Bacaan Tanggal
26 Aug 2026


Kebahagiaan yang sia-sia
Mazmur 49:1-21

49:1 Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Mazmur.

49:2 Dengarlah, hai bangsa-bangsa sekalian, pasanglah telinga, hai semua penduduk dunia,

49:3 baik yang hina maupun yang mulia, baik yang kaya maupun yang miskin bersama-sama!

49:4 Mulutku akan mengucapkan hikmat, dan yang direnungkan hatiku ialah pengertian.

49:5 Aku akan menyendengkan telingaku kepada amsal, akan mengutarakan peribahasaku dengan bermain kecapi.

49:6 Mengapa aku takut pada hari-hari celaka pada waktu aku dikepung oleh kejahatan pengejar-pengejarku,

49:7 mereka yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri dengan banyaknya kekayaan mereka?

49:8 Tidak seorang pun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya,

49:9 karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya –

49:10 supaya ia tetap hidup untuk seterusnya, dan tidak melihat lobang kubur.

49:11 Sungguh, akan dilihatnya: orang-orang yang mempunyai hikmat mati, orang-orang bodoh dan dungu pun binasa bersama-sama dan meninggalkan harta benda mereka untuk orang lain.

49:12 Kubur mereka ialah rumah mereka untuk selama-lamanya, tempat kediaman mereka turun-temurun; mereka menganggap ladang-ladang milik mereka.

49:13 Tetapi dengan segala kegemilangannya manusia tidak dapat bertahan, ia boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.

49:14 Inilah jalannya orang-orang yang percaya kepada dirinya sendiri, ajal orang-orang yang gemar akan perkataannya sendiri. Sela

49:15 Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati, digembalakan oleh maut; mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka.

49:16 Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku. Sela

49:17 Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah,

49:18 sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.

49:19 Sekalipun ia menganggap dirinya berbahagia pada masa hidupnya, sekalipun orang menyanjungnya, karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri,

49:20 namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya.

49:21 Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Ayub 39:1-33

39:1 Dapatkah engkau memburu mangsa untuk singa betina, dan memuaskan selera singa-singa muda,

39:2 kalau mereka merangkak di dalam sarangnya, mengendap di bawah semak belukar?

39:3 Siapakah yang menyediakan mangsa bagi burung gagak, apabila anak-anaknya berkaok-kaok kepada Allah, berkeliaran karena tidak ada makanan?

39:4 Apakah engkau mengetahui waktunya kambing gunung beranak, atau mengamat-amati rusa waktu sakit beranak?

39:5 Dapatkah engkau menghitung berapa lamanya sampai genap bulannya, dan mengetahui waktunya beranak?

39:6 Dengan membungkukkan diri mereka melahirkan anak-anaknya, dan mengeluarkan isi kandungannya.

39:7 Anak-anaknya menjadi kuat dan besar di padang, mereka pergi dan tidak kembali lagi kepada induknya.

39:8 Siapakah yang mengumbar keledai liar, atau siapakah yang membuka tali tambatan keledai jalang?

39:9 Kepadanya telah Kuberikan tanah dataran sebagai tempat kediamannya dan padang masin sebagai tempat tinggalnya.

39:10 Ia menertawakan keramaian kota, tidak mendengarkan teriak si penggiring;

39:11 ia menjelajah gunung-gunung padang rumputnya, dan mencari apa saja yang hijau.

39:12 Apakah lembu hutan mau takluk kepadamu, atau bermalam dekat palunganmu?

39:13 Dapatkah engkau memaksa lembu hutan mengikuti alur bajak dengan keluan, atau apakah ia akan menyisir tanah lembah mengikuti engkau?

39:14 Percayakah engkau kepadanya, karena kekuatannya sangat besar? Atau kauserahkankah kepadanya pekerjaanmu yang berat?

39:15 Apakah engkau menaruh kepercayaan kepadanya, bahwa ia akan membawa pulang hasil tanahmu, dan mengumpulkannya di tempat pengirikanmu?

39:16 Dengan riang sayap burung unta berkepak-kepak, tetapi apakah kepak dan bulu itu menaruh kasih sayang?

39:17 Sebab telurnya ditinggalkannya di tanah, dan dibiarkannya menjadi panas di dalam pasir,

39:18 tetapi lupa, bahwa telur itu dapat terpijak kaki, dan diinjak-injak oleh binatang-binatang liar.

39:19 Ia memperlakukan anak-anaknya dengan keras seolah-olah bukan anaknya sendiri; ia tidak peduli, kalau jerih payahnya sia-sia,

39:20 karena Allah tidak memberikannya hikmat, dan tidak membagikan pengertian kepadanya.

39:21 Apabila ia dengan megah mengepakkan sayapnya, maka ia menertawakan kuda dan penunggangnya.

39:22 Engkaukah yang memberi tenaga kepada kuda? Engkaukah yang mengenakan surai pada tengkuknya?

39:23 Engkaukah yang membuat dia melompat seperti belalang? Ringkiknya yang dahsyat mengerikan.

39:24 Ia menggaruk tanah lembah dengan gembira, dengan kekuatan ia maju menghadapi senjata.

39:25 Kedahsyatan ditertawakannya, ia tidak pernah kecut hati, dan ia pantang mundur menghadapi pedang.

39:26 Di atas dia tabung panah gemerencing, tombak dan lembing gemerlapan;

39:27 dengan garang dan galak dilulurnya tanah, dan ia meronta-ronta kalau kedengaran bunyi sangkakala;

39:28 ia meringkik setiap kali sangkakala ditiup; dan dari jauh sudah diciumnya perang, gertak para panglima dan pekik.

39:29 Oleh pengertianmukah burung elang terbang, mengembangkan sayapnya menuju ke selatan?

39:30 Atas perintahmukah rajawali terbang membubung, dan membuat sarangnya di tempat yang tinggi?

39:31 Ia diam dan bersarang di bukit batu, di puncak bukit batu dan di gunung yang sulit didatangi.

39:32 Dari sana ia mengintai mencari mangsa, dari jauh matanya mengamat-amati;

39:33 anak-anaknya menghirup darah, dan di mana ada yang tewas, di situlah dia.”


Ayub merendahkan diri di hadapan Allah
Ayub 39:34-38

39:34 Maka jawab Tuhan kepada Ayub:

39:35 ”Apakah si pengecam hendak berbantah dengan Yang Mahakuasa? Hendaklah yang mencela Allah menjawab!”

39:36 Maka jawab Ayub kepada Tuhan:

39:37 ”Sesungguhnya, aku ini terlalu hina; jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu? Mulutku kututup dengan tangan.

39:38 Satu kali aku berbicara, tetapi tidak akan kuulangi; bahkan dua kali, tetapi tidak akan kulanjutkan.”


Tuhan menantang Ayub
Ayub 40:1-9

40:1 Maka dari dalam badai Tuhan menjawab Ayub:

40:2 ”Bersiaplah engkau sebagai laki-laki; Aku akan menanyai engkau, dan engkau memberitahu Aku.

40:3 Apakah engkau hendak meniadakan pengadilan-Ku, mempersalahkan Aku supaya engkau dapat membenarkan dirimu?

40:4 Apakah lenganmu seperti lengan Allah, dan dapatkah engkau mengguntur seperti Dia?

40:5 Hiasilah dirimu dengan kemegahan dan keluhuran, kenakanlah keagungan dan semarak!

40:6 Luapkanlah marahmu yang bergelora; amat-amatilah setiap orang yang congkak dan rendahkanlah dia!

40:7 Amat-amatilah setiap orang yang congkak, tundukkanlah dia, dan hancurkanlah orang-orang fasik di tempatnya!

40:8 Pendamlah mereka bersama-sama dalam debu, kurunglah mereka di tempat yang tersembunyi.

40:9 Maka Aku pun akan memuji engkau, karena tangan kananmu memberi engkau kemenangan.”


Lukisan tentang kuda Nil
Ayub 40:10-19

40:10 ”Perhatikanlah kuda Nil, yang telah Kubuat seperti juga engkau. Ia makan rumput seperti lembu.

40:11 Perhatikanlah tenaga di pinggangnya, kekuatan pada urat-urat perutnya!

40:12 Ia meregangkan ekornya seperti pohon aras, otot-otot pahanya berjalin-jalinan.

40:13 Tulang-tulangnya seperti pembuluh tembaga, kerangkanya seperti batang besi.

40:14 Dia yang pertama dibuat Allah, makhluk yang diberi-Nya bersenjatakan pedang;

40:15 ya, bukit-bukit mengeluarkan hasil baginya, di mana binatang-binatang liar bermain-main.

40:16 Di bawah tumbuhan teratai ia menderum, tersembunyi dalam gelagah dan paya.

40:17 Tumbuhan-tumbuhan teratai menaungi dia dengan bayang-bayangnya, pohon-pohon gandarusa mengelilinginya.

40:18 Sesungguhnya, biarpun sungai sangat kuat arusnya, ia tidak gentar; ia tetap tenang, biarpun sungai Yordan meluap melanda mulutnya.

40:19 Dapatkah orang menangkap dia dari muka, mencocok hidungnya dengan keluan?”


Lukisan tentang buaya
Ayub 40:20–41:25

40:20 ”Dapatkah engkau menarik buaya dengan kail, atau mengimpit lidahnya dengan tali?

40:21 Dapatkah engkau mengenakan tali rotan pada hidungnya, mencocok rahangnya dengan kaitan?

40:22 Mungkinkah ia mengajukan banyak permohonan belas kasihan kepadamu, atau berbicara dengan lemah lembut kepadamu?

40:23 Mungkinkah ia mengikat perjanjian dengan engkau, sehingga engkau mengambil dia menjadi hamba untuk selama-lamanya?

40:24 Dapatkah engkau bermain-main dengan dia seperti dengan burung, dan mengikat dia untuk anak-anakmu perempuan?

40:25 Mungkinkah kawan-kawan nelayan memperdagangkan dia, atau membagi-bagikan dia di antara pedagang-pedagang?

40:26 Dapatkah engkau menusuki kulitnya dengan serampang, dan kepalanya dengan tempuling?

40:27 Letakkan tanganmu ke atasnya! Ingatlah pertarungannya! – Engkau takkan melakukannya lagi!

40:28 Sesungguhnya, harapanmu hampa! Baru saja melihat dia, orang sudah terbanting.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Salam
Roma 16:1-16

16:1 Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang melayani jemaat di Kengkrea,  

16:2 supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan, sebagaimana seharusnya bagi orang-orang kudus, dan berikanlah kepadanya bantuan bila diperlukannya. Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri.

16:3 Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus.  

16:4 Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi.  

16:5 Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus.  

16:6 Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kamu.  

16:7 Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku.

16:8 Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan.  

16:9 Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis, yang kukasihi.  

16:10 Salam kepada Apeles, yang telah tahan uji dalam Kristus. Salam kepada mereka, yang termasuk isi rumah Aristobulus.  

16:11 Salam kepada Herodion, temanku sebangsa. Salam kepada mereka yang termasuk isi rumah Narkisus, yang ada dalam Tuhan.

16:12 Salam kepada Trifena dan Trifosa, yang bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan. Salam kepada Persis, yang kukasihi, yang telah bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan.  

16:13 Salam kepada Rufus, orang pilihan dalam Tuhan, dan salam kepada ibunya, yang bagiku adalah juga ibu.  

16:14 Salam kepada Asinkritus, Flegon, Hermes, Patrobas, Hermas dan saudara-saudara yang bersama-sama dengan mereka.  

16:15 Salam kepada Filologus, dan Yulia, Nereus dan saudaranya perempuan, dan Olimpas, dan juga kepada segala orang kudus yang bersama-sama dengan mereka.  

16:16 Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus.


Peringatan
Roma 16:17-24

16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!  

16:18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.  

16:19 Kabar tentang ketaatanmu telah terdengar oleh semua orang. Sebab itu aku bersukacita tentang kamu. Tetapi aku ingin supaya kamu bijaksana terhadap apa yang baik, dan bersih terhadap apa yang jahat.  

16:20 Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!

16:21 Salam kepada kamu dari Timotius, temanku sekerja, dan dari Lukius, Yason dan Sosipater, teman-temanku sebangsa.

16:22 Salam dalam Tuhan kepada kamu dari Tertius, yaitu aku, yang menulis surat ini.

16:23 Salam kepada kamu dari Gayus, yang memberi tumpangan kepadaku, dan kepada seluruh jemaat. Salam kepada kamu dari Erastus, bendahara negeri, dan dari Kwartus, saudara kita.

16:24 [Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu sekalian! Amin.]


Segala kemuliaan bagi Allah
Roma 16:25-27

16:25 Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, – menurut Injil yang kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya,  

16:26 tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman –  

16:27 bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Amsal 19:1-9

19:1 Lebih baik seorang miskin yang bersih kelakuannya dari pada seorang yang serong bibirnya lagi bebal.

19:2 Tanpa pengetahuan kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.

19:3 Kebodohan menyesatkan jalan orang, lalu gusarlah hatinya terhadap Tuhan.

19:4 Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin ditinggalkan sahabatnya.

19:5 Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan tidak akan terhindar.

19:6 Banyak orang yang mengambil hati orang dermawan, setiap orang bersahabat dengan si pemberi.

19:7 Orang miskin dibenci oleh semua saudaranya, apalagi sahabat-sahabatnya, mereka menjauhi dia. Ia mengejar mereka, memanggil mereka tetapi mereka tidak ada lagi.

19:8 Siapa memperoleh akal budi, mengasihi dirinya; siapa berpegang pada pengertian, mendapat kebahagiaan.

19:9 Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan akan binasa.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga Alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
MENGATASI HALUSINASI DUNIA

[Ayb. 39 & 40] [Rm. 16:1-27] [Mzm. 49] [Ams. 19:1-9]

(Mazmur 49 dan Amsal 19:1-19)

Di tengah dunia yang tidak menentu, sistem modern mengajak kita untuk percaya bahwa memiliki uang dan status sosial adalah jaminan keamanan hidup di masa depan. Materi dianggap bisa membeli kedamaian dan rasa aman. Namun, Mazmur 49 dan Amsal 19 mengajarkan kepada kita bagaimana cara mengatasi ilusi tersebut.  

Pemazmur mengingatkan bahwa kekayaan memiliki batasan. Kata Ibrani "Phedon" (uang tebusan) tidak berlaku ketika dihadapkan kepada maut. Jiwa manusia terlalu mahal dan berharga untuk ditebus dengan materi. Saat kematian menjemput, semua kemegahan lahiriah yang kita miliki akan runtuh dan tidak berguna lagi. Sebagai gantinya, Amsal 19 memberikan arahan yang benar yaitu "Tom" (integritas hati). Integritas berarti keutuhan karakter—apa yang ada di dalam sama dengan apa yang di luar. Orang miskin yang menjaga integritas jauh lebih mulia daripada orang kaya yang memutarbalikkan kebenaran ("aqash").

Ayat 3 juga mengingatkan: "Kebodohan orang  
menyesatkan jalannya, lalu dongkol lah hatinya terhadap TUHAN." Karena serakah dan tergesa-gesa, kita salah melangkah, lalu menyalahkan Tuhan saat badai hidup datang.  

Aplikasi Praktis:  
• Aturan 24 Jam (The 24-Hour Rule): Ketergesaan memicu kejatuhan (Ams. 19:2). Saat kita tergoda investasi instan atau pengeluaran impulsif, tunda keputusan minimal 24 jam untuk berdoa dan mengecek fakta objektif.  
• Hentikan Kebiasaan Menyalahkan: Ketika rencana gagal, evaluasi diri secara jujur. Jangan salahkan situasi atau Tuhan jika kegagalan itu akibat kelalaian atau ego kita sendiri.  
• Jaga Kejujuran dalam Hal Kecil: Di tempat kerja, tolak manipulasi data demi keuntungan cepat. Kehilangan bonus jangka pendek jauh lebih aman daripada kehilangan "Tom" (integritas diri).  
• Batasi Media Sosial (Digital Detox): Halusinasi materi dipicu oleh pamer gaya hidup di media sosial. Sediakan satu hari dalam seminggu tanpa media sosial untuk fokus bersyukur atas kesehatan dan kedamaian batin.  

Keamanan sejati tidak terletak pada apa yang kita miliki, melainkan siapakah kita di hadapan Tuhan. Saat dunia gonjang ganjing, orang yang memegang perintah-Nya sedang  
membentengi jiwanya ("shamar nephesh"). Bangunlah dari halusinasi materi. Investasikan hidup pada karakter yang takut akan Tuhan dan kejujuran yang tidak bisa dibeli. Di dalam Tuhan, fondasi hidup kita tidak akan goyah, Amen. Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua! (JPT)