Bacaan Tanggal
21 Aug 2026


Jeritan bangsa yang tertindas
Mazmur 44:1-27

44:1 Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Nyanyian pengajaran.
 
44:2 Ya Allah, dengan telinga kami sendiri telah kami dengar, nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami perbuatan yang telah Kaulakukan pada zaman mereka, pada zaman purbakala.

44:3 Engkau sendiri, dengan tangan-Mu, telah menghalau bangsa-bangsa, tetapi mereka ini Kaubiarkan bertumbuh; suku-suku bangsa telah Kaucelakakan, tetapi mereka ini Kaubiarkan berkembang.

44:4 Sebab bukan dengan pedang mereka menduduki negeri, bukan lengan mereka yang memberikan mereka kemenangan, melainkan tangan kanan-Mu dan lengan-Mu dan cahaya wajah-Mu, sebab Engkau berkenan kepada mereka.

44:5 Engkaulah Rajaku dan Allahku yang memerintahkan kemenangan bagi Yakub.

44:6 Dengan Engkaulah kami menanduk para lawan kami, dengan nama-Mulah kami menginjak-injak orang-orang yang bangkit menyerang kami.

44:7 Sebab bukan kepada panahku aku percaya, dan pedangku pun tidak memberi aku kemenangan,

44:8 tetapi Engkaulah yang memberi kami kemenangan terhadap para lawan kami, dan orang-orang yang membenci kami Kauberi malu.

44:9 Karena Allah kami nyanyikan puji-pujian sepanjang hari, dan bagi nama-Mu kami mengucapkan syukur selama-lamanya. Sela

44:10 Namun Engkau telah membuang kami dan membiarkan kami kena umpat, Engkau tidak maju bersama-sama dengan bala tentara kami.

44:11 Engkau membuat kami mundur dari pada lawan kami, dan orang-orang yang membenci kami mengadakan perampokan.

44:12 Engkau menyerahkan kami sebagai domba sembelihan dan menyerakkan kami di antara bangsa-bangsa.

44:13 Engkau menjual umat-Mu dengan cuma-cuma dan tidak mengambil keuntungan apa-apa dari penjualan itu.

44:14 Engkau membuat kami menjadi cela bagi tetangga-tetangga kami, menjadi olok-olok dan cemooh bagi orang-orang sekeliling kami.

44:15 Engkau membuat kami menjadi sindiran di antara bangsa-bangsa, menyebabkan suku-suku bangsa menggeleng-geleng kepala.

44:16 Sepanjang hari aku dihadapkan dengan nodaku, dan malu menyelimuti mukaku,

44:17 karena kata-kata orang yang mencela dan menista, di hadapan musuh dan pendendam.

44:18 Semuanya ini telah menimpa kami, tetapi kami tidak melupakan Engkau, dan tidak mengkhianati perjanjian-Mu.

44:19 Hati kami tidak membangkang dan langkah kami tidak menyimpang dari jalan-Mu,

44:20 walaupun Engkau telah meremukkan kami di tempat serigala, dan menyelimuti kami dengan kekelaman.

44:21 Seandainya kami melupakan nama Allah kami, dan menadahkan tangan kami kepada allah lain,

44:22 masakan Allah tidak akan menyelidikinya? Karena Ia mengetahui rahasia hati!

44:23 Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami dianggap sebagai domba-domba sembelihan.

44:24 Terjagalah! Mengapa Engkau tidur, ya Tuhan? Bangunlah! Janganlah membuang kami terus-menerus!

44:25 Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu dan melupakan penindasan dan impitan terhadap kami?

44:26 Sebab jiwa kami tertanam dalam debu, tubuh kami terhampar di tanah.

44:27 Bersiaplah menolong kami, bebaskanlah kami karena kasih setia-Mu!



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Kemuliaan yang dahulu dan kesengsaraan yang sekarang
Ayub 29:1-25

29:1 Maka Ayub melanjutkan uraiannya:

29:2 ”Ah, kiranya aku seperti dalam bulan-bulan yang silam, seperti pada hari-hari, ketika Allah melindungi aku,

29:3 ketika pelita-Nya bersinar di atas kepalaku, dan di bawah terang-Nya aku berjalan dalam gelap;

29:4 seperti ketika aku mengalami masa remajaku, ketika Allah bergaul karib dengan aku di dalam kemahku;

29:5 ketika Yang Mahakuasa masih beserta aku, dan anak-anakku ada di sekelilingku;

29:6 ketika langkah-langkahku bermandikan dadih, dan gunung batu mengalirkan sungai minyak di dekatku.

29:7 Apabila aku keluar ke pintu gerbang kota, dan menyediakan tempat dudukku di tengah-tengah lapangan,

29:8 maka ketika aku kelihatan, mundurlah orang-orang muda dan bangkitlah orang-orang yang sudah lanjut umurnya, lalu tinggal berdiri;

29:9 para pembesar berhenti bicara, dan menutup mulut mereka dengan tangan;

29:10 suara para pemuka membisu, dan lidah mereka melekat pada langit-langitnya;

29:11 apabila telinga mendengar tentang aku, maka aku disebut berbahagia; dan apabila mata melihat, maka aku dipuji.

29:12 Karena aku menyelamatkan orang sengsara yang berteriak minta tolong, juga anak piatu yang tidak ada penolongnya;  

29:13 aku mendapat ucapan berkat dari orang yang nyaris binasa, dan hati seorang janda kubuat bersukaria;

29:14 aku berpakaian kebenaran dan keadilan menutupi aku seperti jubah dan serban;  

29:15 aku menjadi mata bagi orang buta, dan kaki bagi orang lumpuh;

29:16 aku menjadi bapa bagi orang miskin, dan perkara orang yang tidak kukenal, kuselidiki.

29:17 Geraham orang curang kuremuk, dan merebut mangsanya dari giginya.

29:18 Pikirku: Bersama-sama dengan sarangku aku akan binasa, dan memperbanyak hari-hariku seperti burung feniks.

29:19 Akarku mencapai air, dan embun bermalam di atas ranting-rantingku.

29:20 Kemuliaanku selalu baru padaku, dan busurku kuat kembali di tanganku.

29:21 Kepadakulah orang mendengar sambil menanti, dengan diam mereka mendengarkan nasihatku.

29:22 Sehabis bicaraku tiada seorang pun angkat bicara lagi, dan perkataanku menetes ke atas mereka.

29:23 Orang menantikan aku seperti menantikan hujan, dan menadahkan mulutnya seperti menadah hujan pada akhir musim.

29:24 Aku tersenyum kepada mereka, ketika mereka putus asa, dan seri mukaku tidak dapat disuramkan mereka.

29:25 Aku menentukan jalan mereka dan duduk sebagai pemimpin; aku bersemayam seperti raja di tengah-tengah rakyat, seperti seorang yang menghibur mereka yang berkabung.”


Sengsara yang dialami
Ayub 30:1-31

30:1 ”Tetapi sekarang aku ditertawakan mereka, yang umurnya lebih muda dari padaku, yang ayah-ayahnya kupandang terlalu hina untuk ditempatkan bersama-sama dengan anjing penjaga kambing dombaku.

30:2 Lagipula, apakah gunanya bagiku kekuatan tangan mereka? Mereka sudah kehabisan tenaga,

30:3 mereka merana karena kekurangan dan kelaparan, mengerumit tanah yang kering, belukar di gurun dan padang belantara;

30:4 mereka memetik gelang laut dari antara semak-semak, dan akar pohon arar menjadi makanan mereka.

30:5 Mereka diusir dari pergaulan hidup, dan orang berteriak-teriak terhadap mereka seperti terhadap pencuri.

30:6 Di lembah-lembah yang mengerikan mereka harus diam, di dalam celah-celah tanah dan sela-sela gunung;

30:7 di antara semak-semak mereka meraung-raung, mereka berkelompok di bawah jeruju;

30:8 mereka itulah orang-orang bebal yang tak dikenal, yang didepak dari negeri.

30:9 Tetapi sekarang aku menjadi sajak sindiran dan ejekan mereka.

30:10 Mereka mengejikan aku, menjauhkan diri dari padaku, mereka tidak menahan diri meludahi mukaku,

30:11 karena tali kemahku telah dilepaskan Allah dan aku direndahkan-Nya, dan mereka tidak mengekang diri terhadap aku.

30:12 Di sebelah kananku muncul gerombolan, dikaitnya kakiku, dan dirintisnya jalan kebinasaan terhadap aku;

30:13 mereka membongkar jalanku dan mengusahakan kejatuhanku; tidak ada yang menghalang-halangi mereka.

30:14 Seperti melalui tembok yang terbelah lebar mereka menyerbu, mereka datang bergelombang di tengah-tengah keruntuhan.

30:15 Kedahsyatan ditimpakan kepadaku; kemuliaanku diterbangkan seperti oleh angin, dan bahagiaku melayang hilang seperti awan.

30:16 Oleh sebab itu jiwaku hancur dalam diriku; hari-hari kesengsaraan mencekam aku.

30:17 Pada waktu malam tulang-tulangku seperti digerogoti, dan rasa nyeri yang menusuk tak kunjung berhenti.

30:18 Oleh kekerasan yang tak terlawan koyaklah pakaianku dan menggelambir sekelilingku seperti kemeja.

30:19 Ia telah menghempaskan aku ke dalam lumpur, dan aku sudah menyerupai debu dan abu.

30:20 Aku berseru minta tolong kepada-Mu, tetapi Engkau tidak menjawab; aku berdiri menanti, tetapi Engkau tidak menghiraukan aku.

30:21 Engkau menjadi kejam terhadap aku, Engkau memusuhi aku dengan kekuatan tangan-Mu.

30:22 Engkau mengangkat aku ke atas angin, melayangkan aku dan menghancurkan aku di dalam angin ribut.

30:23 Ya, aku tahu: Engkau membawa aku kepada maut, ke tempat segala yang hidup dihimpunkan.

30:24 Sesungguhnya, masakan orang tidak akan mengulurkan tangannya kepada yang rebah, jikalau ia dalam kecelakaannya tidak ada penolongnya?

30:25 Bukankah aku menangis karena orang yang mengalami hari kesukaran? Bukankah susah hatiku karena orang miskin?

30:26 Tetapi, ketika aku mengharapkan yang baik, maka kejahatanlah yang datang; ketika aku menantikan terang, maka kegelapanlah yang datang.

30:27 Batinku bergelora dan tak kunjung diam, hari-hari kesengsaraan telah melanda diriku.

30:28 Dengan sedih, dengan tidak terhibur, aku berkeliaran; aku berdiri di tengah-tengah jemaah sambil berteriak minta tolong.

30:29 Aku telah menjadi saudara bagi serigala, dan kawan bagi burung unta.

30:30 Kulitku menjadi hitam dan mengelupas dari tubuhku, tulang-tulangku mengering karena demam;

30:31 permainan kecapiku menjadi ratapan, dan tiupan serulingku menyerupai suara orang menangis.”



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Sisa Israel
Roma 11:1-10

11:1 Maka aku bertanya: Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiri pun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin.  

11:2 Allah tidak menolak umat-Nya yang dipilih-Nya. Ataukah kamu tidak tahu, apa yang dikatakan Kitab Suci tentang Elia, waktu ia mengadukan Israel kepada Allah:  

11:3 ”Tuhan, nabi-nabi-Mu telah mereka bunuh, mezbah-mezbah-Mu telah mereka runtuhkan; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku.”  

11:4 Tetapi bagaimanakah firman Allah kepadanya? ”Aku masih meninggalkan tujuh ribu orang bagi-Ku, yang tidak pernah sujud menyembah Baal.”  

11:5 Demikian juga pada waktu ini ada tinggal suatu sisa, menurut pilihan kasih karunia.  

11:6 Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.  

11:7 Jadi bagaimana? Israel tidak memperoleh apa yang dikejarnya, tetapi orang-orang yang terpilih telah memperolehnya. Dan orang-orang yang lain telah tegar hatinya,  

11:8 seperti ada tertulis: ”Allah membuat mereka tidur nyenyak, memberikan mata untuk tidak melihat dan telinga untuk tidak mendengar, sampai kepada hari sekarang ini.”

11:9 Dan Daud berkata: ”Biarlah jamuan mereka menjadi jerat dan perangkap, penyesatan dan pembalasan bagi mereka.

11:10 Dan biarlah mata mereka menjadi gelap, sehingga mereka tidak melihat, dan buatlah punggung mereka terus-menerus membungkuk.”


Israel tersandung, bangsa-bangsa lain selamat
Roma 11:11-24

11:11 Maka aku bertanya: Adakah mereka tersandung dan harus jatuh? Sekali-kali tidak! Tetapi oleh pelanggaran mereka, keselamatan telah sampai kepada bangsa-bangsa lain, supaya membuat mereka cemburu.  

11:12 Sebab jika pelanggaran mereka berarti kekayaan bagi dunia, dan kekurangan mereka kekayaan bagi bangsa-bangsa lain, terlebih-lebih lagi kesempurnaan mereka.

11:13 Aku berkata kepada kamu, hai bangsa-bangsa bukan Yahudi. Justru karena aku adalah rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi, aku menganggap hal itu kemuliaan pelayananku,

11:14 yaitu kalau-kalau aku dapat membangkitkan cemburu di dalam hati kaum sebangsaku menurut daging dan dapat menyelamatkan beberapa orang dari mereka.

11:15 Sebab jika penolakan mereka berarti perdamaian bagi dunia, dapatkah penerimaan mereka mempunyai arti lain dari pada hidup dari antara orang mati?

11:16 Jikalau roti sulung adalah kudus, maka seluruh adonan juga kudus, dan jikalau akar adalah kudus, maka cabang-cabang juga kudus.

11:17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah,

11:18 janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.

11:19 Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas.

11:20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!

11:21 Sebab kalau Allah tidak menyayangkan cabang-cabang asli, Ia juga tidak akan menyayangkan kamu.

11:22 Sebab itu perhatikanlah kemurahan Allah dan juga kekerasan-Nya, yaitu kekerasan atas orang-orang yang telah jatuh, tetapi atas kamu kemurahan-Nya, yaitu jika kamu tetap dalam kemurahan-Nya; jika tidak, kamu pun akan dipotong juga.

11:23 Tetapi mereka pun akan dicangkokkan kembali, jika mereka tidak tetap dalam ketidakpercayaan mereka, sebab Allah berkuasa untuk mencangkokkan mereka kembali.

11:24 Sebab jika kamu telah dipotong sebagai cabang dari pohon zaitun liar, dan bertentangan dengan keadaanmu itu kamu telah dicangkokkan pada pohon zaitun sejati, terlebih lagi mereka ini, yang menurut asal mereka akan dicangkokkan pada pohon zaitun mereka sendiri.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Amsal 17:10-18

17:10 Suatu hardikan lebih masuk pada orang berpengertian dari pada seratus pukulan pada orang bebal.

17:11 Orang durhaka hanya mencari kejahatan, tetapi terhadap dia akan disuruh utusan yang kejam.

17:12 Lebih baik berjumpa dengan beruang betina yang kehilangan anak, dari pada dengan orang bebal dengan kebodohannya.

17:13 Siapa membalas kebaikan dengan kejahatan, kejahatan tidak akan menghindar dari rumahnya.

17:14 Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air; jadi undurlah sebelum perbantahan mulai.

17:15 Membenarkan orang fasik dan mempersalahkan orang benar, kedua-duanya adalah kekejian bagi Tuhan.

17:16 Apakah gunanya uang di tangan orang bebal untuk membeli hikmat, sedang ia tidak berakal budi?

17:17 Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.

17:18 Orang yang tidak berakal budi ialah dia yang membuat persetujuan, yang menjadi penanggung bagi sesamanya.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Satu Teguran Cukup untuk Orang Bijak

[Ayb. 29 & 30] [Rm. 11:1-24] [Mzm. 44] [Ams. 17:10-18]

Suatu hardikan lebih masuk pada orang berpengertian dari pada seratus pukulan pada orang bebal" (Amsal 17:10)

Ada orang yang cukup ditegur halus, hatinya langsung hancur dan bertobat. Ada pula yang sudah dipukul kehidupan berkali-kali—gagal bisnis, hancur rumah tangga, sakit-sakitan—tetapi tetap keras kepala. Salomo mengatakan: kualitas hati menentukan respon terhadap koreksi, bukan kerasnya hukuman.
Hardikan berarti juga peringatan lisan yang tajam. Bandingkan dengan "seratus pukulan", hukuman fisik maksimal saat itu (Ulangan 25:3).  

Orang bijak cukup mendengar satu kali, hatinya bergetar dan berubah. Orang bebal bisa digebuk ratusan kali, tetapi hatinya tetap batu.
Di zaman Israel kuno, hukuman cambuk memang digunakan sebagai disiplin. Namun Amsal ini menyindir para hakim dan pemimpin yang lebih percaya pada kekerasan daripada pendidikan hati. Juga mengingatkan bahwa di tengah masyarakat yang suka "balas dendam" (ayat 13), orang bijak justru mencari damai.

Allah adalah Bapa yang mendisiplin anak-anak-Nya, tetapi Dia lebih suka memakai Firman daripada cambuk. Nabi-nabi Allah selalu menegur dengan perkataan, dan hati yang benar akan bertobat. Ini juga kunci Injil: kita tidak diselamatkan oleh hukuman, tetapi oleh teguran kasih yang mengubah hati (Roma 2:4).

Ayat 14–15 memperingatkan bahaya memulai pertengkaran—seperti membendung air, sulit dihentikan. Jangan memihak orang bersalah, karena itu kekejian bagi Tuhan. Ayat 17 mengajarkan bahwa sahabat sejati mengasihi setiap waktu, dan saudara lahir saat kesesakan—ini menunjuk pada Yesus sendiri sebagai Sahabat Sejati kita.

Yang dapat kita lakukan dalam keseharian:
Jadilah orang yang "mudah ditegur." Saat pasangan, atasan, atau teman mengingatkan kesalahan Anda, jangan langsung defensif. Diamlah, renungkan, ucapkan "terima kasih." Satu teguran yang Anda terima hari ini bisa menghemat Anda dari seratus pukulan di masa depan.
Jangan jadi orang yang "keras tengkuk." Jika hidup Anda terasa selalu berbenturan dengan masalah yang sama, mungkin Tuhan sedang memakai itu untuk memukul keras kepala Anda. Bertobatlah sebelum semuanya terlalu hancur.

Hindari memulai perdebatan sia-sia. Ayat 14: sebelum air bah meluap, bendung amarah Anda. Bukan berarti tidak boleh beda pendapat, tapi jangan biarkan kata-kata panas mengubah diskusi menjadi permusuhan.

Jadilah sahabat yang setia, bukan pencari untung. Saat sahabat susah, datanglah. Saat saudara jatuh, ulurkan tangan. Jangan membalas kebaikan dengan kejahatan (ayat 13)—sebab itu mengundang kutukan, bukan berkat.

Hati yang Lembut adalah Mukjizat. Orang bijak bukanlah yang tidak pernah salah, tetapi yang cepat berubah saat ditegur. Hari ini, jika Firman ini menegur Anda, jangan kabur. Itu adalah kasih Bapa yang ingin menyelamatkan Anda dari pukulan yang lebih berat. Biarkan teguran itu masuk—sekali saja—dan biarkan Roh Kus melunakkan hati Anda. (SDK)