Bacaan Tanggal
03 Sep 2026


Diburu musuh, tetapi ditolong Allah
Mazmur 57:1-12

57:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Jangan memusnahkan. Miktam Dari Daud, ketika ia lari dari pada Saul, ke dalam gua.

57:2 Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku, sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung; dalam naungan sayap-Mu aku akan berlindung, sampai berlalu penghancuran itu.

57:3 Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku.

57:4 Kiranya Ia mengirim utusan dari sorga dan menyelamatkan aku, mencela orang-orang yang menginjak-injak aku. S el a
Kiranya Allah mengirim kasih setia dan kebenaran-Nya.

57:5 Aku terbaring di tengah-tengah singa yang suka menerkam anak-anak manusia, yang giginya laksana tombak dan panah, dan lidahnya laksana pedang tajam.

57:6 Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi!

57:7 Mereka memasang jaring terhadap langkah-langkahku, ditundukkannya jiwaku, mereka menggali lobang di depanku, tetapi mereka sendiri jatuh ke dalamnya.
Sela

57:8 Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur.

57:9 Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi, aku mau membangunkan fajar!

57:10 Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan, aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa;

57:11 sebab kasih setia-Mu besar sampai ke langit, dan kebenaran-Mu sampai ke awan-awan.

57:12 Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi!



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018
Kidung Agung 1:1

1:1 Kidung agung dari Salomo.


Mempelai perempuan dan puteri-puteri Yerusalem
Kidung Agung 1:2-8

1:2 –Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur,

1:3 harum bau minyakmu, bagaikan minyak yang tercurah namamu, oleh sebab itu gadis-gadis cinta kepadamu!

1:4 Tariklah aku di belakangmu, marilah kita cepat-cepat pergi! Sang raja telah membawa aku ke dalam maligai-maligainya. Kami akan bersorak-sorai dan bergembira karena engkau, kami akan memuji cintamu lebih dari pada anggur! Layaklah mereka cinta kepadamu!

1:5 Memang hitam aku, tetapi cantik, hai puteri-puteri Yerusalem, seperti kemah orang Kedar, seperti tirai-tirai orang Salma.

1:6 Janganlah kamu perhatikan bahwa aku hitam, karena terik matahari membakar aku. Putera-putera ibuku marah kepadaku, aku dijadikan mereka penjaga kebun-kebun anggur; kebun anggurku sendiri tak kujaga.

1:7 Ceriterakanlah kepadaku, jantung hatiku, di mana kakanda menggembalakan domba, di mana kakanda membiarkan domba-domba berbaring pada petang hari. Karena mengapa aku akan jadi serupa pengembara dekat kawanan-kawanan domba teman-temanmu?

1:8 – Jika engkau tak tahu, hai jelita di antara wanita, ikutilah jejak-jejak domba, dan gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala.


Mempelai laki-laki dan mempelai perempuan puji-memuji
Kidung Agung 1:9–2:7

1:9 – Dengan kuda betina dari pada kereta-kereta Firaun kuumpamakan engkau, manisku.

1:10 Moleklah pipimu di tengah perhiasan-perhiasan dan lehermu di tengah kalung-kalung.

1:11 Kami akan membuat bagimu perhiasan-perhiasan emas dengan manik-manik perak.

1:12 – Sementara sang raja duduk pada mejanya, semerbak bau narwastuku.

1:13 Bagiku kekasihku bagaikan sebungkus mur, tersisip di antara buah dadaku.

1:14 Bagiku kekasihku setangkai bunga pacar di kebun-kebun anggur En-Gedi.

1:15 – Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau, bagaikan merpati matamu.

1:16 – Lihatlah, tampan engkau, kekasihku, sungguh menarik; sungguh sejuk petiduran kita.

1:17 Dari kayu aras balok-balok rumah kita, dari kayu eru papan dinding-dinding kita.


Kidung Agung 2:1-7

2:1 Bunga mawar dari Saron aku, bunga bakung di lembah-lembah.

2:2 – Seperti bunga bakung di antara duri-duri, demikianlah manisku di antara gadis-gadis.

2:3 – Seperti pohon apel di antara pohon-pohon di hutan, demikianlah kekasihku di antara teruna-teruna. Di bawah naungannya aku ingin duduk, buahnya manis bagi langit-langitku.

2:4 Telah dibawanya aku ke rumah pesta, dan panjinya di atasku adalah cinta.

2:5 Kuatkanlah aku dengan penganan kismis, segarkanlah aku dengan buah apel, sebab sakit asmara aku.

2:6 Tangan kirinya ada di bawah kepalaku, tangan kanannya memeluk aku.

2:7 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!


Di pintu mempelai perempuan
Kidung Agung 2:8-17

2:8 Dengarlah! Kekasihku! Lihatlah, ia datang, melompat-lompat di atas gunung-gunung, meloncat-loncat di atas bukit-bukit.

2:9 Kekasihku serupa kijang, atau anak rusa. Lihatlah, ia berdiri di balik dinding kita, sambil menengok-nengok melalui tingkap-tingkap dan melihat dari kisi-kisi.

2:10 Kekasihku mulai berbicara kepadaku: ”Bangunlah manisku, jelitaku, marilah!

2:11 Karena lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu.

2:12 Di ladang telah nampak bunga-bunga, tibalah musim memangkas; bunyi tekukur terdengar di tanah kita.

2:13 Pohon ara mulai berbuah, dan bunga pohon anggur semerbak baunya. Bangunlah, manisku, jelitaku, marilah!

2:14 Merpatiku di celah-celah batu, di persembunyian lereng-lereng gunung, perlihatkanlah wajahmu, perdengarkanlah suaramu! Sebab merdu suaramu dan elok wajahmu!”

2:15 Tangkaplah bagi kami rubah-rubah itu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!

2:16 Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia yang menggembalakan domba di tengah-tengah bunga bakung.

2:17 Sebelum angin senja berembus dan bayang-bayang menghilang, kembalilah, kekasihku, berlakulah seperti kijang,
atau seperti anak rusa di atas gunung-gunung tanaman rempah-rempah!


Impian mempelai perempuan
Kidung Agung 3:1-5

3:1 Di atas ranjangku pada malam hari kucari jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia.

3:2 Aku hendak bangun dan berkeliling di kota; di jalan-jalan dan di lapangan-lapangan kucari dia, jantung hatiku. Kucari, tetapi tak kutemui dia.

3:3 Aku ditemui peronda-peronda kota. ”Apakah kamu melihat jantung hatiku?”

3:4 Baru saja aku meninggalkan mereka, kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia, sampai kubawa dia ke rumah ibuku, ke kamar orang yang melahirkan aku.

3:5 Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!


Iring-iringan mempelai
Kidung Agung 3:6-11

3:6 Apakah itu yang membubung dari padang gurun seperti gumpalan-gumpalan asap tersaput dengan harum mur dan kemenyan dan bau segala macam serbuk wangi dari pedagang?

3:7 Lihat, itulah joli Salomo, dikelilingi oleh enam puluh pahlawan dari antara pahlawan-pahlawan Israel.

3:8 Semua membawa pedang, terlatih dalam perang, masing-masing dengan pedang pada pinggang karena kedahsyatan malam.

3:9 Raja Salomo membuat bagi dirinya suatu tandu dari kayu Libanon.

3:10 Tiang-tiangnya dibuatnya dari perak, sandarannya dari emas, tempat duduknya berwarna ungu, bagian dalamnya dihiasi dengan kayu arang. Hai puteri-puteri Yerusalem,

3:11 puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018
Tentang persembahan berhala
1 Korintus 8:1-13

8:1 Tentang daging persembahan berhala kita tahu: ”kita semua mempunyai pengetahuan.” Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.

8:2 Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu ”pengetahuan”, maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.

8:3 Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.

8:4 Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: ”tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.”

8:5 Sebab sungguhpun ada apa yang disebut ”allah”, baik di sorga, maupun di bumi – dan memang benar ada banyak ”allah” dan banyak ”tuhan” yang demikian –

8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.

8:7 Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.

8:8 ”Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan.”

8:9 Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.

8:10 Karena apabila orang melihat engkau yang mempunyai ”pengetahuan”, sedang duduk makan di dalam kuil berhala, bukankah orang yang lemah hati nuraninya itu dikuatkan untuk makan daging persembahan berhala?

8:11 Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena ”pengetahuan”mu.

8:12 Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus.

8:13 Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018
Amsal 21:9-19

21:9 Lebih baik tinggal pada sudut sotoh rumah dari pada diam serumah dengan perempuan yang suka bertengkar.

21:10 Hati orang fasik mengingini kejahatan dan ia tidak menaruh belas kasihan kepada sesamanya.

21:11 Jikalau si pencemooh dihukum, orang yang tak berpengalaman menjadi bijak, dan jikalau orang bijak diberi pengajaran, ia akan beroleh pengetahuan.

21:12 Yang Mahaadil memperhatikan rumah orang fasik, dan menjerumuskan orang fasik ke dalam kecelakaan.

21:13 Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.

21:14 Pemberian dengan sembunyi-sembunyi memadamkan marah, dan hadiah yang dirahasiakan meredakan kegeraman yang hebat.

21:15 Melakukan keadilan adalah kesukaan bagi orang benar, tetapi menakutkan orang yang berbuat jahat.

21:16 Orang yang menyimpang dari jalan akal budi akan berhenti di tempat arwah-arwah berkumpul.

21:17 Orang yang suka bersenang-senang akan berkekurangan, orang yang gemar kepada minyak dan anggur tidak akan menjadi kaya.

21:18 Orang fasik dipakai sebagai tebusan bagi orang benar, dan pengkhianat sebagai ganti orang jujur.

21:19 Lebih baik tinggal di padang gurun dari pada tinggal dengan perempuan yang suka bertengkar dan pemarah.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018
PUJILAH TUHAN DI TENGAH BADAI HIDUP

[Kid. 1, 2 & 3] [1Kor. 8:1-13] [Mzm. 57] [Ams. 21:9-19]

"Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap, aku mau menyanyi, aku mau bermazmur" (Mazmur 57:8)

Daud saat menulis Mazmur ini, ia sedang bersembunyi didalam gua, karena dikejar-kejar oleh Raja Saul mertuanya sendiri, yang ingin membunuhnya. Secara manusia, Daud berada dalam kondisi yang sangat tertekan dan takut terhadap ancaman itu. Namun, dalam isi mazmur ini, Daud menunjukkan keteguhan hatinya terhadap Tuhan.
Daud memulai mazmurnya dengan berseru memohon belas kasihan Tuhan, sebab ia memilih untuk berlindung dibawah "naungan sayap" Tuhan sampai badai malapetaka berlalu [ayat 2].  

Di tengah ancaman, Daud menyanyi dan bermazmur bagi Tuhan. Hal itu menjadi pilihan utamanya, sehingga dia mengarahkan pandangannya kepada Allah Yang Maha Tinggi. Dalam ayat 8, Daud berkata "Hatiku teguh ya Allah, hatiku teguh, aku mau menyanyi". Daud menyanyi dan bermazmur bukan lahir dari situasi hati yang aman dan nyaman, tetapi pujian dan mazmurnya lahir dari iman yang kuat dan teguh.

Dalam keterbatasan yang dia hadapi yaitu dinding-dinding gua yang sempit, lembab dan gelap, justru Daud membangunkan fajar [ayat 9]. Iman Daud melampui batas ruang gua yang sempit, lembab dan gelap, sebab dia tahu kasih setia-Nya besar sampai ke langit dan kebenaran-Nya sampai keawan-awan.

APLIKASI :
Dari Daud kita boleh belajar, ketika ada masalah yang berat dan datangnya tanpa kita undang dan tanpa memberitahu kita terlebih duhulu, jadilah tenang dan jangan hadapi dengan gegabah. Masuklah ke "Gua doa kita". Jadikan Dia naungan sayap kita. Tenangkan diri dan akui keterbatasan kita di hadapan-Nya.

Pujilah dan bermazmurlah bagi Dia dengan hati yang teguh. Sebab hati yang teguh meruntuhkan ketakutan yang ada. Berkomitmenlah untuk tetap setia mengikuti "Doa Pagi" membangunkan fajar sampai badai berlalu, terlepas doa kita belum atau sudah dijawab.  

Tetaplah setia memuji dan bermazmur sekalipun ditengah badai, sebab kesetiaan kita memuji dan bermazmur di hadapan-Nya, membuat situasi dan kondisi di sekitar kita tidak bisa mengintervensi kita, Amin. Tuhan Yesus berkati kita senantiasa. (SS)