Bacaan Tanggal
31 Aug 2026


Doa dalam menghadapi musuh
Mazmur 54:1-9

54:1 Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Nyanyian pengajaran Daud,

54:2 ketika orang Zifi datang mengatakan kepada Saul: ”Daud bersembunyi kepada kami.”

54:3 Ya Allah, selamatkanlah aku karena nama-Mu, berilah keadilan kepadaku karena keperkasaan-Mu!

54:4 Ya Allah, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku!

54:5 Sebab orang-orang yang angkuh bangkit menyerang aku, orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku;
mereka tidak mempedulikan Allah.
Sela

54:6 Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku.

54:7 Biarlah kejahatan itu berbalik kepada seteru-seteruku; binasakanlah mereka karena kesetiaan-Mu!

54:8 Dengan rela hati aku akan mempersembahkan korban kepada-Mu, bersyukur sebab nama-Mu baik, ya Tuhan.

54:9 Sebab Ia melepaskan aku dari segala kesesakan, dan mataku memandangi musuhku.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018
Hikmat yang benar
Pengkhotbah 7:1-22

7:1 Nama yang harum lebih baik dari pada minyak yang mahal, dan hari kematian lebih baik dari pada hari kelahiran.

7:2 Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya.

7:3 Bersedih lebih baik dari pada tertawa, karena muka muram membuat hati lega.

7:4 Orang berhikmat senang berada di rumah duka, tetapi orang bodoh senang berada di rumah tempat bersukaria.

7:5 Mendengar hardikan orang berhikmat lebih baik dari pada mendengar nyanyian orang bodoh.

7:6 Karena seperti bunyi duri terbakar di bawah kuali, demikian tertawa orang bodoh. Ini pun sia-sia.

7:7 Sungguh, pemerasan membodohkan orang berhikmat, dan uang suap merusakkan hati.

7:8 Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati.

7:9 Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.

7:10 Janganlah mengatakan: ”Mengapa zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang?” Karena bukannya berdasarkan hikmat engkau menanyakan hal itu.

7:11 Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan dan merupakan suatu keuntungan bagi orang-orang yang melihat matahari.

7:12 Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya.

7:13 Perhatikanlah pekerjaan Allah! Siapakah dapat meluruskan apa yang telah dibengkokkan-Nya?

7:14 Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang ini pun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya.

7:15 Dalam hidupku yang sia-sia aku telah melihat segala hal ini: ada orang saleh yang binasa dalam kesalehannya, ada orang fasik yang hidup lama dalam kejahatannya.

7:16 Janganlah terlalu saleh, janganlah perilakumu terlalu berhikmat; mengapa engkau akan membinasakan dirimu sendiri?

7:17 Janganlah terlalu fasik, janganlah bodoh! Mengapa engkau mau mati sebelum waktumu?

7:18 Adalah baik kalau engkau memegang yang satu, dan juga tidak melepaskan yang lain, karena orang yang takut akan Allah luput dari kedua-duanya.

7:19 Hikmat memberi kepada yang memilikinya lebih banyak kekuatan dari pada sepuluh penguasa dalam kota.

7:20 Sesungguhnya, di bumi tidak ada orang yang saleh: yang berbuat baik dan tak pernah berbuat dosa!

7:21 Juga janganlah memperhatikan segala perkataan yang diucapkan orang, supaya engkau tidak mendengar pelayanmu mengutuki engkau.

7:22 Karena hatimu tahu bahwa engkau juga telah kerapkali mengutuki orang-orang lain.


Pengejaran hikmat yang mengecewakan
Pengkhotbah 7:23–8:1

7:23 Kesemuanya ini telah kuuji untuk mencapai hikmat. Kataku: ”Aku hendak memperoleh hikmat,” tetapi hikmat itu jauh dari padaku.

7:24 Apa yang ada, itu jauh dan dalam, sangat dalam, siapa yang dapat menemukannya?

7:25 Aku tujukan perhatianku untuk memahami, menyelidiki, dan mencari hikmat dan kesimpulan, serta untuk mengetahui bahwa kefasikan itu kebodohan dan kebebalan itu kegilaan.

7:26 Dan aku menemukan sesuatu yang lebih pahit dari pada maut: perempuan yang adalah jala, yang hatinya adalah jerat dan tangannya adalah belenggu. Orang yang dikenan Allah terhindar dari padanya, tetapi orang yang berdosa ditangkapnya.

7:27 Lihatlah, ini yang kudapati, kata Pengkhotbah: Sementara menyatukan yang satu dengan yang lain untuk mendapat kesimpulan,

7:28 yang masih kucari tetapi tidak kudapati, kudapati seorang laki-laki di antara seribu, tetapi tidak kudapati seorang perempuan di antara mereka.

7:29 Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih.


Pengkhotbah 8:1
8:1 Siapakah seperti orang berhikmat? Dan siapakah yang mengetahui keterangan setiap perkara? Hikmat manusia menjadikan wajahnya bercahaya dan berubahlah kekerasan wajahnya.


Kepatuhan kepada raja
Pengkhotbah 8:2-8

8:2 Patuhilah perintah raja demi sumpahmu kepada Allah.

8:3 Janganlah tergesa-gesa pergi dari hadapannya, janganlah bertahan dalam perkara yang jahat, karena ia berbuat apa yang dikehendakinya.

8:4 Karena titah raja berkuasa; siapakah yang akan mengatakan kepadanya: ”Apakah yang baginda buat?”

8:5 Siapa yang mematuhi perintah tidak akan mengalami perkara yang mencelakakan, dan hati orang berhikmat mengetahui waktu pengadilan,

8:6 karena untuk segala sesuatu ada waktu pengadilan, dan kejahatan manusia menekan dirinya.

8:7 Sesungguhnya, ia tak mengetahui apa yang akan terjadi, karena siapakah yang akan mengatakan kepadanya bagaimana itu akan terjadi?

8:8 Tiada seorang pun berkuasa menahan angin dan tiada seorang pun berkuasa atas hari kematian. Tak ada istirahat dalam peperangan, dan kefasikan tidak melepaskan orang yang melakukannya.


Pekerjaan Allah tidak dapat diselami manusia
Pengkhotbah 8:9-17

8:9 Semua ini telah kulihat dan aku memberi perhatian kepada segala perbuatan yang dilakukan di bawah matahari, ketika orang yang satu menguasai orang yang lain hingga ia celaka.

8:10 Aku melihat juga orang-orang fasik yang akan dikuburkan boleh masuk, sedangkan orang yang berlaku benar harus pergi dari tempat yang kudus dan dilupakan dalam kota. Ini pun sia-sia.

8:11 Oleh karena hukuman terhadap perbuatan jahat tidak segera dilaksanakan, maka hati manusia penuh niat untuk berbuat jahat.

8:12 Walaupun orang yang berdosa dan yang berbuat jahat seratus kali hidup lama, namun aku tahu, bahwa orang yang takut akan Allah akan beroleh kebahagiaan, sebab mereka takut terhadap hadirat-Nya.

8:13 Tetapi orang yang fasik tidak akan beroleh kebahagiaan dan seperti bayang-bayang ia tidak akan panjang umur, karena ia tidak takut terhadap hadirat Allah.

8:14 Ada suatu kesia-siaan yang terjadi di atas bumi: ada orang-orang benar, yang menerima ganjaran yang layak untuk perbuatan orang fasik, dan ada orang-orang fasik yang menerima pahala yang layak untuk perbuatan orang benar. Aku berkata: ”Ini pun sia-sia!”

8:15 Oleh sebab itu aku memuji kesukaan, karena tak ada kebahagiaan lain bagi manusia di bawah matahari, kecuali makan dan minum dan bersukaria. Itu yang menyertainya di dalam jerih payahnya seumur hidupnya yang diberikan Allah kepadanya di bawah matahari.

8:16 Ketika aku memberi perhatianku untuk memahami hikmat dan melihat kegiatan yang dilakukan orang di dunia tanpa mengantuk siang malam,

8:17 maka nyatalah kepadaku, bahwa manusia tidak dapat menyelami segala pekerjaan Allah, yang dilakukan-Nya di bawah matahari. Bagaimanapun juga manusia berlelah-lelah mencarinya, ia tidak akan menyelaminya. Walaupun orang yang berhikmat mengatakan, bahwa ia mengetahuinya, namun ia tidak dapat menyelaminya.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018
Dosa dalam jemaat
1 Korintus 5:1-13

5:1 Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya.

5:2 Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu?

5:3 Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku – sama seperti aku hadir – telah menjatuhkan hukuman atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu.

5:4 Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita,

5:5 orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.

5:6 Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan?

5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.

5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

5:9 Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul.

5:10 Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini.

5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

5:12 Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat?

5:13 Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu.


Mencari keadilan pada orang-orang yang tidak beriman
1 Korintus 6:1-11

6:1 Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus?

6:2 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?

6:3 Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.

6:4 Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat?

6:5 Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya?

6:6 Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya?

6:7 Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?

6:8 Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu.

6:9 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah?
Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,

6:10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

6:11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.


Nasihat terhadap percabulan
1 Korintus 6:12-20

6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.

6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.

6:14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.

6:15 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!

6:16 Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: ”Keduanya akan menjadi satu daging.”

6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.

6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, – dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018
Amsal 20:16-23

20:16 Ambillah pakaian orang yang menanggung orang lain, dan tahanlah dia sebagai sandera ganti orang asing.

20:17 Roti hasil tipuan sedap rasanya, tetapi kemudian mulutnya penuh dengan kerikil.

20:18 Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat.

20:19 Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut.

20:20 Siapa mengutuki ayah atau ibunya, pelitanya akan padam pada waktu gelap.

20:21 Milik yang diperoleh dengan cepat pada mulanya, akhirnya tidak diberkati.

20:22 Janganlah engkau berkata: ”Aku akan membalas kejahatan,” nantikanlah Tuhan, Ia akan menyelamatkan engkau.

20:23 Dua macam batu timbangan adalah kekejian bagi Tuhan, dan neraca serong itu tidak baik.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018
PRINSIP DALAM MENGHADAPI MUSUH

[Pkh. 7 & 8] [1Kor. 5:1-13; 1Kor 6:1-20] [Mzm. 54] [Ams. 20:16-23]

“Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku.”— Mazmur 54:6

Mazmur 54 lahir dari situasi yang sangat menyakitkan. Daud sedang diburu Saul, bahkan orang-orang Zif datang memberitahukan persembunyiannya kepada Saul (1 Samuel 23:19–20).  

Daud bukan hanya menghadapi ancaman, tetapi juga pengkhianatan. Namun menariknya, Daud tidak membalas dengan kebencian atau mengandalkan kekuatannya sendiri. Ia membawa persoalannya kepada Allah.

Mazmur 54 mengajarkan tiga prinsip penting ketika kita menghadapi musuh, orang yang memfitnah, mengkhianati, atau memperlakukan kita dengan tidak adil.

Pertama, RENDAH HATI DI HADAPAN ALLAH

Mengakui bahwa kita membutuhkan pertolongan. Mazmur 54:3 — “Ya Allah, selamatkanlah aku karena nama-Mu, berilah keadilan kepadaku karena keperkasaan-Mu!”

Daud tidak berkata, “Aku akan menyelesaikannya sendiri.” Ia datang kepada Allah. Kata “selamatkanlah” menunjukkan ketergantungan. Daud menyadari bahwa kemampuan manusia mempunyai batas.

Daud adalah seorang pejuang yang kuat, tetapi dalam menghadapi musuh ia tetap datang kepada Tuhan.

Ketika difitnah, diserang, atau diperlakukan tidak adil, jangan terburu-buru membalas. Berdoalah terlebih dahulu. Kerendahan hati dimulai ketika kita mengakui, “Tuhan, aku membutuhkan Engkau.”

Jangan membiarkan ego menguasai respons kita. Amsal 15:1 — “Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman.”
Tidak semua serangan harus dijawab. Kadang-kadang kemenangan terbesar adalah kemampuan menahan diri.

Kedua, PERCAYA ALLAH ADALAH PEMBELA ORANG YANG BENAR

Allah adalah Penolong kita. Mazmur 54:6 — “Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku.”Kata Ibrani ????? (‘?z?r), “penolong,” menggambarkan seseorang yang datang memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan.

Daud berada dalam posisi lemah, tetapi Tuhan menjadi pembelanya.  
Jangan hidup dengan obsesi membuktikan diri kepada semua orang. Biarkan karakter, kebenaran, dan waktu membuktikan siapa kita; percayakan pembelaan kepada Allah.

Serahkan pembalasan kepada Allah. Mazmur 54:7 — “Biarlah kejahatan itu berbalik kepada lawan-lawanku.” Daud menyerahkan penghakiman kepada Tuhan.  

Jangan membalas fitnah dengan fitnah, kejahatan dengan kejahatan, atau penghinaan dengan penghinaan. Kita boleh mencari keadilan dengan cara yang benar, tetapi hati kita tetap menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah.

Ketiga, BERHARAP SEPENUHNYA AKAN PERTOLONGAN ALLAH

Memuji sebelum melihat jawaban. Mazmur 54:8 — “Dengan rela hati aku akan mempersembahkan korban kepada-Mu, aku akan bersyukur kepada nama-Mu, ya TUHAN, sebab itu baik.”  

Daud belum melihat seluruh penyelesaian, tetapi ia sudah memuji Tuhan. Iman tidak hanya berkata, “Tuhan akan menolong setelah semuanya selesai,” tetapi berkata, “
Tuhan tetap baik sekarang.” Dalam tekanan, tetap berdoa, tetap beribadah, tetap bersyukur, dan tetap melakukan yang benar.

Mengingat kesetiaan Allah. Mazmur 54:9 — “Sebab Ia telah melepaskan aku dari segala kesesakan.” Daud melihat pertolongannya sebagai pekerjaan Allah. Ingat kembali pertolongan Tuhan di masa lalu. Kesetiaan-Nya kemarin menjadi alasan untuk mempercayai-Nya hari ini.

Kesimpulan
Mazmur 54 mengajarkan bahwa menghadapi musuh bukan terutama tentang seberapa kuat kita melawan, tetapi seberapa dalam kita mempercayai Allah.  

Rendahkan hati di hadapan-Nya. Percayalah kepada-Nya sebagai Pembela. Berharaplah sepenuhnya kepada pertolongan-Nya. Ketika manusia menyerang, Allah tetap menopang. Ketika manusia meninggalkan, Allah tetap hadir. Dan ketika kita tidak mampu membela diri, Allah tetap sanggup menjadi Pembela kita.
(LKH)