur, bila tidak berbuat jahat; kantuk mereka lenyap, bila mereka tidak membuat orang tersandung;

4:17 karena mereka makan roti kefasikan, dan minum anggur kelaliman.

4:18 Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

4:19 Jalan orang fasik itu seperti kegelapan; mereka tidak tahu apa yang menyebabkan mereka tersandung.




Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
TEDUH DI TENGAH DUNIA YANG GADUH

[Yer. 7 & 8] [Flp. 4:2-23] [Mzm. 90] [Ams. 4:10-19]

(Filipi 4:2–7)  

Kita hidup di dunia yang semakin gaduh. Berita, media sosial, pekerjaan, ekonomi, bahkan relasi dapat menghadirkan tekanan yang terus-menerus. Namun kegaduhan terbesar sering kali bukan yang terjadi di luar diri kita, melainkan yang akhirnya memenuhi hati dan pikiran kita. Menariknya, Paulus menulis Filipi 4:2–7 bukan kepada orang-orang yang sedang hidup tanpa masalah. Ada konflik di antara Euodia dan Sintikhe, ada tekanan yang dihadapi jemaat, dan ada kekhawatiran yang mengancam hati mereka. Di tengah semua itu, Paulus menunjukkan bagaimana orang percaya dapat tetap teduh.

Pertama, teduh di tengah relasi yang gaduh (ay. 2-3). Paulus menasihati Euodia dan Sintikhe agar “sehati sepikir dalam Tuhan” (ay. 2). Menariknya, Paulus tidak menjelaskan siapa yang benar dan siapa yang salah. Ia justru mengarahkan mereka kembali kepada pusat yang sama: Tuhan.

Paulus juga meminta seorang yang disebut "Sunsugos" (ay. 2), yang secara harfiah dapat dipahami sebagai “rekan se-kuk”, untuk menolong mereka. Gambaran ini indah: mereka mungkin tidak selalu memiliki pendapat yang sama, tetapi mereka dipanggil untuk tetap berjalan bersama di bawah Tuhan yang sama.

Kesatuan bukan berarti selalu sepakat dalam segala hal. Kesatuan berarti tetap berjalan menuju arah yang sama karena kita tunduk kepada Tuhan yang sama, yakni Yesus. Jadi ketika relasi menjadi gaduh, jangan biarkan konflik membuat kita kehilangan kasih, pengampunan, dan persekutuan.

Kedua, teduh di tengah situasi yang gaduh (ay. 4-5). Paulus kemudian berkata, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan!” (ay. 4). Mengapa? Karena situasi mereka tidak sedang baik-baik saja. Namun dasar sukacita mereka bukan keadaan, melainkan Tuhan.  

Kemudian Paulus berkata, “Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan itu dekat!” (ay. 5). Ungkapan “Tuhan itu dekat” dapat dipahami secara kaya. Tuhan dekat dalam kehadiran-Nya; Ia tidak jauh dari pergumulan kita. Tuhan dekat dalam pertolongan-Nya; Ia mendengar ketika kita berseru. Dan Tuhan dekat dalam kedatangan-Nya; Ia akan datang dan menyelesaikan segala sesuatu pada waktunya. Karena itu, kita tidak selalu harus membalas, mengendalikan, atau memenangkan segala sesuatu. Tuhan dekat.

Ketiga, gaduh di tengah hati yang gaduh (ay. 6-7). Paulus kemudian menyentuh sumber kegaduhan yang paling dalam: kekhawatiran. “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga,” katanya. Tetapi Paulus tidak sekadar berkata, “Jangan kuatir.” Ia memberikan jalan keluarnya: “Nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” (ay. 6).

Kekhawatiran dibawa kepada Allah dalam doa. Dan hasilnya bukan selalu perubahan keadaan, tetapi sesuatu yang lebih dalam: “Damai sejahtera Allah... akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (ay. 7).

Allah tidak selalu   langsung mengubah keadaan yang gaduh, tetapi Ia sanggup menjaga hati kita di tengah keadaan itu. Karena itu, teduh bukan berarti hidup tanpa masalah. Teduh berarti kita tahu bahwa di tengah semua masalah, Tuhan itu dekat.

Ketika relasi gaduh, Tuhan hadir. Ketika situasi gaduh, Tuhan menolong. Ketika hati gaduh, Tuhan mendengar. Dan ketika dunia terasa tidak adil, Tuhan akan datang.

Dunia boleh gaduh, tetapi kita tidak perlu ikut menjadi gaduh. Sebab Tuhan itu dekat. Amen. Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita semua. (YAS)