Bacaan Tanggal
24 Aug 2026


Allah, Raja seluruh bumi
Mazmur 47:1-10

47:1 Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Mazmur.

47:2 Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai!

47:3 Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi.

47:4 Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, suku-suku bangsa ke bawah kaki kita,

47:5 Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya.  
Sela

47:6 Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai, ya Tuhan itu, dengan diiringi bunyi sangkakala.

47:7 Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah, bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah!

47:8 Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran!

47:9 Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus.

47:10 Para pemuka bangsa-bangsa berkumpul sebagai umat Allah Abraham. Sebab Allah yang empunya perisai-perisai bumi; Ia sangat dimuliakan.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Allah memperhatikan penderitaan manusia
Ayub 35:1-16

35:1 Maka berbicaralah Elihu:

35:2 ”Inikah yang kauanggap adil dan yang kausebut: kebenaranku di hadapan Allah,

35:3 kalau engkau bertanya: Apakah gunanya bagiku? Apakah kelebihanku bila aku berbuat dosa?

35:4 Akulah yang akan memberi jawab kepadamu dan kepada sahabat-sahabatmu bersama-sama dengan engkau:

35:5 Arahkan pandanganmu ke langit dan lihatlah, perhatikanlah awan-awan yang lebih tinggi dari padamu!

35:6 Jikalau engkau berbuat dosa, apa yang akan kaulakukan terhadap Dia? Kalau pelanggaranmu banyak, apa yang kaubuat terhadap Dia?

35:7 Jikalau engkau benar, apakah yang kauberikan kepada Dia? Atau apakah yang diterima-Nya dari tanganmu?

35:8 Hanya orang seperti engkau yang dirugikan oleh kefasikanmu dan hanya anak manusia yang diuntungkan oleh kebenaranmu.

35:9 Orang menjerit oleh karena banyaknya penindasan, berteriak minta tolong oleh karena kekerasan orang-orang yang berkuasa;

35:10 tetapi orang tidak bertanya: Di mana Allah, yang membuat aku, dan yang memberi nyanyian pujian di waktu malam;

35:11 yang memberi kita akal budi melebihi binatang di bumi, dan hikmat melebihi burung di udara?

35:12 Ketika itu orang menjerit, tetapi Ia tidak menjawab, oleh karena kecongkakan orang-orang jahat.

35:13 Sungguh, teriakan yang kosong tidak didengar Allah dan tidak dihiraukan oleh Yang Mahakuasa.

35:14 Lebih-lebih lagi kalau engkau berkata, bahwa engkau tidak melihat Dia, bahwa perkaramu sudah diadukan kehadapan-Nya, tetapi masih juga engkau menanti-nantikan Dia!

35:15 Tetapi sekarang: karena murka-Nya tidak menghukum dan Ia tidak terlalu mempedulikan pelanggaran,

35:16 maka Ayub berbesar mulut dengan sia-sia, banyak bicara tanpa pengertian.”


Tujuan sengsara ialah pertobatan
Ayub 36:1-33

36:1 Berkatalah Elihu selanjutnya:

36:2 ”Bersabarlah sebentar, aku akan mengajar engkau, karena masih ada yang hendak kukatakan demi Allah.

36:3 Aku akan meraih pengetahuanku dari jauh dan membenarkan Pembuatku;

36:4 karena sungguh-sungguh, bukan dusta perkataanku, seorang yang sempurna pengetahuannya menghadapi engkau.

36:5 Ketahuilah, Allah itu perkasa, namun tidak memandang hina apa pun, Ia perkasa dalam kekuatan akal budi.

36:6 Ia tidak membiarkan orang fasik hidup, tetapi memberi keadilan kepada orang-orang sengsara;

36:7 Ia tidak mengalihkan pandangan mata-Nya dari orang benar, tetapi menempatkan mereka untuk selama-lamanya di samping raja-raja di atas takhta, sehingga mereka tinggi martabatnya.

36:8 Jikalau mereka dibelenggu dengan rantai, tertangkap dalam tali kesengsaraan,

36:9 maka Ia memperingatkan mereka kepada perbuatan mereka, dan kepada pelanggaran mereka, karena mereka berlaku congkak,

36:10 dan ia membukakan telinga mereka bagi ajaran, dan menyuruh mereka berbalik dari kejahatan.

36:11 Jikalau mereka mendengar dan takluk, maka mereka hidup mujur sampai akhir hari-hari mereka dan senang sampai akhir tahun-tahun mereka.

36:12 Tetapi, jikalau mereka tidak mendengar, maka mereka akan mati oleh lembing, dan binasa dalam kebebalan.

36:13 Orang-orang yang fasik hatinya menyimpan kemarahan; mereka tidak berteriak minta tolong, kalau mereka dibelenggu-Nya;

36:14 nyawa mereka binasa di masa muda, dan hidup mereka berakhir sebelum saatnya.

36:15 Dengan sengsara Ia menyelamatkan orang sengsara, dengan penindasan Ia membuka telinga mereka.

36:16 Juga engkau dibujuk-Nya keluar dari dalam kesesakan, ke tempat yang luas, bebas dari tekanan, ke meja hidanganmu yang tenang dan penuh lemak.

36:17 Tetapi engkau sudah mendapat hukuman orang fasik sepenuhnya, engkau dicengkeram hukuman dan keadilan;

36:18 janganlah panas hati membujuk engkau berolok-olok, janganlah besarnya tebusan menyesatkan engkau.

36:19 Dapatkah teriakanmu meluputkan engkau dari kesesakan, ataukah seluruh kekuatan jerih payahmu?

36:20 Janganlah merindukan malam hari, waktu bangsa-bangsa pergi dari tempatnya.

36:21 Jagalah dirimu, janganlah berpaling kepada kejahatan, karena itulah sebabnya engkau dicobai oleh sengsara.

36:22 Sesungguhnya, Allah itu mulia di dalam kekuasaan-Nya; siapakah guru seperti Dia?

36:23 Siapakah akan menentukan jalan bagi-Nya, dan siapa berani berkata: Engkau telah berbuat curang?

36:24 Ingatlah, bahwa engkau harus menjunjung tinggi perbuatan-Nya, yang selalu dinyanyikan oleh manusia.

36:25 Semua orang melihatnya, manusia memandangnya dari jauh.

36:26 Sesungguhnya, Allah itu besar, tidak tercapai oleh pengetahuan kita, jumlah tahun-Nya tidak dapat diselidiki.

36:27 Ia menarik ke atas titik-titik air, dan memekatkan kabut menjadi hujan,

36:28 yang dicurahkan oleh mendung, dan disiramkan ke atas banyak manusia.

36:29 Siapa mengerti berkembangnya awan, dan bunyi gemuruh di tempat kediaman-Nya?

36:30 Sesungguhnya, Ia mengembangkan terang-Nya di sekeliling-Nya, dan menudungi dasar laut.

36:31 Karena dengan semuanya itu Ia mengadili bangsa-bangsa, dan juga memberi makan dengan berlimpah-limpah.

36:32 Kedua tangan-Nya diselubungi-Nya dengan kilat petir dan menyuruhnya menyambar sasaran.

36:33 Pekik perang-Nya memberitakan kedatangan-Nya, kalau dengan murka Ia berjuang melawan kecurangan.”



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga alkitab (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Jangan memberi batu sandungan
Roma 14:13-23

14:13 Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!

14:14 Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis.  

14:15 Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia.  

14:16 Apa yang baik, yang kamu miliki, janganlah kamu biarkan difitnah.  

14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.  

14:18 Karena barangsiapa melayani Kristus dengan cara ini, ia berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia.

14:19 Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.

14:20 Janganlah engkau merusakkan pekerjaan Allah oleh karena makanan! Segala sesuatu adalah suci, tetapi celakalah orang, jika oleh makanannya orang lain tersandung!

14:21 Baiklah engkau jangan makan daging atau minum anggur, atau sesuatu yang menjadi batu sandungan untuk saudaramu.

14:22 Berpeganglah pada keyakinan yang engkau miliki itu, bagi dirimu sendiri di hadapan Allah. Berbahagialah dia, yang tidak menghukum dirinya sendiri dalam apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.

14:23 Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.


Orang yang lemah dan orang yang kuat
Roma 15:1-13

15:1 Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.  

15:2 Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya.  

15:3 Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri, tetapi seperti ada tertulis: ”Kata-kata cercaan mereka, yang mencerca Engkau, telah mengenai aku.”  

15:4 Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.  

15:5 Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus,  

15:6 sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.

15:7 Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah.  

15:8 Yang aku maksudkan ialah, bahwa oleh karena kebenaran Allah Kristus telah menjadi pelayan orang-orang bersunat untuk mengokohkan janji yang telah diberikan-Nya kepada nenek moyang kita,  

15:9 dan untuk memungkinkan bangsa-bangsa, supaya mereka memuliakan Allah karena rahmat-Nya, seperti ada tertulis: ”Sebab itu aku akan memuliakan Engkau di antara bangsa-bangsa dan menyanyikan mazmur bagi nama-Mu.”

15:10 Dan selanjutnya: ”Bersukacitalah, hai bangsa-bangsa, dengan umat-Nya.”

15:11 Dan lagi: ”Pujilah Tuhan, hai kamu semua bangsa-bangsa, dan biarlah segala suku bangsa memuji Dia.”

15:12 Dan selanjutnya kata Yesaya: ”Taruk dari pangkal Isai akan terbit, dan Ia akan bangkit untuk memerintah bangsa-bangsa, dan kepada-Nyalah bangsa-bangsa akan menaruh harapan.”

15:13 Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
Amsal 18:9-19

18:9 Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.

18:10 Nama Tuhan adalah menara yang kuat, ke sanalah orang benar berlari dan ia menjadi selamat.

18:11 Kota yang kuat bagi orang kaya ialah hartanya dan seperti tembok yang tinggi menurut anggapannya.

18:12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.

18:13 Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya.

18:14 Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?

18:15 Hati orang berpengertian memperoleh pengetahuan, dan telinga orang bijak menuntut pengetahuan.



Dikutip dari Terjemahan Baru Bible © Lembaga alkitab Indonesia (Indonesian Bible Society) 1974, 2018.
KETIKA YANG KUAT MERANGKUL YANG LEMAH

[Ayb. 35 & 36] [Rm. 14:13-23; Rm. 15:1-13] [Mzm. 47] [Ams. 18:9-15]

"Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri" (Roma 15:1)

Ada aturan unik yang tidak tertulis bagi para pendaki gunung: "We go together, we come back together. We don’t leave anyone behind.” Atau pergi pulang bersama-sama, tidak ada yang boleh ditinggal. Mengapa mereka menghidupi hal ini? Karena bagi para pendaki, goalnya bukan hanya sampai ke puncak. Keamanan rekan lebih penting dari kecepatan, ambisi dan pencapaian pribadi. Mereka percaya puncak bisa menunggu dan tidak akan kemana-mana. Sehingga ukuran kesuksesan bukan diukur dari siapa yang sampai ke puncak lebih dulu, tetapi ketika semua orang yang berangkat bisa pulang dengan aman.  

Pelajaranannya adalah orang yang paling kuat dalam tim adalah mereka yang rela memperlambat diri dan menolong mereka yang lemah dan sedang berjuang.

Cerita sederhana ini menggambarkan dengan pesan Rasul Paulus dalam Roma 15:1: "Kita, orang-orang yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang-orang yang tidak kuat, dan janganlah kita mencari kesenangan kita sendiri." Ayat ini tidak berdiri sendiri. Dalam pasal 14, Paulus sedang membahas perselisihan di jemaat Roma antara orang percaya Yahudi dan bukan Yahudi mengenai makanan dan hari-hari tertentu. Paulus tidak memihak salah satu pendapat, Paulus mengarahkan jemaat pada sikap hati yang lebih dalam: kasih yang rela berkorban demi kesatuan.

Dari konteks ini, ada tiga pokok penting yang bisa kita renungkan bersama.

Pertama: Dewasa rohani bukanlah alasan untuk merasa lebih unggul, melainkan tanggung jawab untuk menanggung sesama yang masih bergumul. "Kuat" di sini bukan gelar kehormatan, tetapi panggilan untuk memikul beban orang lain.

Kedua: Paulus mengarahkan kita pada teladan Kristus sendiri, yang "tidak mencari kesenangan-Nya sendiri" (ay. 3), bahkan rela menanggung penghinaan demi keselamatan orang lain. Inilah standar tertinggi dari kasih yang tidak egois, bukan sekadar toleransi, tetapi pengorbanan.

Ketiga:Tujuan akhirnya bukan sekadar meredam konflik, melainkan membangun sesama (ay. 2) demi kesatuan jemaat yang memuliakan Tuhan "dengan satu hati dan satu suara" (ay. 6).  

Sama seperti etika keren para pendaki Gunung, kadang yang kuat malah harus memikul ransel temannya dan rela menunggu. Kita pun dipanggil bukan untuk menbanggakan siapa yang paling kuat, paling beriman, lebih tahu, atau lebih dewasa. Kita dipanggil bukan untuk melangkah lebih cepat sendirian, melainkan untuk menyesuaikan langkah demi mereka yang masih berjuang. Sebab pada akhirnya, mendaki bersama jauh lebih bermakna daripada sampai di puncak seorang diri. Kalo para pendaki saja mengerti dan menghidupi prinsip ini, masa kita kalah? Atau mungkin saatnya kita mulai belajar mendaki, bagi pemula saya sarankan gunung Penanggungan. (ES)